NAH INI DIA: Direken Suami Outsourching Pelihara WIL menjadi Solusi
SETIAP suami ingin dominan di rumah. Tapi Siswanto, 37, tak bisa melakukannya, karena sumber ekonomi justru istrinya. Walhasil di rumah dia hanya direken suami outsourcing belaka. Demi obsesinya tersebut, Siswanto nekat pelihara WIL, karena di sini dia merasa lebih berharga dan dihormati sebagai lelaki. Jika karier istri lebih berkibar ketimbang suami, siap-siap saja suami hanya akan direken sebagai pejantan belaka. Keberadaannya hanya dibutuhkan sebagai pemuas libido semata. Maka tak mengherankan, banyak suami yang tak menyuport karier istri. Istri mau jadi kacab, malah diancam “Ya sudah, saya tak keluar saja, momong anak dan memasak di rumah.” Secara kasat mata, rumahtangga Siswanto – Heryani, 32, nampak bahagia. Tinggal di perumahan elit, punya mobil bagus, istri juga menjadi Kacab (Kepala Cabang) perusahaan cukup beken di Surabaya. Karenanya, secara ekonomi pasangan ini memang sudah mapan, meski sehari-hari pukul 23.00 baru bisa mapan turu (tidur) karena kesibukan kariernya. Sementara karier istri melejit, sebaliknya Siswanto di kantornya hanya jadi pekerja biasa. Katanya sarjana ekonomi, tapi ekonominya sendiri morat-marit. Memang begitulah faktanya. Jika tak ditopang oleh penghasilan istri yang lebih dari cukup, pastilah Siswanto hanya mampu mengajak tinggal istrinya di komplek BTN berdinding batako, buat parkir motor saja susah. Untungnya Heryani sebagai istri tak mau hanya mamah dan mlumah. Dia yang juga sarjana ilmu keuangan dan perbankan, mencoba melamar di bank. Ternyata kariernya bagus. Sekian lama naik jabatannya terus, bahkan dipromosikan sebagai Kacab. Dilapori istri akan kariernya yang meningkat, komentar Siswanto begitu dingin, “Ya sudah, saya tak keluar saja, momong anak dan masak di rumah.” Heryani tahu arah pembicaraan suami. Tapi sebagai wanita yang berjiwa keras, dia tak gentar oleh gertakan suami. Dan nyatanya, Siswanto juga tak jadi keluar dari kantornya. Cuma ya itu tadi, kini Heryani tak pernah mengandalkan uang dari suami. Gaji Siswanto dibiarkan untuk seneng dhewe (kebutuhan sendiri). Resikonya, kini di rumah Siswanto hanya direken seperti tenaga outsourching belaka. Dia dibutuhkan Heryani hanya untuk kebutuhan mencari kehangatan malam. Malah sama sekali tak kerja juga nggak apa, yang penting rajin mengasup madu dan telur mentah, sehingga gairahnya selalu mengerucut. Lama-lama jenuh juga Siswanto. Jadi kepala keluarga tapi hanya jadi pelengkap penderita. Kebijakan rumahtangga yang menentukan semuanya istri, dia tak punya hak angket dan hak tolak. Maka untuk mengisi hidupnya yang hampa, sengaja Siswanto pelihara WIL. Semua anggaran diambil dari gaji sendiri yang tak seberapa itu. Lama-lama perselingkuhan suaminya terpergoki juga olehnya. Tapi Heryani tak mau dimakan emosi. Dibiarkan saja keduanya masuk hotel. Cuma setibanya di rumah, langsung saja didonder. Begitu suami mengakui, ya sudah besok ke Pengadilan Agama urus perceraian. Dalam persidangan Siswanto mengaku, terpaksa punya WIL karena di rumah merasa tak dibutuhkan oleh istri. Padahal dia ingin ada sosok wanita yang merasa sangat memerlukan kehadirannya. Dan itulah WIL. Dan WIL kan bisa dijowal-jawil. (JPNN/Gunarso TS)
SETIAP suami ingin dominan di rumah. Tapi Siswanto, 37, tak bisa melakukannya, karena sumber ekonomi justru istrinya. Walhasil di rumah dia hanya direken suami outsourcing belaka. Demi obsesinya tersebut, Siswanto nekat pelihara WIL, karena di sini dia merasa lebih berharga dan dihormati sebagai lelaki. Jika karier istri lebih berkibar ketimbang suami, siap-siap saja suami hanya akan…
