NAH INI DIA: Bini Diganggu Kekasih Lama Nyawa menjadi Taruhannya

MUKARTO , 35, memang muka tembok. Kekasih sudah diambil orang, masih diganggu terus. Mujono, 43, selaku suami jadi mata gelap. Soalnya gara-gara ini istri minta cerai. Maka ketika Mukarto lengah, Mujono langsung mengeksekusinya. Dia merasa lega, karena klilip (musuh) hidupnya berhasil diselesaikannya. Cinta pertama memang susah dilupakan. Maka ketika ada peluang, pelakunya cenderung ingin kembali merajut benang cinta yang kadung putus itu. Padahal ini resikonya berat, jika suaminya tak terima bisa terjadi “perang baratayuda”. Mending jika hanya ribut, banyak pula yang menebusnya dengan nyawa, padahal enaknya tak seberapa. Mukarto warga Kemiling, Bandar Lampung, kelakuannya seperti itu. Dia dulu pernah menjalin hubungan dengan Dian yang cantiknya selangit. Kulit bersih, bodi seksi, pokoknya sekel nan cemekel, dah! Tapi sayang, karena belum jodoh, Dian keburu diambil orang. Sakitnya benar-benar sampai di sini. Saat Satwa menikah dengan Mujono, sebagai mantan kekasih, diudang juga. Tapi Mukarto tak ada keberanian untuk datang, maka jadi seperti lagunya Benyamin S tahun 1970-an, “Maaf kutak datang, penuhi undangan, dalam malam pesta perkawinanmu. Bukan aku segan, bukan aku kejam, karena kau lupakan semua janji. Lihat kau bersanding, tak sanggup hatiku, menangis jiwaku….., menangis……” Mestinya, setelah Dian jadi bini Mujono, Mukarto takkan mengganggu mantan kekasihnya itu. Tapi dia bukan begitu. Karena si-cewek memberi angin, dia berani saja. Bayangkan, Dian pernah bilang lewat SMS di HP, “Cintaku tetap untukmu seorang!” Membaca SMS itu, Mukarto langsung ceguken macam Cawapres. Sejak itu Mukarto sering dapat kesempatan “nempil” alias pinjam pakai Dian di hotel. Malah enakan begini, bonggol terjamin tak perlu keluar benggol. Cuma dianggap “generasi penerus” ya nggak apa-apa. Sebab kata Bendot Srimulat almahum, “Yang penting rasanya Bung!” Lama-lama ketahuan juga skandal Dian dengan kekasih lamanya. Langsung istri yang tak setia itu diceraikan. Mujono pikir setelah dilepas segera dinikahi oleh Mukarto. Ternyata tidak. Dian benar-benar hanya dijadikan medan pelepas syahwat belaka. Rasa kasihan dan cemburu Mujono diublek menjadi satu. Dia ingin sekali memberi pelajaran lelaki pecundang itu. Rumahtangganya bubar gara-gara Mukarto. Tapi Mukarto ternya hanya mempermainkan bekas jandanya. “Manusia model begini harus enyah dari muka bumi,” begitu pikir Mujono. Maka beberapa hari lalu Mujono mencari Mukarto di rumahnya. Begitu ketemu langsung saja ditusuk dan ditinggal kabur. Tetangga berusaha menyelamatkan ke RS, tapi gagal karena pisau menembus dada dan tertinggal di dalamnya. Mujono yang tertanggap beberapa jam kemudian di depan polisi mengaku puas telah memberi pelajaran pada Mukarto. Dian juga merasa “puas” atas servis almarhum. (*/Gunarso TS)

MUKARTO , 35, memang muka tembok. Kekasih sudah diambil orang, masih diganggu terus. Mujono, 43, selaku suami jadi mata gelap. Soalnya gara-gara ini istri minta cerai. Maka ketika Mukarto lengah, Mujono langsung mengeksekusinya. Dia merasa lega, karena klilip (musuh) hidupnya berhasil diselesaikannya. Cinta pertama memang susah dilupakan. Maka ketika ada peluang, pelakunya cenderung ingin kembali merajut…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

chancer casino