NAH INI DIA: Gara-Gara Nagih Utang Ketahuan Bini Digoyang

ANTARA Rocky ,47, dan Didu , 44, sebetulnya bersahabat, wong ya bertetangga. Tapi gara-gara urusan menagih utang, jadi terkuak bahwa Didu sering menggoyang bini Rocky . Begitu cemburunya Rocky , Didulangsung dibacok saat pulang nonton orkes kroncong. Polisi mengusutnya. Utang itu hal lumrah di kalangan rakyat dan negara. Tapi gara-gara Pilpres, soal utang menjadi sensitif. Ada Menteri Keuangan terbaik se-dunia, oleh seorang Capres cuma digelari “Menteri Pencetak Utang”. Tapi ada pula guyonan politik, katanya bayi Indonesia tangisannya lebih keras, karena begitu lahir harus ikut cicil utang negara RFp 12 juta! Tapi di Sooka Mojokerto (Jatim), Ny. Suwanti, 38, saat menagih utang pada Ny. Ngatiyah, 40, malah dimaki-maki sebagai pelacur atau tlembuk kata orang Banyumas. Padahal kurang apa baiknya Suwanti ini? Utang Rp 200.000,- sudah bertahun-tahun baru ditagih sekarang kok malah sewot. Penagihan itu pun terpaksa dilakukan karena desakan suaminya, Rocky . Rocky ikut pula tersinggung demi mendengar istrinya dicap sebagai the butterfly of night. Tapi setelah merenung pakai akal sehat, dia justru menemukan benang merah. Logikanya, takkan ada asap jika tak ada api. Maka Suwanti pun diiterogasi oleh suami sendiri, apakah memang ada main dengan Didu? Awalnya Suwanti menolak dugaan suami. Baru seminggu kemudian Suwanti berterus terang bahwa memang suka sama Didu . Tentu saja pengakuan jujur ini menjadikan emosi Rocky meledak. Bagaimana tidak? Rasa marah diublek jadi satu dengan cemburu, hanya tak dikasih kecap. “Pantesan utang istri Didu bertahun-tahun nggak ditagih, wong kamu “ngrental” suaminya.” Maki Rocky pada akhirnya. Saking emosinya, Rocky langsung telepon Didu , untuk mengklarifikasi. Ternyata seperti tumbu oleh tutup (klop), di seberang memang mengakui seneng juga sama Suwanti. Mendengar kejujuran Didu , malah suami Ngatiyah ini diundang ke rumah, untuk bicara baik-baik. Maksudnya, Suwanti mau diceraiakan dulu baru nanti “timbang terima” untuk bisa menikah di KUA. Tapi Didu tak kunjung datang. Dia takut ditemu kuwuk (disergap untuk dianiaya). Dalam logika akal sehatnya, mana mungkin orang punya kebaikan tingkat dewa. Hanya Prabu Puntadewa wayang kulit yang mau berikan istrinya pada lelaki lain. Ketimbang nanti malah datang dan dipenggal kepalanya, mending absen. Soalnya, hidup tanpa kepala, bagaimana kalau mau pakai kupluk untuk pergi kenduri? Sikap Didu bikin tambah jengkel Rocky , wong mau dikasih enak kok tidak mau, belagu kakehan parikan (banyak alasan). Kebetulan tetangga ada yang nanggap orkes kroncong. Rocky yang tahu Didu suka musik klasik itu, pastikan pasti nonton dia. Maka dia langsung mencarinya ke arena tontonan sambil bawa sabit. Benar saja, Didu memang ada di situ. Pas biduan nyanyi “Sepasang Mata Bola”-nya Ismail Marzuki, Rocky justru membatin, “Sebentar lagi kamu tak punya bola mata!” Tapi begitu dekat, mau bacok mukanya tak tega juga, sehingga tangan saja yang dibacok. Gegerlah arena tontonan. Sementara Didu dilarikan ke Rumah Sakit, Rocky ditangkap polisi. Di sela-sela perawatan, Didu memang ngaku pernah kelepasan omong pada istrinya bahwa pernah tidur bareng sama Suwanti. Kalau tidur bareng kan malah nggak bahaya, kenapa dimasalahkan? (Gunarso TS)

ANTARA Rocky ,47, dan Didu , 44, sebetulnya bersahabat, wong ya bertetangga. Tapi gara-gara urusan menagih utang, jadi terkuak bahwa Didu sering menggoyang bini Rocky . Begitu cemburunya Rocky , Didulangsung dibacok saat pulang nonton orkes kroncong. Polisi mengusutnya. Utang itu hal lumrah di kalangan rakyat dan negara. Tapi gara-gara Pilpres, soal utang menjadi sensitif. Ada…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

chancer casino