NAH INI DIA: 6 Tahun Bini Mesum di Kasur Diakhiri dengan Pisau Dapur
NAMA boleh Sabar, tapi jika 6 tahun istrinya, Muntari, 35, terus asyik masyuk di kasur bersama lelaki lain, bagaimana masih bisa sabar? Maka ketika ketemu PIL istrinya di rumah mertua, si Sabar (36) tak bisa lagi menahan kesabarannya. Pisau dapur pun langsung bicara, dan Pandoyo, 44, tewas di RS. Lagi-lagi faktor ekonomi bisa menjadi penentu keberlangsungan sebuah rumahtangga. Jika suami pengangguran, bagaimana bisa menghidupi anak istri. Padahal sebagi kepala rumahtangga, suami wajib mencari nafkah untuk keluarga. Bagi keluarga beriman, nganggurnya suami dianggap sebagai ujian. Tapi bagi istri yang imannya setipis selotip, suami tak punya gaji ya ditinggal kabur. Sabar warga Grogol, Sukoharjo, termasuk tak beruntung membina rumahtangga. Menjadi suami istri dengan Muntari sejak 10 tahun lalu, perekonomiannya tak kunjung membaik. Karena pekerja serabutan, tiap bulan selalu terjadi defisit anggaran. Untungnya sang mertua selalu memberikan dana talangan. Sebab tak tega jika mendengat tangisan cucu karena kelaparan. Tapi meski setiap bulan disubsidi mertua, tak juga membuat Sabar jadi sadar. Dia terus saja bergantung pada kebaikan pada mertua. Saking kesalnya Muntari, dia lalu kembali ke rumah orangtuanya di Mangkubumen, Solo. Maksudanya sebagai pengajaran, agar Sabar terpacu semangatnya untuk mencari nafkah. Tapi sesuai dengan namanya, Sabar tetap saja sabar menghadapi penderitaan ini. Hanya sesekali dia mencari istri dan anaknya ke Mangkubumen. Karena sama-sama kesepian, lama-lama Muntari dapat gebedan baru, Pandoyo, yang secara ekonomi lebih menjanjikan. Dia sering main ke rumah Muntari, ya rumah orangtuanya. Tapi ironisnya, orangtua Muntari juga tak menegur putrinya. Sepertinya memang terjadi pembiaran. Sekian lama pisah ranjang, Sabar masih tahan, wong namanya memang sabar. Tapi begitu mendengar bahwa selama ini Muntari punya PIL, rasa cemburunya terbakar. Bahkan menurut informasi, sudah 6 tahun dia menjalin hubungan. Wah, itu berarti sudah lama gawang Persis dibiarkan kebobolan terus menerus. Ini harus diambil tindakan tegas. Beberapa hari lalu dia mencari istrinya ke Mangkubumen. Eh, di situ memang pas ada Pandoyo. Melihat PIL istrinya yang pakai mobil, sementara dirinya hanya naik motor, jadi minder rasanya. Tapi api cemburunya makin membakar, meski hanya pakai areng, bukan gas melon. Tiba-tiba Muntari memanggilnya masuk, ada yang mau dibicarakan, katanya. Sabar pun masuk lewat dapur, sambil menyambar pisau dapur. Di ruang tamu, melihat Muntari duduk berdampingan dengan Pandoyo, emosinnya meledak. Dia langsung ngomel-ngomel, menuduh Pandoyo sebagai pebinor. Ngarani kok waton nyata (menuduh sesuai fakta) menjadikan Pandoyo ikutan emosi. Mereka pun adu mulut, sampai kemudian Sabar menyabetkan pisaunya ke perut Pandoyo, jleb! Mertua yang mencoba melerai juga kena sabetan. Pandoyo pun dilarikan ke RS terdekat, tapi tak tertolong lagi. Sabar yang tadinya ikut mengantar ke RS, melihat Pandoyo meninggal jadi ketakutan, langsung kabur ke Semarang. Tapi beberapa hari kemudian berhasil ditangkap dan dibawa ke Solo. Dalam pemeriksaan dia mengaku cemburu berat, karena ternyata sudah 6 tahun istrinya diselingkuhi lelaki lain. Enam tahun kok baru tahu, memanya nggak berasa? (gunarso ts)
NAMA boleh Sabar, tapi jika 6 tahun istrinya, Muntari, 35, terus asyik masyuk di kasur bersama lelaki lain, bagaimana masih bisa sabar? Maka ketika ketemu PIL istrinya di rumah mertua, si Sabar (36) tak bisa lagi menahan kesabarannya. Pisau dapur pun langsung bicara, dan Pandoyo, 44, tewas di RS. Lagi-lagi faktor ekonomi bisa menjadi penentu keberlangsungan…
