NAH INI DIA: Imbas Kerja menjadi Calo Istri Ikut Dibohongi Juga

SEJAK kena PHK, Basori, 40, terpaksa kerja serabutan, jadi calo apa saja dengan resiko harus pintar bohong agar dagangan laku. Celakanya, kepada istri di rumah, Santi, 34, Basori kemudian juga suka membohongi. Maka istripun kesal, Basori diusir dari rumah dan kemudian digugat cerai ke Pengadilan Agama. PHK sering menjadi sumber bencana keluarga. Terutama ini bagi mereka yang kurang kreatif menyiasati kehidupan. Begitu tak punya pekerjaan tetap, langsung jadi patah semangat dan keluarga pun hancur. Tapi bagi manusia yang selalu optimis, PHK sering menjadi pemicu untuk menecari peluang usaha yang lebih menjanjikan. Celakanya, Basori warga Bratang Surabaya ini termasuk manusia tipe yang pertama, mudah menyerah dengan keadaan. Ketika kena PHK dari kantornya, solusinya cari yang gampang-gampang saja, yakni menjadi calo, yang hanya modal abab (mulut). Pokoknya calo apa sajalah, dari calo tanah, calo rumah, calo mobil motor. Jika sedang mujur, meski hanya modal cangkem doang, bisa dapat uang ratusan ribu bahkan jutaan. Untuk memasarkan barang, memang harus pakai kiat-kiat tertentu. Meski barang kurang bagus, di mata Basori harus menjadi bagus di mata calon pembeli. Makanya dia harus berani bohong di sana sini. Ketika jual tanah, biar jalan depannya hanya 2 meter, dia bilang masuk mobil. Berjualan dengan gaya Abunawas ini menyebabkan dagangan uang dijual Basori cepat laku. Tapi yang namanya nyalo, tak selalu ada dagangan. Padahal di rumah harus selalu diasapi dapurnya. Terpaksa dia pinjam duit orang dan mengaku baru dapat sabetan. Bahkan, meski hasil nyalo hanya dapat Rp 500.000,- misalnya, dia berani bilang pada istri, Rp 1 juta. Resikonya, Basori harus nomboki. Begitulah resiko jadi calo segala bidang, Basori jadi biasa berbohong apa saja, bahkan di rumah pun istrinya selalu jadi sasaran kebohongan. Padahal untuk menutupi kebohongan itu, dia hanya bisa mengatasi dengan cara pinjam duit orang. Ini terus berkelanjutan, sampai-sampai ketika dua minggu tak ada barang yang bisa dicaloi, Basori berani pinjam uang pada rentenir. Padahal yang namanya uang anakan rentenir itu, tak pernah mengenal KB, bisa beranak pinak. Hutang Rp 1 juta misalnya, bila tak bisa bayar bunganya, bunga itu akan menjadi pokok yang ditambahkan. Begitu terus menerus, sehingga utang Rp 1 juta bisa menjadi Rp 50 juta karenanya, lantarn berbunga dan berbunga. Nah, ketika tak ada barang, Basori diam-diam pernah pinjam rentenir sampai Rp 5 juta. Karena rak pernah dibayar, menjadi berbunga-bunga tidak keruan. Belum lama ini sang rentenir ke rumah, mau menyita rumah, karena nilai utangnya sudah membengkak jadi lebih dari Rp 50 juta. Tentu saja Santi terkaget-kaget, karena selama ini rupanya Basuri bohong melulu. Saking kesalnya, Basori diusir dari rumah dan beberapa hari lalu Santi menggugat cerai lewat Pengadilan Agama Surabaya. Gantian kini Basori yang kaget, karena tahu-tahu ada panggilan sidang di Pengadilan Agama. “Saya masih mencintai istri, bagaimana mungkin saya ceraikan.” Ah, bohong lagi kamu ya? (JPNN/Gunarso TS)

SEJAK kena PHK, Basori, 40, terpaksa kerja serabutan, jadi calo apa saja dengan resiko harus pintar bohong agar dagangan laku. Celakanya, kepada istri di rumah, Santi, 34, Basori kemudian juga suka membohongi. Maka istripun kesal, Basori diusir dari rumah dan kemudian digugat cerai ke Pengadilan Agama. PHK sering menjadi sumber bencana keluarga. Terutama ini bagi mereka…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *