NAH INI DIA: Wajah Jadi Simpang Siur Karena Penyakit Subita

FERDINAND, 19, memang terlalu berani. Lihat bini tetangga yang cantik, Ny. Nanik, 25, penyakit “subita”-nya langsung kambuh. Pas Andi Arifin, 30, tak di rumah,  bini tetangga itu disergap dan diperkosanya. Tapi minggu berikutnya, Nanik mengadu ke suaminya, bla bla bla. Tak ayal Ferdinand dihajar sampai wajahnya simpang siur. Penyakit “subita” belum dikenal di dunia kedokteran. Padahal jika sudah sampai stadium 4, sama bahayanya buat lingkungan dan tetangganya. Lho kok tetangga? Iya lah, karena penyakit “subita” itu adalah: suka sama bini tetangga! Jika sekedar suka saja tak masalah, tapi jika sampai berusaha untuk ikut memiliki dan menikmati, ya bahaya. Sejak kali pertana kenal tetangga barunya di  Ponojiwo Kabupaten Lumajang (Jatim), Ferdinand memang langsung tertarik pada bini Andi Arifin ini. Di samping cantik dan seksi, Ny. Nanik sangat ramah. Maka melihat lenggang lenggok perempuan tetangga baru itu otak Ferdinand langsung ngelantur ke mana-mana. Belum-belum Ferdinand membayangkan, betapa asyiknya punya bini model Nanik, tentu jadi betah di rumah, kalau perlu sarungan melulu. Hati nurani Ferdinand pun nengingatkan, memangnya sebagai kepala keluarga nggak kerja? Maksudnya kerja mencari nafkah buat keluarga, bukannya ngerjai bini! Demikianlah, dorongan setan ternyata mengalahkan hati nurani, sehingga ketika suatu saat Andi Arifin tak di rumah, Ferdinand langsung menyelinap ke kamar keluarga muda itu. Ny. Nanik yang sedang tidur siang di kamarnya langsung saja dicemplak dengan ancaman. Tahu-tahu skor 1-0. Karena ancaman itu pula, Nanik tak segera melaporkan kekurang-ajaran pemuda tetangganya itu pada suami. Takutnya jadi bocor ke mana-mana, karena dia tahu sendiri bahwa Andi Arifin suaminya itu gampang emosi. Sedikit-sedikit mau lapor polisi, kenapa lapor polisi cuma sedikit? Tapi meski diam, tapi perilakunya sehari-hari tak bisa dicolong. Sebab Nanik jadi pendiam, wajah selalu bermuram durja seperti PNS golongan kecil di tanggal tua. Maka Andi Arifin pun jadi curiga, sehingga menanyakan apa gerangan yang terjadi? Awalnya Nanik tak mau ngaku, tapi setelah didesak, akhirnya cerita juga bla bla bla……… Sesuai karakter Andi Arifin, dia langsung mencak-mencak dan mencari-cari Ferdinand. Kebetulan si “menus elek” itu sedang ngobrol di rumah tetangga yang lain. Langsung saja “ditemu kuwuk”, tanpa tanya ba bi bu lagi anak muda koplak tukang cemplak itu langsung dihajar. Untung saja Ferdinand ditolong sama tetangganya, dan dilarikan ke rumah sakit terdekat, sementara Andi Arifin dilaporkan ke Polsek Pronojiwo. Dalam pemeriksaan dia mengaku emosi begitu mendengar istrinya diperkosa anak muda tetangga. Biar emosi, tapi nggak boleh persekusi. (Gunarso TS)

FERDINAND, 19, memang terlalu berani. Lihat bini tetangga yang cantik, Ny. Nanik, 25, penyakit “subita”-nya langsung kambuh. Pas Andi Arifin, 30, tak di rumah,  bini tetangga itu disergap dan diperkosanya. Tapi minggu berikutnya, Nanik mengadu ke suaminya, bla bla bla. Tak ayal Ferdinand dihajar sampai wajahnya simpang siur. Penyakit “subita” belum dikenal di dunia kedokteran.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *