NAH INI DIA: Suami di Pengeboran Minyak Istri `Dibor` Oknum Guru
AGAKNYA Ny. Norma, 32, memang perempuan haus asmara. Dalam kondisi hamil muda, malah bermain serong dengan oknum guru SMP di kotanya. Ironis sekalilah jadinya. Di kala suami bekerja di pengeboran minyak lepas pantai, eh dia sendiri malah lepas baju “dibor” Pak Guru pemegang mapel PKN. Jika politisi harus loyal pada partai, maka istri harus lebih loyal pada suami. Dia harus mampu membahagiakan suami dalam berbagai medan, baik di rumah maupun dalam tata pergaulan. Jika ada istri yang malah membiarkan dirinya digauli orang lain, itu jelas perempuan terkutuk. Allah Swt pun telah mengingatkan dalam surat Anisa ayat 4: …. maka wanita-wanita yang shalih itu ialah yang taat lagi memelihara (dirinya dan harta suaminya) dikala suaminya tidak ada sebagaimana Allah telah memeliharanya…. Ny. Norma dari Palmatak Kabupaten Anambas (Riau), rupanya tergolong wanita seperti itu. Suami tak di rumah malah dijadikan peluang untuk memanjakan dirinya dalam tataniaga asmara. Diam-diam dia malah punya PIL, Hirlan, 40, seorang guru PKN. Dalam arti resmi, PKN itu kan berarti: Pendidikan Kewarganegaraan. Tapi bagi Hirlan, itu malah diartikan sebagai: Pria Kekasih Norma. Yang menarik sekaligus unik, Norma dewasa itu dalam kondisi hamil muda. Mestinya dia kan harus menjaga agar janin itu tumbuh sehat, sehingga pada saatnya nanti bisa menjalani persalinan normal, tidak perlu pakai sistem Yulius Caesar. Tapi yang terjadi justru dia yak-yakan (ke mana-mana) demi memuaskan gairah asmara. Maklum, sejak suaminya banyak bekerja di pengeboran lepas pantai, dirinya menjadi semakin jarang memperoleh pasokan kehangatan malam. Tak kalah uniknya adalah kelakuan Hirlan selaku PIL Norma. Di rumahnya, dia punya istri juga dalam kondisi hamil tua, sehingga sudah jarang “mendekati”. Di sinilah kemudian terjadi simbiosis mutualis (saling menguntungkan). Ibarat Ilmu Perdagangan, Hirlan yang sudah lama tak bisa memasarkan produknya, ketemu pasar yang sudah lama kehabisan stok barang. Itulah yang terjadi kemudian. Di kala suaminya bekerja di pengeboran minyak lepas pantai, Norma malah lepas baju ”dibor” Pak Guru Hirlan. Ironisnya, oknum guru ini sama sekali tidak merasa berdosa. Padahal sebagai guru, segala pekertinya kan harus bisa digugu dan ditiru, kok malah setiap hari Minggu berbuat saru (porno). Lama-lama keintiman non suami istri ini tercium oleh para tetangga. Mereka malu dan marah, karena kampungnya dijadikan ajang aksi mesum. Maka belum lama ini warga sepakat menggerebek pasangan yang sedang dilanda asmara seperti rusa-nya Tety Kadi itu (lagu pop tahun 1967-an – Red). Di kala menikmati udara tanpa busana, akan tetapi datanglah tiba-tiba sejumlah warga yang mengintai, mereka lalu menggerebek keduanya, malulah si Norma yang betinaaaa…… Keduanya segera dibawa ke Polsek Palmatak. Dalam pemeriksaan baik Hirlan maupun Norma mengakui punya masalah yang sama, yakni sama-sama kesepian. Kini yang bingung bukan saja suami Norma, tapi juga warga sendiri. Soalnya, bila demikian kisahnya, lalu anak yang dikandung Ny. Norma itu sebetulnya anak siapa? Tanyakan saja pada rumput yang bergoyang, ho ho ho….ho ho ho. (RP/Gunarso TS)
AGAKNYA Ny. Norma, 32, memang perempuan haus asmara. Dalam kondisi hamil muda, malah bermain serong dengan oknum guru SMP di kotanya. Ironis sekalilah jadinya. Di kala suami bekerja di pengeboran minyak lepas pantai, eh dia sendiri malah lepas baju “dibor” Pak Guru pemegang mapel PKN. Jika politisi harus loyal pada partai, maka istri harus lebih…
