NAH INI DIA: Bermodal ‘Pil Pintar’ Gauli Keponakan dan Anak Tiri

INI kelakuan bejat seorang paman dari Sampit (Kalteng). Dengan alasan diberi suplemen “pil pintar”, dua ABG terdiri dari ponakan dan anak tiri, dalam kondisi tidur digauli selama berbulan-bulan. Tapi akhirnya terbongkar juga, sehingga Priyanto, 40, yang celamitan itu kini jadi terdakwa di PN Sampit. Program “listrik pintar” berhasil mendidik pelanggan PLN untuk berhemat dalam urusan setrom. Kalau butuh strom tinggal beli pulsa sistem token. Jika tidak butuh, biarkan saja meteran di rumah bunyi tit tit tit…..tanpa henti. PLN pun enak, tak perlu segel atau cabut meteran. Juga tak perlu menggaji pencatat meter, karena prinsipnya: ada duit pelanggan gua (PLN), tak ada duit silakan bergelap-gelap. Tapi di Sampit (Kalteng), seorang bapak bernama Priyanto, sepertinya terilhami program PLN tersebut. Jika sekarang ada “listrik pintar”, dia pun meluncurkan program “pil pintar” dengan konsumen ponakan dan anak tiri sendiri. Setiap menjelang tidur, ABG bernama Ela, 15, dan Norma, 14, dibeli pil tidur yang disebutnya sebagai “pil pintar”. Nah, dalam kondisi terkantuk-kantuk itulah dua ABG digauli secara bergantian. Meski pekerjaan sehari-harinya hanya bengkel sepeda motor, tapi Priyanto ini soal urusan selangkangan maju banget. Meski ada istri yang siap memberi pelayanan 24 jam untuk Urusan Gawat Darurat (UGD) Syahwat, masih juga cari pelampiasan ke tempat lain yang dinilai lebih maknyusss….. Di rumahnya ada tinggal anak tiri dan ponakan. Dalam usia ABG, baik Ela maupun Norma di matanya sangat menggamit rasa merangsan pandang, sehingga layak digoyang. Padahal ibarat buah mangga, kedua ABG ini masih terlalu asem, pelok (tempurung)-nya juga masih empuk. Tapi karena kadung didominasi setan, asem-asem segerrrrr jugalah! Ketika mau berangkat tidur, Priyanto suka memberikan pil tidur yang disebutnya sebagai “pil pintar”. Katanya, dengan minum pil itu akan menjadi cerdas daya pikirnya. Di sekolah dengan mudah bisa menjawab segala pertanyaan pak/bu guru kelas. “Jangan taunya hanya jenis ikan-ikanan gara-gara mau dapat sepeda,” kata Priyanto. Ela dan Norma sama sekali tak tahu bahwa yang diberikan paman atau ayah tirinya itu pil tidur. Makanya tanpa curiga diminum saja. Padahal setelah minum obat itu jadi terasa ngantuk sekali. Digerayangi dan digauli Priyanto sama sekali tidak sadar, tahu-tahu skor sudah 1-0. Hal itu terjadi berulang kali. Sekali waktu dalam kondisi setengah sadar Ela memberikan perlawanan, tapi karena kalah kuat dan rosa-rosa macam Mbah Marijan, akhirnya tercetak juga gol lewat tendangan duabelas pas. Sejak itu kelakuan bejat Priyanto mulai terungkap. Awalnya Elan dan Norma saling curhat tentang “pil pintar” itu. Begitu mengalami nasib yang sama, keduanya memberanikan diri mengadu pada ibu kandung masing-masing. Dari sinilah polisi mulai menelisik, sehingga akhirnya dewasa ini Priyanto duduk jadi terdakwa dalam sidang di PN Sampit. Tapi dalam persidangan, omongan Priyanto mencla-mencle macam politisi. Sekali waktu mengakui telah menodai Ela maupun Norma. Tapi dalam persidangan lain bilang, hanya sekedar di raba-raba. Pengacaranya sampai bingung, padahal jika terdakwa ngaku terus terang, hukumannya bisa diperingan. Biar lebih ringan, tetap saja masuk penjara? (Gunarso TS)

INI kelakuan bejat seorang paman dari Sampit (Kalteng). Dengan alasan diberi suplemen “pil pintar”, dua ABG terdiri dari ponakan dan anak tiri, dalam kondisi tidur digauli selama berbulan-bulan. Tapi akhirnya terbongkar juga, sehingga Priyanto, 40, yang celamitan itu kini jadi terdakwa di PN Sampit. Program “listrik pintar” berhasil mendidik pelanggan PLN untuk berhemat dalam urusan setrom.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *