NAH INI DIA: Selesaikan Masalah di Hotel Malah Menjadi Masalah
SUDAH dibilangi, yang bisa menyelesaikan masalah tanpa bermasalah itu hanya Pegadaian, eh ….. Kastono, 39, nekad. Istri tetangga dibawa ke kamar hotel dengan alasan untuk menyelesaikan masalah. Tentu saja suami Yanti, 38, tidak terima. Tengah asyik-asyiknya berasyik masyuk, digerebek! Sudahlah, kita harus percaya bahwa yang bisa menyelesaikan masalah tanpa bermasalah itu hanya Kantor Pegadaian. Saat kepepet butuh, perhiasaan, kendaraan sepeda motor atau mobil, bisa juga digadaikan. Bila belum ada duit, cukup bayar bunganya saja. Tapi awas, bila sudah jatuh tempo telat kirim bunga atau menebusnya sekalian, barang itu bisa bur alias hilang, karena dilelang oleh pihak Pegadaian. Nah, Kastono ini bekerja sebagai guru SMP, tak ada hubungannya dengan kantor Pegadaian. Tapi ketika Ny. Yanti tetangganya punya masalah, berusaha menyelesaikannya di dalam hotel. Tentu saja suaminya curiga. Penyelesaian model apa ini. Maka bersama sejumlah warga, kamar hotel itu digerebek. Ternyata Kastono – Yanti memang sedang bermasalah, keduanya ditemukan satu kamar berdua-dua bagaikan Rama dan Sinta. Sebagai guru, Kastono memang sangat dihormati warga di kampungnya, Prajekan Kecamatan Prajekan, Situbondo. Karenanya saat dia sering main ke rumah Yanti tetangganya, warga mendiamkan saja, karena sungkan. Padahal kunjungan Kastono yang di saat suami tak di rumah, layak untuk dicurigai. Apa lagi setelah tahu, mereka ini sebelumnya adalah pasangan kekasih yang gagal naik pelaminan. Kastono memang asal dari kampung itu. Dasar sedang milik, kekasih lama yang diambil orang itu kok tahu-tahu beli rumah sekampung dengannya. Ini kan sama saja seporti orang ngantuk disorong bantal. Dan memang itulah yang terjadi kemudian. Di kala suami Yanti tak di rumah, berulangkali Kastono menggauli Yanti bak istri sendiri. Namanya juga barang colongan, tentu saja rasanya sangat berbeda. Sangat bikin deg-degan, tapi sangat nyaman di bawah lambung! Wagiso, 40, sama sekali tidak tahu bahwa Yanti istrinya punya jaringan khusus dengan Kastono. Dan dia juga tak tahu bahwa selama ini teman sekelas saat di SMA itu ternyata suka ”nyempil” (minta bagian) milik istrinya. Dia baru ngeh ketika diberi tahu tetangga. ”Tapi sampeyan jangan langsung percaya, mending diselidiki sendiri, benar tidak omongan saya,” kata sang pemberi info. Beberapa hari lalu Yanti pamitan mau ke rumah famili. Wagiso mengizinkan, tapi diam-diam dia membuntuti dari jarak jauh. Ternyata kemudian ketemu Kastono. Setelah menitipkan motornya ke parkiran RSU Abdulrahim, Kastono memboncengkan Yanti menuju daerah Kendit. Ternyata kemudian keduanya chek in ke sebuah hotel. Tentu saja Wagiso menjadi yakin bahwa istrinya mulai nggak bener. Masuk hotel bersama lelaki lain untuk apa, hayo? Wagiso segera kontak keluarga dan tetangganya. Bersama-sama mereka menggerebek kamar hotel itu. Ternyata benar, Yanti – Kastono ada di dalam. Tetapi Pak Guru ini cukup lincah, dia sempat kabur menyelamatkan diri. Tapi Wagiso yang tahu tempat parkir sepeda motornya, segera mencegatnya di RSU. Benar saja, Kastono berhasil ditangkap di tempat itu. Selanjutnya Kastono – Yanti diserahkan ke Polsek Kendit. Dalam pemeriksaan Kastono mengaku, membawa Yanti ke hotel murni untuk menyelesaikan masalah, tidak ada motif lain. Apa lagi yang namanya hubungan intim, wong Yantinya juga sedang ada tamu bulanan. ”Kami kan bertetangga, apa salahnya saya membantu menyelesaikan masalahnya?” kata Kastono cari pembenaran. Menyelesaikan masalah kok malah jadi masalah, dimarahi Pegadaian lu. (DC/Gunarso TS)
SUDAH dibilangi, yang bisa menyelesaikan masalah tanpa bermasalah itu hanya Pegadaian, eh ….. Kastono, 39, nekad. Istri tetangga dibawa ke kamar hotel dengan alasan untuk menyelesaikan masalah. Tentu saja suami Yanti, 38, tidak terima. Tengah asyik-asyiknya berasyik masyuk, digerebek! Sudahlah, kita harus percaya bahwa yang bisa menyelesaikan masalah tanpa bermasalah itu hanya Kantor Pegadaian. Saat…
