NAH INI DIA: Dalam Kondisi Hamil Tua Masih “Layani” Eks Pacar

DALAM kondisi perut nambur (hamil tua) masih juga “melayani” kekasih lama, mungkin hanya Ny. Gati, 27, seorang. Ketika tahu, tentu saja Wiwoho, 30, sebagai suaminya marah besar. Tak ada solusi lain kecuali cerai. Maka lelaki malang ini segera mandaftarkan gugatan cerainya ke Pengadilan Agama Surabaya. Orangtua selalu mengingatkan, dalam kondisi hamil istri harus selalu menjaga diri. Hati-hati dalam bertindak, sebab itu bisa mempengaruhi bayi dalam kandungannya. Jangan suka mencela perilaku buruk atau kecacatan orang lain, sebab konon nantinya bisa berbalik pada anak kita sendiri. Ngeri kan? Ny. Gati dari Surabaya ini lain dari yang lain. Dalam kondisi perut laksana tambur Pramuka, eh…..dia malah pacaran lagi dengan bekas kekasihnya dulu. Tentu saja dilakukan diam-diam, di kala suaminya tak di rumah atau tidak tahu. Paling tidak, setiap ada kesempatan keduanya selalu WA-WA-nan, menumpahkan segala dendam rindunya. Kekasih lama Gati itu namanya Parjono, 28, temannya di SMA dulu. Keduanya sudah seia sekata dalam satu koalisi tinggal saatnya berdeklarasi. Tapi sayang orangtua Gati tak mau bermenantukan anak muda yang belum jelas nasibnya. Maka Gati lalu dipertemukan dengan Wiwoho, anak muda yang jauh lebih mapan. Dia kerja sebagai PNS dan sudah punya NIP pula. Otomatis hubungan kasih Gati-Parjono putus di tengah jalan. Setelah menikah dengan Wiwoho, kekasih lama Gati terlupakan sudah. Dia sibuk dengan urusan rumah tangganya. Dia harus mampu memberikan pelayanan sebaik-baiknya untuk suami tercinta, yang memang merupakan PNS karier dan bermasa depan. Ketika Gati mengandung anak pertamanya, tanpa sengaja dia ketemu dengan Parjono, yang katanya baru saja bercerai dengan istrinya. Mestinya kan sekedar ketemu saja, selesai. Tapi ini tidak, habis pertemuan terus nyambung telepon-teleponan. Tak enak dengan suami, Gati melakukannya dengan sembunyi-sembunyi. Ketika Wiwoho sering tugas luar kota dan seminggu sekali baru pulang, hal itu malah dijadikan peluang emas. Tanpa sungkan Parjono mengaku kangen dan mengajaknya kencan di hotel. Celakanya, Gati yang juga merasakan kesepian jauh dari suami, meladeni saja ajakan eks kekasihnya itu. Walhasil, dalam kondisi perut membuncit seperti gambar obat cacing , Gati tanpa sungkan melayani Parjono hubungan intim bak suami istri. Itu dilakukan berulang kali, yang orang Jawa mengistilahkan: nyepuh. Tapi yang “nyepuh” lelaki lain, bukan pihak yang berkompeten alias suami sendiri. Skandal ini terbongkar ketika HP Gati ketinggalan dan diangkat Wiwoho. Dikiranya yang menerima Gati sendiri, suara di seberang terus nyerocos dan merayu-rayu untuk kencan lagi di hotel. Wiwoho kini baru sadar bahwa selama ini dia dikempongi (dibohongi) oleh istri sendiri. Paling kurang ajar, kok bisa-bisanya itu lho, dalam kondisi hamil tua Gati masih melayani hubungan intim bekas kekasihnya dulu. Langsung Gati diinterogasi untuk menjawab sejumlah pertanyaan. Dia tak mampu mengelak, karena bukti suara dalam HP itu. Gati beralasan kesepian karena suami pergi keluar kota melulu. Tentu saja itu bukan alasan yang tepat, sehingga solusi dari Wiwoho hanya satu: bercerai. Tapi karena pihak Pengadilan Agama tak mengizinkan menceraikan istri dalam kondisi hamil, maka perkaranya dimoratorium dulu sampai bayi Gati lahir. Jangan-jangan Wiwoho selama ini cuma “generasi penerus”. (JPNN/Gunarso TS)

DALAM kondisi perut nambur (hamil tua) masih juga “melayani” kekasih lama, mungkin hanya Ny. Gati, 27, seorang. Ketika tahu, tentu saja Wiwoho, 30, sebagai suaminya marah besar. Tak ada solusi lain kecuali cerai. Maka lelaki malang ini segera mandaftarkan gugatan cerainya ke Pengadilan Agama Surabaya. Orangtua selalu mengingatkan, dalam kondisi hamil istri harus selalu menjaga diri.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *