NAH INI DIA: Tukang Kunci Jago Ngibul Kerjanya “Kencingi” TKW
DI KENDAL (Jateng) sebetulnya Arief Uyohono, 40, hanya jadi tukang servis kunci. Tapi karena pinter ngomong dan modal tampang, lewat FB dia mengaku pengusaha butuh modal dan kemudian bisa “kencingi” sejumlah TKI, termasuk trasnfer uang berjut-jut. Tapi pada akhirnya, si Arief Uyuhono jadi urusan polisi. Orang yang pintar ngomong, sebaiknya setelah punya diploma SH jadi pengacara saja. Ditambah ahli cari celah di pasal-pasal KUHP, pasti dicari klien, dan mulailah dia bisa kaya. Tapi banyak juga orang modal pintar ngomong menempuh jalan sesat, yakni malah jadi penipu. Ngibul sana ngibul sini, targetnya bisa merogoh kantong lawan biacaranya. Arif Uyuhono warga Sokerejo Kendal, termasuk lelaki yang pinter bicara. Cuma karena otak tak semahir mulutnya, akhirnya dia hanya bisa jadi tukang kunci. Jangan gagal paham. Tukang kunci itu beda dengan juru kunci makam keramat. Juru kunci tugasnya memandu orang berziarah, tukang kunci kerjanya bikin betul kunci macet atau bikin duplikatnya. Sesuai tuntutan zaman, meski hanya tukang kunci, sejak tahun 2016 Arief Uyuhono juga gemar main FB-an. Dari sini dia jadi banyak kenalan, termasuk TKI di Hongkong. Salah satunya adalah Prapti, 43, janda kelas emak-emak asal Temanggung. Tapi di jagad medsos Arief mengaku sebagai pengusaha, yang usahanya sedang berkembang. Bahkan kemudian Arief Uyuhono minta suntikan modal. Rupanya Prapti percaya, saat pulang ke Temanggung menyempatkan diri ketemu sang pengusaha. Di situ dia memberikan modal awal Rp 35 juta. Bahkan tak hanya suntikan modal, di sebuah hotel Prapti mau juga “disuntik” Arif Uyuhono pakai jarum ulang pakai karena dijanjikan hendak dinikahi. Maka sekembalinya ke Hongkong, lagi-lagi Prapti transver dana Rp 135 juta. Tapi rupanya Arief Uyuhono bukan hanya “nguyuhi” Prapti, para TKI Hongkong teman FB-an juga dijadikan sasaran penipuan. Semua diberi bonggol, lalu diporoti benggolnya. Sejak itu meski hanya tukang kunci, dia di kampungnya bisa beli sepeda motor baru, betuli rumah dan beli sawah. Tapi barang batil lama-lama batal juga. Beberapa hari lalu Prapti kembali ke Temanggung dan ketemu Arief Uyuhono lagi. Setelah “suntik-suntikan” di hotel baru Prapti menanyakan perkembangan usahanya, yang di foto-foto disebutkan semakin berkembang. Tapi ternyata Arif Uyuhono tak bisa menunjukkan mana pabriknya, mana pula kiosnya. Yang ada hanyalah gerobak kecil berisi alat-alat bengkel kunci, dari tank, kikir, kunci Inggris sampai gergaji besi. Tak terima sekian lama dikadali, Prapti lalu lapor polisi. Polisi Sukorejo bertindak, dan kemudian diketahui uang hasil tipu-menipu itu untuk beli sepeda motor, betuli rumah. Dalam pemeriksaan Arief Uyuhono mengakui bahwa sejumlah TKI sempat ditipunya, tapi tak sebanyak uang Prapti. Tak banyak, tapi semua “dikencingi” si tukang kunci. (Gunarso TS)
DI KENDAL (Jateng) sebetulnya Arief Uyohono, 40, hanya jadi tukang servis kunci. Tapi karena pinter ngomong dan modal tampang, lewat FB dia mengaku pengusaha butuh modal dan kemudian bisa “kencingi” sejumlah TKI, termasuk trasnfer uang berjut-jut. Tapi pada akhirnya, si Arief Uyuhono jadi urusan polisi. Orang yang pintar ngomong, sebaiknya setelah punya diploma SH jadi pengacara…
