NAH INI DIA: Polisi Pelayan Masyarakat Nyaris Dikeroyok Penduduk
SEBAGAI polisi yang melayani masyarakat, Pirngadi, 40, terpanggil untuk melacak kepergian istri teman yang minggat. Tapi sial, sasaran belum ditemukan, motor malah mogok. Saat Pirngadi hendak ambil motor yang dititipkan di rumah teman, tahu-tahu malah digerebek warga karena diduga selingkuh. Polisi itu pelayan masyarakat, sehingga harus ikhlas menolong setiap orang yang jadi korban kejahatan. Jika ada polisi minta duit untuk melacak tindak kriminal, itu pasti oknum. Tapi rakyat juga harus tahu, anggaran Polri itu tak sebanding dengan kebutuhan, jika tak mau disebut minim. Sekedar contoh, untuk pengamanan Pemilu 2014 ini Polri mengusulkan Rp 3,5 triliun, tapi oleh DPR hanya disetujui Rp 1 triliun. Terpaksa Jendral Sutarman nambahi Rp 600 miliar dari kas Polri. Betapa minimnya biaya operasional polisi, tercermin dari nasib Pirngadi yang bertugas di Polres Bantul. Sepeda motor yang jadi kakinya, sudah tua sehingga rawan mogok. Nah, dalam kondisi kendaraan tidak sehat itu diajak Pardi kawan lama dari Kulon Progo, untuk mencari istrinya yang minggat sejak 4 bulan lalu. Namanya juga teman, keduanya pun boncengan menuju daerah Pandasimo, pesisir Bantul. Tapi ternyata, pada alamat tersebut tak ditemukan ”buronan” yang dicari. Pirngadi – Pardi kembali ke Bantul, tapi di daerah Srandakan motor mogok. Untung ada teman lama di daerah itu, sehingga motor dititipkan ke rumah Bandi, warga Dusun Ngentak Desa Poncosari Kecamatan Srandakan. Hari berikutnya lagi Pirngadi baru sempat mengambilnya, itu pun dalam waktu yang tidak tepat. Karena kesibukan kerja polisi, Pirngadi baru sempat mengambil motor tersebut di rumah Agus, 40, sekitar pukul 21.00. Padahal di kala dia datang, si tuan rumah belum pulang karena masih nyopir. Yang ada hanya istrinya, yang kebetulan sedang nyaleg untuk DPRD Bantul. Tak jelas untuk partai apa dia menjajal jadi politisi. Ini yang jadi masalah. Sejumlah warga melihat ada tamu lelaki malam-malam, menduga akan berbuat selingkuh, karena suami Ny. Yanti, 36, sedang tak di rumah. Maka baru beberapa saat polisi ini masuk rumah, langsung digerebek. Warga yakin saja bahwa keduanya berbuat mesum. Andaikan Pirngadi tak sempat menakut-nakuti dengan pistolnya, kemungkinan besar warga sudah berbuat anarkis. Untung saja tak lama kemudian suami Yanti tiba di rumah. Dia menjelaskan bahwa tuduhan penduduk itu tidak benar. Pirngadi adalah teman lama di SD dulu, tak mungkin akan berbuat macem-macem. Warga pun bubar dengan sedikit malu. ”Jeneh mertamu dudu wayahe (salah sendiri, bertamu bukan waktunya),” kata salah satu penduduk mencari pembenaran. Namanya juga polisi, kapan saja pantes. (KR/Gunarso TS)
SEBAGAI polisi yang melayani masyarakat, Pirngadi, 40, terpanggil untuk melacak kepergian istri teman yang minggat. Tapi sial, sasaran belum ditemukan, motor malah mogok. Saat Pirngadi hendak ambil motor yang dititipkan di rumah teman, tahu-tahu malah digerebek warga karena diduga selingkuh. Polisi itu pelayan masyarakat, sehingga harus ikhlas menolong setiap orang yang jadi korban kejahatan. Jika…
