NAH INI DIA: Malu Ketahuan Selingkuh Mundur Dari Rumahtangga

POLITISI yang jadi “politikus” perlu niru sikap Ny. Murni, 34, dari Deli Serdang (Sumut). Wanita beranak tiga ini setelah ketahuan selingkuh dengan Kencuk, 38, eks pacar, siap mundur dari ibu rumah tangga alias minta cerai. “Kalau Gimun, 40, tak juga menceraikanku, aku akan menggugat cerai,” katanya tegas. Mungkin niru Nurdin Halid dulu, yang jadi napi masih mimpin PSSI, kini Ratu Atut Khosiah yang sudah dijebloskan ke Rutan Pondok Bambu, tak juga mau mundur dari jabatan Gubernur Banten. Dia rupanya berfikir, apa sulitnya mimpin pemerintahan di balik terali besi? Tinggal pencet HP, perintah sana perintah sini, semuanya beres. Masalahnya, apakah tahanan dan napi masih dibolehkan pegang telepon seluler? Lalu, kalau persetujuan proyek, tekennya bagaimana, hayo? Ratu Atut rupanya perlu belajar dengan Murni, warga Deli Serdang. Merasa tak mampu lagi mengendalikan rumahtangga gara-gara terlibat perselingkuhan, langsung menyatakan mundur dari jabatan ibu rumahtangga, alias minta cerai pada suaminya. Padahal jika perceraian itu terjadi, berarti dia akan mengorbankan 3 anaknya yang masih kecil-kecil. Padahal pria rekanan mesumnya, juga masih tanda tanya untuk mengakuisisi sebagai istri, mengingat masih ada istri definitip. Murni dan Kencuk sekitar 10 tahun sebelumya memang terlibat pacaran serius. Tapi karena rejeki, jodoh dan kematian itu misterinya  Allah Swt, rencana perkawinan yang tinggal sak idus (nyaris) saja gagal, karena Kencuk kawin dengan gadis lain. Akhirnya, Murni pun kawin dengan Gimun lelaki alternatif. Cinta atau tidak, tidak begitu jelas. Yang jelas tiga anak telah lahir dari kerjasama nirlaba selama 10 tahun tersebut. Putus hubungan dengan nyamuk itu mudah, semudah putus hubungan dengan PLN gara-gara sistem token. Tetapi putus hubungan dengan pacar, agaknya susahnya bukan main. Buktinya Murni dan Kencuk ini, ketika beberapa bulan lalu ketemu, langsung saja CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali). Cinta mereka yang semula tinggal 110 volt seperti listrik jaman Orde Lama, begitu ketemu langsung werrrr jadi 240 votl, dekat gardu lagi, jadi kuat banget. Jika CLBK sudah terjadi, setan lalu menganjurkan agar dikonkritkan dari koalisi menjadi eksekusi. ”Jangan seperti pejabat pada umumnya, hanya kebanyakan wacana, tapi tak ada realisasinya,” begitu kata setan. Nah, gara-gara dikompori setan tersebut, diam-diam Kencuk – Murni suka berbuat mesum di sejumlah hotel di Deli Serdang. Ternyata seru dan cocok sekali, sehingga setan kembali menyemangati: lanjutkan! Tapi pepatah mengatakan, sepandai-pandai tupai selingkuh, sekali waktu jatuh juga. Itu pula yang terjadi. Baru beberapa kali berbagi cinta yang sekian lama tertunda, eh ketahuan Gimun. Untungnya lelaki sayang keluarga ini masih berbaik hati. Meski dilaporkan ke polisi, tapi tak ada niat untuk menceraikan Murni. Dalam penanganan Polres Deli Serdang, keduanya memang tidak sampai ditahan karena ancaman hukumannya hanya 9 bulan penjara sesuai pasal 284 KUHP. Namun demikian Murni sudah kehilangan muka di mata suami dan keluarga. Karenanya dia memutuskan, akan minta cerai pada Gimun. Andaikan Gimun tetap menolak menceraikan, dia akan menggugat cerai lewat Pengadilan Agama. ”Aku malu karena sudah mengkhianati janji perkawinan,” ujarnya serius. Sedangkan Kencuk sendiri sudah meyakinkan pada Murni, jika perceraiannya dengan Gimun bisa diproses, dia siap menceraikan istrinya dan kemudian menikahi Murni. Tanpa malu-malu dia mengakui, ibarat kendaraan istri Gimun ini enak dicemplak. Pakai premium apa pertamax tak pernah ngelitik, sama saja. Pokoknya gemak lonteng-lonteng, krasa penak ndengkeng-ndengkeng. (JPNN/Gunarso TS)

POLITISI yang jadi “politikus” perlu niru sikap Ny. Murni, 34, dari Deli Serdang (Sumut). Wanita beranak tiga ini setelah ketahuan selingkuh dengan Kencuk, 38, eks pacar, siap mundur dari ibu rumah tangga alias minta cerai. “Kalau Gimun, 40, tak juga menceraikanku, aku akan menggugat cerai,” katanya tegas. Mungkin niru Nurdin Halid dulu, yang jadi napi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *