NAH INI DIA: Suami Berselera Rendah Gadis Gendut Digoda Juga

TERNYATA Bunadi, 30, suami berselera rendah. Sudah punya bini cantik, masih suka godain gadis gendut bertampang pas-pasan. Keruan saja Deni, 28, selaku istrinya jadi nyap-nyap demi mengetahui Bunadi suka WA-nan dengan Tiwuk, 18, pelajar SMA itu. Dasar lelaki, dikasih beras mentik masih pilih tiwul,” kata Deni. Selera orang itu memang tidak sama, kadang tak masuk akal. Dalam mencari istri misalnya, kebanyakan lelaki mancari bini cantik nan seksi. Tapi ada juga pria yang pilih istri gendut. Alasannya macem-macem. Katanya, biar suaminya miskin tetap saja gemuk. Ada pula yang beralasan, dibuat teman tidur terasa anget selalu. Ny. Deni warga Medokan Semampir, Surabaya, secara umum tergolong cantik. Bodinya seksi pula, sehingga nampak sekel nan cemekel. Karena penampilannya tersebut, saat gadis dulu banyak yang mengajaknya berkoalisi. Bahkan ada pula kakek-kakek usia kepala enam ikut menaksir dirinya. Ketika si kakek kirim surat, langsung ditolak mentah-mentah. Ingat Mbah, umurmu berapa, nggak malu sama cucu. Tapi jawab si kakek genit ini enteng saja. “Jangan sombong nduk, itu Mahatir usia 92 tahun masih menang Pemilu dan jadi PM Malaysia lagi,” kata si kakek. Mungkin dia beranggapan, Pemilu kan identik dengan coblosan, dan dia masih merasa mampu nyoblos Deni. Itu semua sekedar cerita lama. Faktanya sekarang, dia menjadi istri Bunadi, yang proses perkenalan dan perkawinannya serasa kilat. Bayangkan, kenal hanya 2 bulan langsung mengajak naik ring. Katanya, takut keduluan lelaki lain. Ya sudah, karena Bunadi lelaki bonafid, meski belum tahu jeroan calon suaminya, Deni setuju saja. Ternyata kemudian, Bunadi ini termasuk lelaki pemakan segala. Yang cantik mau, yang jelek dan gendut pun tak menolak. Ada gadis tetangga di Medokan yang suka main ke rumahnya, namanya Tiwuk. Anehnya asal gadis itu datang, suaminya musti ikut nimbrung. Awalnya tak curiga. Dianggapnya itu sekedar tata pergaulan antar tetangga. Tapi ternyata, jika Deni tak menemani, Bunadi suka ngajak omong yang menjurus, ujung-ujungnya soal percintaan kawula muda. Deni baru tahu, ternyata suami termasuk lelaki berselera rendah. Di rumah punya istri cantik, tapi suka menggoda gadis gendut yang tampangnya pas-pasan. Ini kan sama saja di rumah ada beras rajalele, tapi masih mencari makanan tiwul. Deni baru nyap-nyap ketika menemukan kata-kata mesra suaminya untuk Tiwuk, di dalam WA. Langsung saja suaminya didonder, ditanyakan apa maksudnya ngrayu-ngrayu gadis. Memangnya dia mau pada lelaki yang sudah beristri. Apa jawab Bunadi?“Ya nggak apa-apa, kalau dia mau aku juga mau kok.” Ujarnya tanpa tedeng aling-aling. Mengingat mereka bertetangga, dicegahpun pasti akan selalu berhubungan. Ketimbang pusing, akhirnya Deni memilih membawa persoalan ini ke Pengadilan Agama, untuk mendaftarkan perceraian. Padahal biasanya, jika masalahnya hanya soal kecemburuan, pasti akan dinasihati untuk tidak bercerai. Cerai itu perbuatan halal yang sangat dibenci Nabi. (JPNN/Gunarso TS)

TERNYATA Bunadi, 30, suami berselera rendah. Sudah punya bini cantik, masih suka godain gadis gendut bertampang pas-pasan. Keruan saja Deni, 28, selaku istrinya jadi nyap-nyap demi mengetahui Bunadi suka WA-nan dengan Tiwuk, 18, pelajar SMA itu. Dasar lelaki, dikasih beras mentik masih pilih tiwul,” kata Deni. Selera orang itu memang tidak sama, kadang tak masuk akal.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *