NAH INI DIA: Kabur Bawa Dua Bocah Demi Cintanya Pada PIL
MUNGKIN Hartati, 35, kena guna-guna. Demi cintanya pada Tayib, 35, PIL-nya, dia rela kabur dari suaminya, Sahidi, 40 di Salatiga. Dengan membawa dua anaknya yang masih balita, Hartati diajak kumpul kebo di Jember (Jatim). Buronan asmara itu digerebek polisi setelah Sahidi berhasil membuntuti. Umumnya perempuan tergila-gila pada lelaki, dia siap meninggalkan suami dan anak-anak demi cintanya pada kekasih baru. Tapi rupanya ada juga perempuan selingkuh masih punya tanggungjawab pada anak-anaknya. Dua bocah itu dibawa serta di sela-sela kesibukannya berpetualang dalam asmara. Peselingkuh bertanggungjawab itu adalah Hartati warga Salatiga (Jateng). Dia sayang pada Tayib kekasih barunya, tapi juga tetap sayang pada anak-anaknya. Maka ketika dia dibawa lari oleh Tayib ke Jember, dia mau saja asalkan kedua anaknya boleh diajak serta. Berat tapi nikmat, akhirnya Tayib mau saja bawa lari bini orang dengan beban tambahan dua bocah balita. Hartarti yang sudah menikah selama 7 tahun dengan Sahidi. Awalnya rumahtangga itu sangat bahagia, sampai dua anak lahir tak ada masalah serius meliputi keluarga itu. Anak-anak tumbuh sehat, Hartati-Sahidi mengemudikan roda rumahtangganya sesuai dengan tanggungjawab masing-masing. Jika ada istilah “keluarga sakinah”, ya itulah keluarga Hartati-Sahidi, cuma mereka tak punya pembantu bernama Sukinah. Prahara rumahtangga mulai berhembus, ketika Sahidi terkena PHK dari kantornya. Ada memang pesangon, tapi jumlahnya tak seberapa. Pekerjaan baru belum juga dapat, uang pesangon sudah habis untuk menutup kebutuhan hidup sehari-hari. Politik ngebon di warung pun mulai dilakukan untuk sekedar bisa bertahan hidup. Sampailah kemudian Hartati ketemu teman lamanya di SMA, Tayib, yang kini sepertinya hidup sukses. Keduanya pun bernostalgia saat di SMA dulu. Tayib dulu pernah naksir dirinya juga, tapi kalah cepat dengan Sahidi yang jauh lebih mapan. Walhasil Tayib harus menggigit cari. Melihat kondisi Hartati sekarang ini, trenyuh juga Tayib. Dia mulai mengulurkan bantuan pada Hartati untuk sekedar bisa menjadi penopang hidup selagi suami belum dapat pekerjaan tetap. Dengan sungkan Hartati menerima bantuan itu, tapi lama-lama menjadi biasa. Tapi kata politisi, tak ada makan siang gratis. Tayib yang punya obsesi atau dendam masa lalunya, ingin memanfaatkan keterbatasan ekonomi Hartati. Kasarnya, dia ingin juga menikmati tubuh mulus istri Sahidi yang dulu hanya terhenti di angan-angan itu. Karena sudah kebanyakan berutang budi, Hartati tak bisa menolak. Dengan menggunakan fasilitas hotel, mereka mereguk cinta-cinta lama yang tertunda. Ternyata Tayib jadi ketagihan. Tak puas hanya “pinjam pakai”, dia ingin memiliki Hartati selamanya. Maka tanpa malu-malu diutarakan bahwa ingin mengawini Hartati, tak peduli sudah punya istri dan anak di Lumajang (Jatim) tempatnya berkarier sekarang. Lagi-lagi karena sudah berutang budi, Hartati tak bisa menolak tapi dengan syarat, boleh mengajak dua anak balitanya. Ternyata nggak masalah. Jadilah Tayib membawa lari Hartati ke Jember, di sana menjalani kehidupan kumpul kebo di rumah kos-kosan. Tapi baru beberapa hari menikmati indahnya cinta tertunda, eh…..kamar kos-kosan itu digerebek polisi. Yang bikin kaget Hartati, penggerebekan itu bersama suaminya dari Salatiga. Pasangan mesum itu segera dibawa ke Salatiga bersama dua bocah yang tidak tahu masalah kedua orangtuanya. Mau enak, tapi juga berat sama anak. (JPNN/Gunarso TS)
MUNGKIN Hartati, 35, kena guna-guna. Demi cintanya pada Tayib, 35, PIL-nya, dia rela kabur dari suaminya, Sahidi, 40 di Salatiga. Dengan membawa dua anaknya yang masih balita, Hartati diajak kumpul kebo di Jember (Jatim). Buronan asmara itu digerebek polisi setelah Sahidi berhasil membuntuti. Umumnya perempuan tergila-gila pada lelaki, dia siap meninggalkan suami dan anak-anak demi cintanya…
