NAH INI DIA: Mbah Sugiono Pinjami Uang “Bunga”-nya Cukup Kelonan
USIA 10 windu, Mbah Sugiono (80) ternyata masih mikir bisnis. Janda tetangga pinjam duit, dia siap memberikan asal ada “bunga” berupa kelonan dulu.
Karena kepepet, Miranti (38) mau juga melayani si kakek yang lebih cocok jadi embahnya. Tapi sial, saat “transaksi” di rumah si janda digerebek warga.
Dalam usia kepala delapan, lazimnya kakek nenek sudah mungkur kadonyan (meninggalkan urusan duniawi).
Tapi ternyata ada juga yang masih memikirkan bisnis, padahal duduk manis pun akan dijamin hidupnya oleh anak-anaknya.
Tapi memang banyak juga kakek nenek yang tak mau merepotkan anak. Meski dilarang masih juga berusaha mencari uang sendiri.
Mbah Sugiono warga Gedangsari Kabupaten Gunung Kidul (DIY) adalah salah satu lelaki yang tak mau repotkan anak-anak itu.
Meski sudah punya pensiunan sekitar Rp2 jutaan sebulan, masih juga cari tambahan penghasilan sebagai rentenir kecil-kecilan.
Tapi jangan salah, tak setiap orang bisa pinjam uang padanya. Sebab yang dicari memang para kaum wanita, khususnya yang cantik dan enak dipandang.
Salah satu nasabah Mbah Sugiono adalah janda Miranti tetangga sendiri. Meski bukan bintang video porno, Mbah Sugiono memang masih maju dalam urusan selangkangan. Tapi mau nikah lagi anak-anak nggak boleh.
“Sudah tua begitu buat apa Mbah, mendingan banyak ibadah Mbah….,” begitu kata anak-anak.
Agaknya anak-anak tak memahami bahwa Mbah Giono ini masih “bolah dawa dienggo uceng” (baca: punya nafsu). Karena anak-anak melarangnya, terpaksa si kakek cari “jajanan” lewat caranya sendiri. Caranya ya itu tadi, jadi rentenenir dengan bunga kelonan.
Seperti lazimnya rentenir, bunga juga diambil dulu. Maka siapapun yang mau pinjam uang pada kakek Sugiono, sebelum terima uang harus siap dikencani dulu.
Korban terakhir janda Miranti, yang sebetulnya lebih cocok jadi cucunya. Tapi karena nafsu dan lapar, ibarat makanan tega juga “ngemplok”-nya.
Maka belum lama ini Mbah Sugiono malam-malam menyempatkan ke rumah Miranti. Yang warga menjadi curiga, kenapa dia tak berani lewat pintu depan, justru mlipir-mlipir lewat pintu belakang.
Maka warga yang curiga kemudian mengintipnya.
Busyet, Mbah Sugiono-Miranti sedang bercumbu. Warga itu kemudian lapor pak RT dan disepakati untuk dilakukan penggerebekan. Baiknya warga, mereka tak mengganggu ketika keduanya sedang menggeber nafsu.
Baru ketika Mbah Sugiono keluar lewat pintu belakang, ternyata warga sudah mengepungnya. Wajah cerianya langsung sirna, jadi pucat pasi macam kertas buram.
“Malam-malam begini ke rumah janda, ngapain Mbah?” tanya warga berlagak pilon. Mbah Sugiono blangkemen (tak bisa bicara) mendadak, sehingga apa jawabannya diambil alih oleh Miranti.
Kata si janda, Mbah Sugiono ke rumah mengantarkan uang yang mau dipinjamnya.
Tapi warga tak percaya, sehingga keduanya dibawa ke balai desa, disidang oleh Pak Kades. Di situ keduanya terus terang, perkencanan itu sebagai “bunga” atau imbalan atas kebaikan hati Mbah Sugiono meminjamkan uang pada Miranti.
“Karena saya butuh uang, persyaratan Mbah Sugiono saya penuhi,” kata Miranti, entah benar entah tidak.
Warga semakin emosi, sehingga ada yang mau main hakim sendiri. Tapi dicegah Pak Kades, karena Mbah Sugiono sudah tua.
Akhirnya keduanya hanya didamaikan dengan perjanjian meterai Rp6.000,- Melihat penampilan Mbah Sugiono memang kasihan. Maka benar kata Pak Lurah, suatu saat nanti kita juga akan menjadi tua renta macam Mbah Sugiono.
Biar sudah loyo,Mbah Sugiono ketemu janda jadi rosa-rosa kayak Mbah Marijan. (pc/gunarso ts)
USIA 10 windu, Mbah Sugiono (80) ternyata masih mikir bisnis. Janda tetangga pinjam duit, dia siap memberikan asal ada “bunga” berupa kelonan dulu. Karena kepepet, Miranti (38) mau juga melayani si kakek yang lebih cocok jadi embahnya. Tapi sial, saat “transaksi” di rumah si janda digerebek warga. Dalam usia kepala delapan, lazimnya kakek nenek sudah mungkur kadonyan (meninggalkan urusan…
