NAH INI DIA: Sakit Parah Ditinggal Mesum Busro Pilih Gantung Diri

LELAKI paling malang se Kediri (Jatim) mungkin hanyalah Busro, 37, warga Kayen Kidul. Menderita sakit terlalu lama, menjadikan istrinya, Pami, 30, kesepian sekali. Dia pun lalu selingkuh dengan lelaki lain. Hancur hati Busro dibuatnya. Ketimbang dikhianati, dia memilih mati gantung diri saja. Sehat itu mahal, karenanya orang berebut ikut BPJS Kesehatan. Sebab jika terlanda penyakit berat tapi dana tak ada, bisa kehilangan nyawa bisa kehilangan pekerjaan, bahkan keluarga. Bayangkan jika kepala keluarga itu sakit parah, bagaimana dia bisa mencari nafkah buat keluarga? Efeknya bisa ke mana-mana. Busro warga Kecamatan Kayenkidul, Kabupaten Kediri, bekerja pada perusahaan swasta. Malang tak dapat ditolak, untung tak bisa diraih; dia tiba-tiba menderita sakit serius. Sudah berbulan-bulan dirawat dan pakai “orangtua” segala, penyakitnya tak kunjung sembuh. Akhirnyua Busro di-PHK dengan pesangon ala kadarnya. Hal itu menjadikan penyakit Busro semakin parah, karena ada beban baru dalam pikirannnya, bagaimana untuk makan sehari-hari keluarganya. Kebetulan Pami istrinya juga perempuan rumahan, tahunya mamah karo mlumah. Ketika sumber rejekinya mampet, bisanya hanya utang sana utang sini, padahal tak ada bayangan untuk bisa membayarnya. Paling parah, karena sakitnya yang parah itu, Busro tak bisa menjalankan tugas sebagai suami. Jadi meskipun bininya cantik dan menjanjikan, ibarat kata wastra lungsed ing sampiran (barang bagus dianggurkan). Bagaimana dia bisa pamerkan “tenaga kuda”, wong untuk bangun saja kekurangan tenaga. Pami masih muda dan enerjik. Soal isi perut dia masih bisa minta bantuan sanak saudara. Tapi yang di bawah perut? Ini yang menjadi problem multi dimensi. Kebetulan dia lalu ketemu kenalan lama, yang sangat memahami kesulitan Pami. Lelaki itu kemudian suka memberikan uang untuk sekedar meringankan beban ekonomi. Tapi teman lama itu memang bukan kantor sosial, yang membantu tanpa pamrih. Istilah sekarang: tak ada makan siang gratis. Lama-lama si sahabat itu minta imbalan istimewa. Kasarnya budi itu minta dibalas bodi. Karena Pami selama ini juga sangat kesepian. Serangan-serangan menjurus sang sahabat itu tak bisa ditangkisnya. Akhirnya, Pami melayani di ranjang bak suami sendiri. Lama-lama Busro dengar kabar itu, tentu saja dia cemburu. Dia mencona klarifikasi pada istrinya, tapi hasilnya malah ribut. Seakan-akan Pami menyalahkan, kenapa sakit kok berkepanjangan? Sakit beneran, atau niru Setya Novanto? Hancur hati Busro. Makin hancur lagi ketika belakanan sakitnya tak diurus lagi karena dia subuk dengan gendakannya. Tak tahan dengan penderitaan seperti ini, Busro memilih jalan pintas, mati dengan cara gantung diri. “Ini kan yang mama mau? Ya sudah puas-puaskan saja selingkuhmu itu.” Kata Busro dalam surat wasiatnya. Pami hanya bisa menyesal dan merasa berdosa, tapi nyawa suaminya tak mungkin bisa dikejar. Suami merintih sakit, Pami merintih keenakan…… (JPNN/Gunarso TS)

LELAKI paling malang se Kediri (Jatim) mungkin hanyalah Busro, 37, warga Kayen Kidul. Menderita sakit terlalu lama, menjadikan istrinya, Pami, 30, kesepian sekali. Dia pun lalu selingkuh dengan lelaki lain. Hancur hati Busro dibuatnya. Ketimbang dikhianati, dia memilih mati gantung diri saja. Sehat itu mahal, karenanya orang berebut ikut BPJS Kesehatan. Sebab jika terlanda penyakit berat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *