NAH INI DIA: Sepeda Motor Milik WIL Dijual Kepada Istri Sendiri
JALAN pikiran Wardani, 32, benar-benar kacau balau. Istrinya, Sriyatun, 28, sampai pisah rumah, karena Wardani punya WIL. Tapi pada WIL sendiri, Wardani tega menipu juga. Sepeda motor Murni, 30, dicolong pakai kunci duplikat, dan kemudian dijual murah pada istri sendiri. Akhirnya Wardani jadi urusan polisi. Orang bijak mengatakan, penganggur itu jadi bantalnya setan. Karena tak ada pekerjaan, pikirannya jadi macem-macem, membayangkan hil-hil yang mustahal. Nah, di sinilah setan lalu menyusup dan jadi provokator. Dia memberi solusi yang menyesatkan. Makanya, hindari jangan sampai jadi penganggur, baik yang terbuka maupun tertutup. Wardani yang tinggal di Sleman, DI Yogyakarta, termasuk penganggur setengah terbuka setengah tertutup. Dikatakan nganggur, kadang-kadang dapat pekerjaan. Tapi dikatan bekerja, juga sering di rumah saja. Maka tetangga menyebut Wardani ini bekerja di PT Tempo. Bukan Tempo perusahaan obat atau majalah, tapi maksudnya: tempo tempo kerja, tempo-tempo nganggur. Namun uniknya, meski penghasilan tak jelas, berani-beraninya dia punya WIL. Padahal makan sehari-hari bersama anak istri saja sering dibantu mertua. Jadi Wardani ini termasuk lelaki yang selalu optomis menghadapi hari depan. Meski besuk belum tentu makan apa, dia berani saja bawa-bawa cewek ke sana kemari. Padahal yang namanya pacaran, itu termasuk proyek padat modal. Anggaran itu harus diambil dari dana operasional sehari-hari, tak boleh ambil dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Dapur). Ceritanya kini Wardani sedang punya WIL bernama Murni, yang tinggal di Banguntapan, Bantul. Gara-gara punya PIL tersebut keluarganya makin tak terurus. Sebab dana serupiah dua rupiah yang mestinya bisa dibawa pulang ke rumah, justru dialokasikan untuk bersenang-senang bersama PIL-nya. Katanya sih, ini bentuk keberpihakan. Lama-lama ketahuan juga skandal Wardani, sehingga ribut dengan istri. Dia diomeli habis-habisan. Kerja saja nggak bener, kok macem-macem. Jika susah cari kerja di Yogya, ya ke Jakarta kek. Di sana bisa kerja apa saja. Sekarang yang prospeknya sedang bagus-bagusnya adalah menjadi pedagang K-5. Jualan di jalan raya pun dibolehkan. Bahkan jalan raya ditutup untuk memanjakan pedagang K-5. “Sampeyan ngasong saja di Jakarta. Siapa tahu nanti Thamrin-Sudirman juga ditutup untuk pedagang K-5,” kata Sriyatun, entah memberi semangat atawa nglulu. Karena sudah muak akan kelakuan suaminya, Sriyatun memilih pisah ranjang. Wardani yang kena “embargo” di rumah, jadi semakin asyik dan lengket pada WIL-nya itu. Sampai kemudian timbul niat jahatnya, untuk membawa lari sepeda motor Murni yang biasa dipinjamnya. Diam-diam kuncinya digandakan. Nah, saat Murni lengah bawa sepeda motornya, langsung diambil dan dibawa pulang. Uniknya, Wardani bukan menjual kepada penadah, tapi justru kepada istri sendiri, yang dibiayai orangtuanya. Harganya cuma Rp 2 juta. Begitu murah memang, karena katanya tarikan kredit macet. Surat-surat menyusul, begitu kata Wardani. Tak dinyana tak diduga, WIL Wardani menemui Sriyatun, untuk klarifikasi hubungan dengan suaminya. Intinya, akan diselesaikan secara damai melalui sebuah tim. Yang Murni jadi kaget, kok sepeda motor miliknya yang hilang itu justru ada di rumah Sriyatun? Usut punya usut, memang Wardanilah biang keroknya. Tak peduli lelaki ini kekasihnya, langsung saja dilaporkan ke Polsek Banguntapan dan Wardani ditangkap. “Saya nyolongnya pakai kunci duplikat,” kata Wardani pada polisi. “Kunci” gombyokmu sendiri geratakan ke mana-mana! Payah! (KR/Gunarso TS)
JALAN pikiran Wardani, 32, benar-benar kacau balau. Istrinya, Sriyatun, 28, sampai pisah rumah, karena Wardani punya WIL. Tapi pada WIL sendiri, Wardani tega menipu juga. Sepeda motor Murni, 30, dicolong pakai kunci duplikat, dan kemudian dijual murah pada istri sendiri. Akhirnya Wardani jadi urusan polisi. Orang bijak mengatakan, penganggur itu jadi bantalnya setan. Karena tak ada…
