NAH INI DIA: Pak Kades Dipaksa Mundur Karena Kesandung Janda

SIAL banget Sumino, 65, Kades Piyaman, Gunung Kidul ini. Di kala Kades bakal diangkat jadi PNS dan dapat dana Rp 600 juta pertahun, dia malah dipaksa mundur karena ngeloni janda Suminten, 50, warga Budegan yang notabene warga sendiri. Padahal dia baru setahun jadi Kades. Dasar nggak kuat derajat. Ketika UU Desa disahkan DPR kemarin, para Kades se Indonesia layak bersyukur. Sebab mereka bakal dapat gaji tetap dari pemerintah, minimal setara UMR setempat perbulannya. Paling menarik, masa kerjanya yang 6 tahun setiap priode itu bisa dipilih lagi untuk dua kali masa jabatan. Lebih menarik, Pak Kades bakal dapat dana pembangunan dari APBN senilai sedikitnya Rp 600 juta setahun. Apa lagi jika Prabowo menang Nyapres, tiap desa bakal dibantu Rp 1 miliar setahun. Makmur sekali, kan? Bila kabar bagus itu dilaksanakan di tahun 2014 mendatang, Kades Sumino dari Piyaman Kecamatan Wonosari Kabupaten Gunung Kidul (DIY), tak bisa lagi menikmati. Masalahnya, dia sudah bukan Pak Kades lagi. Beberapa hari lalu dia dipaksa mundur oleh warganya, gara-gara ketangkap basah berhubungan intim dengan janda dari dukuh Budegan yang masih wilayahnya juga. Sumino belum lama jadi Kades di Piyaman, dia marupakan hasil pemilihan setahun lalu. Tapi dengan posisi itu, menjadikan kepalanya kembali tegak, bisa petentang-petenteng macam wayang mau diadu kidalang. Di samping dapat sawah bengkok, Sumino juga menjadi warga yang paling dihormati dan disegani di kampungnya. Paling tidak, ketika dia jalan blusukan ke kampung-kampung, pasti disapa ramah, ”Badhe tindak pundi Pak Lurah?” Ternyata blusukan Pak Kades memang beda dengan Jokowi. Jika Gubernur DKI itu belanja masalah, Kades Sumino justu mencari masalah. Bagaimana tidak? Di rumah sudah ada istri, anak dan cucu; dia masih suka blusukan ke rumah janda Suminten di dukuh Budegan. Biar usia sudah kepala lima, tapi bodi dan penampilannya memang sangat menjanjikan. Putih bersih, sehingga jika dikupas habis pasti seperti singkong, mempur lagi. Nilai plus seperti ini yang menjadikan Pak Kades tak tahan di usia yang sudah tumbuk windu tersebut. Ternyata Suminten sendiri juga sangat aspiratif pada gejolak syahwat Sumino. Maka bila situasi kampung Budegan aman terkendali, tengah malam Pak Kades menyelinap masuk ke kamar si janda dalam rangka “eksekusi” setelah sekian lama membangun koalisi. Ingat kethoprak lakon “Suminten Edan?” Dalam episodnya Pak Kades ini justru Sumino yang kedanan Suminten. Bagaimana tak disebut tergila-gila, karena ketika dia asyik meneletani si janda, Pak Kades jadi lupa akan status dirinya. Padahal, bila ingat bahwa dirinya merupakan tokoh panutan warga, mustinya takkan berbuat semacam itu. Tapi semuanya sudah terlambat. Beberapa malam lalu saat dia masuk ke kamar Suminten, ada yang mengenali plat sepeda motornya. Lho, ada apa Pak Kades tengah malam begini ke rumah warganya, seorang janda lagi. Pak RT pun dilapori dan segera digerebek.  Saat membukakan pintu, Pak Kades menjawab pertanyaan tergagap dan pating pecotot. Bahkan kemudian mengaku bahwa baru saja berhubungan intim dengan si janda. Kontan urusan ini menjadi panjang. Esuk paginya sekitar 1.000 warga Piyaman berdemo di balai desa, menuntut Pak Kades Sumino mengundurkan diri. Dalam kondisi terdesak dan memang terbukti ndhemeni janda, akhirnya Sumino yang baru setahun menjabat itu harus melepaskan kedudukannya. Enaknya nggak seberapa, tapi malunya itu Kang! (KR/Gunarso TS)

SIAL banget Sumino, 65, Kades Piyaman, Gunung Kidul ini. Di kala Kades bakal diangkat jadi PNS dan dapat dana Rp 600 juta pertahun, dia malah dipaksa mundur karena ngeloni janda Suminten, 50, warga Budegan yang notabene warga sendiri. Padahal dia baru setahun jadi Kades. Dasar nggak kuat derajat. Ketika UU Desa disahkan DPR kemarin, para…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *