NAH INI DIA: Istri Mandul Pemarah Lagi Sales Rokok Jadi Pengganti
HABIS sudah kesabaran Wahyudi (35), pada istri sendiri, Menik (30). Menikah 5 tahun, hasilnya keringatan doang tiap malam. Maka sebagai staf di pabrik rokok, Wahyudi mulai melobi sales rokok anak buahnya untuk dinikahi. Kondisinya memang sudah tanggung, karena Rina (21), pernah diajak mlebu sarung!
Setiap rumahtangga muda pastilah mendambakan momongan. Dibela-belain lembur tengah malam, juga karena pengin punya generasi penerus. Tapi tak semuanya dikabulkan Tuhan. Banyak juga suami istri yang tiap malam adus kringet, tapi tak kunjung punya anak, karena bini ternyata mandul. Bila sudah begini, paling-paling mencari tokoh alternatif yang bisa diterima pasar.
Wahyudi yang tinggal di Surabaya, selama ini bekerja di perusahaan rokok. Bukan di bagian produksi, tapi staf yang memimpin para tenaga sales girl. Sebagai lelaki normal, di sini Wahyudi betah dan nyaman sekali. Sebab setiap hari dikelilingi gadis-gadis cantik nan seksi. Untung saja dia cukup kuat imannya, sehingga ukuran celananya tak pernah berubah meski tiap hari berdekatan dengan cewek-cewek seksi.
Sebab Wahyudi memang punya prinsip, secantik apapun wanita di luaran, masih lebih cantik istri di rumah. Kalau wanita di luaran, kecantikan itu hanya nampak di luaran, dalemannya belum tentu. Beda dengan bini yang di rumah, dia sudah tahu segalanya dan luar dalemnya.
Yang membuat Wahyudi kecewa akan istrinya, Menik ini rupanya perempuan mandul. Hampi setiap malam “disetrom” dengan mengerahkan segala energi, tapi tak pernah ada hasilnya. Mens tetap lancar. Pernah memang dia memergoki bini muntah-muntah, tapi bukan nyidam, malainkan masuk angin saja. Buktinya setelah diobati jamu sasetan dari Basuki, langsung saja wes hewes hewessss……bablas angine!
Masak begini terus rumahtangganya, hampa dan kosong melompong tanpa jeritan bayi atau balita nakal. Mulailah Wahyudi berfikir, untuk mencari tokoh alternatif yang punya platform yang sama. Jika tidak nanti bisa jadi lelaki merana, sampai kakek-kakek tak ada yang melanjutkan dinastinya. Kalau nanti mati, warisan lalu untuk siapa?
Mulailah Wahyudi mengincar anak buah sendiri, ketimbang jauh-jauh belum tentu ada. Salah satunya yang mau ditembak –begitu istilah kawula muda– adalah Rina yang cantik tapi penampilan paling sederhana. Ramah itu jelas, karena memang pekerja promosi, tapi dia punya nilai tambah yang lain ketimbang teman-temannya.
Kebetulan Rina juga bisa menerima aspirasi arus bawah Wahyudi. Maka di luar pekerjaan keduanya sering jalan bareng dalam rangka penjajagan. Eh, rupanya info ini cepat sekali nyampai di rumah. Maka sekali waktu Menik pernah menyusul ke kantor dan melabrak Rina. “Kamu kan cantik, masih banyak lelaki lain yang seneng sama kamu, jangan ganggu lelaki yang sudah beristri.” Ujar Menik sangat emosi.
Aduh, Wahyudi malu sekali jadinya. Orang marah saja kok memelintir fakta. Rina tak pernah mengganggu dirinya, justru Wahyudi sendiri yang selalu mengganggu dirinya, melobi siang malam agar mau jadi istrinya. Akhirnya Menik diajak pulang, dan di rumah gentian Wahyudi yang jadi sasaran bully dan omelan istrinya.
Wahyudi mulai berfikir, wanita model Menik buat apa dipelihara? Punya anak tidak, bawaanya pemarah. Kalau kambing, dijual ke pasar masih laku, atau malah dipatungke (dipotong). Tapi karena Menik manusia yang bermartabat, jalan satu-satunya ya diceraikan saja. Setelah itu baru ancang-ancang hendak mengawini Rina.
Beberapa hari lalu Wahyudi mendatangi Pengadilan Agama Surabaya. Ditanya apa alasannya hendak bercerai, dia menjawab jujur bahwa istri mandul. Kok bisa memastikan mandul, apakah sudah ada pemeriksaan medis? Jangan-jangan Wahyudi sendiri yang tidak normal. “Saya jelas normal pak.” Kata Wahyudi.
Lalu istri yang “new normal” kayak Covid-19? (JPNN/Gunarso TS)
HABIS sudah kesabaran Wahyudi (35), pada istri sendiri, Menik (30). Menikah 5 tahun, hasilnya keringatan doang tiap malam. Maka sebagai staf di pabrik rokok, Wahyudi mulai melobi sales rokok anak buahnya untuk dinikahi. Kondisinya memang sudah tanggung, karena Rina (21), pernah diajak mlebu sarung! Setiap rumahtangga muda pastilah mendambakan momongan. Dibela-belain lembur tengah malam, juga karena…
