NAH INI DIA: Harta Kadung Habis-habisan Cuma jadi “Generasi Penerus”
DEMI anak, Arif Uyuhono, 41, tega ceraikan istri pertama. Istri kedua, sebulan nikah sudah hamil. Tapi sebelum persalinan, Ny. Tatik, 30, kabur dengan menggondol harta pemberian suami. Ternyata, Arif hanya dijadikan “generasi penerus” karena kehamilan itu hasil karya pacar lama Tatik. Demi keturunan, pasangan suami istri siap melakukan apa saja. Ada yang terpaksa poligami, ada pula yang tega menceraikan istri pertama. Tapi ada pula yang pilih-pilih tebu. Soalnya karena istri keduanya ternyata justru merugikan, sementara bayi yang dikandungnya juga bukan merupakan maha karya seorang suami. Arif Uyuhono adalah salah satu lelaki malang tersebut. Menikah 12 tahun dengan Heni, hasilnya hanya keringetan doang setiap malam. Kata dokter, istrinya memang mandul. Walhasil jika ingin punya keturunan harus mencari istri lain. Sebetulnya Arif Uyuhono tak tega menceraikan istrinya. Tapi Heni sendiri yang rela mengalah. “Daripada saya dipoligami, mending kamu ceraikan saja,” kata istrinya. Ketika sudah dapat mitra koalisi, Heni pun diceraikan dan dikembalikan kepada ayah bundanya, wouwoooo…..! Selanjutnya Arif Uyuhono mempersiapkan perkawinannya melawan Tatik penyanyi klub malam. Calon istri pengganti ini memang cantik, seksi menggiurkan. Sekel nan cemekel pokoknya, bikin nafsu Arif cepat mengerucut! Merasa tak salah pilih, tantangan Tatik untuk segera menikahi, langsung diterima. Kejar tayanglah. Sebulan kenal langsung naik ring, dan Tatik siap untuk dijap, diswing dan uper cut oleh Arif Uyuhono yang telah resmi jadi suaminya. Namanya juga pengantin baru, dalam seminggu Arif Uyohono ini bisa menyelesaikan beberapa ronde. Sebulan menjadi istrinya, ternyata Tatik sudah positif hamil. Bahagia sekali hati Arif Uyuhono yang jadi pejabat di Pemda Jatim itu. Dengan alasan tak nyaman tinggal di rumah lama yang ada jejak-jejak istri pertama, Tatik minta dibelikan rumah baru dengan atas namanya. Demi istri dan anak yang bakal dilahirkan nanti, Arif Uyuhono mengiyakan saja. Demi istri yang keduanya itu, Arif Uyohono telah membelikan mobil, rumah, termasuk juga sejumlah perhiasan. Makmur sekali Tatik jadi bini pejabat birokrat. Bila dulu kerja di klab malam harus banyak begadang, kini sekarang dia banyak di rumah, karena tugasnya memang hanya mamah karo mlumah. Ketika kandungan di perut Tatik sudah 7 bulan, langsung di-USG, hasilnya diketahui bahwa bayi itu berkelamin lelaki. Maka Arif Uyuhono menyiapkan sejumlah alternatif nama, ada; Fadli Hamzah, Fahri Zon, atau Dhani Warisman. Arif memang berharap anaknya itu nanti bisa jadi anggota DPR tahun 2050-an. “Terkenal boleh, tapi jangan nyinyir saja, Mas.” Kata Titik sambil ngelus-elus perutnya. Tapi ternyata harapan tinggal harapan. Sebab tepat di bulan ke-9 kehamilan Tatik, istrinya itu kabur dengan membawa aset pemberian Arif Uyuhono. Rumah pemberian itu sudah dihuni orang lain. Kabarnya dia kabur bersama kekasihnya dulu. Yang bikin Arif Uyuhono sangat kecewa, bayi di kandungan Tatik kemungkinan bukan maha karya dirinya. Coba, bagaimana Arif Uyuhono tak jengkel, sebagai suami ternyata dia hanya dijadikan “generasi penerus” belaka. Ibarat makanan, kalau sudah meteng dibagehi. (JPNN/Gunarso TS)
DEMI anak, Arif Uyuhono, 41, tega ceraikan istri pertama. Istri kedua, sebulan nikah sudah hamil. Tapi sebelum persalinan, Ny. Tatik, 30, kabur dengan menggondol harta pemberian suami. Ternyata, Arif hanya dijadikan “generasi penerus” karena kehamilan itu hasil karya pacar lama Tatik. Demi keturunan, pasangan suami istri siap melakukan apa saja. Ada yang terpaksa poligami, ada pula…
