NAH INI DIA: Saat Warga Pada Eksodus Pak Kades Malah Mbludus
Nah ini dia…….:
SAAT WARGA PADA EKSODUS PAK KADES MALAH MBLUDUS –
Saat Warga Pada Eksodus Pak Kades Malah Mbludus
KELEWATAN betul Kades di Karangtengah Wonogiri (Jateng) ini. Saat warga Jakarta banyak yang eksodus takut Corona, dia malah mbludus masuk rumah dik Rina, warga sekaligus WIL-nya. Saat digerebek suami yang baru pulang dari Jakarta, Kades Bandrio, 47, dihajar warga dan statusnya langsung PDP (Pejabat Dalam Pengawasan).
Belum juga Jakarta masuk status PSBB, banyak warga DKI yang memilih eksodus pulang ke kampung halaman, tak peduli Pemda setempat juga sudah melarang jangan pulang dulu. Masalahnya di Jakarta jadi susah cari makan. Kalau di kampung sendiri, lauk daun gara-gara terkena lockdown, masih bisa. Lha kalau di rantau orang? Kabupaten Wonogiri termasuk daerah yang harus menerima limpahan warga Jakarta. Mau ditolak bagaimana, wong asalnya memang dari daerahnya.
Bandrio yang jadi Kades di salah satu desa Kecamatan Karangtengah, salah mengantisipasi kondisi ini. Sementara di mana-mana ada larangan keluar rumah, jaga jarak minimal satu meter dengan orang lain, eh dia malah mencoba empet-empetan dengan Dik Rina, kekasih gelapnya. Bagi Pak Kades, situasi ini sangat menguntungkan dirinya. Sebab di kala penduduk pada di rumah masing-masing, dia bisa bebas masuk ke rumah Ny. Rina yang dipacari selama ini.
Pak Kades tahu, suami Rina bekerja di Jakarta, sehingga pulangnya paling 3 bulan sekali. Nah, kekosongan ini dia mencoba mengisinya, dan ternyata Rina yang sering kesepian itu siap menyambut cintanya tanpa masker-maskeran. Sejak saat itu sebetulnya Kades Bandrio sudah masuk status PDP (Pejabat Dalam Pengawasan).
Dalam pada itu , Juadi, 35, suami Rina yang kerja serabutan di Jakarta, telah mendengar rencana Gubernur Anies untuk menerapkan PSBB pada kota Jakarta. Maka sebelum PSBB itu berlangsung 10 April kemarin, dia sudah eksodus duluan pulang kampung ke Wonogiri. “Kalau di kampung, makan pakai lauk daun juga masih bisa,” kata Juadi.
Setelah pulang ke rumah orangtuanya dulu, baru Juadi menuju rumahnya sendiri. Selain kangan sama anak-anak, juga kangen sama emaknya, kan. Kata Pemda dan Pemerintah kan harus setia pada physical distancing. Tapi Juadi ngeyel dengan alasan, masak sama istri nggak ada dispensasi.
Tapi bayangan kemesraan bersama istri sirna, begitu melihat ada sepeda motor dan sandal lelaki di depan pintu. Dia pun lalu menghubungi tetangga dekat, siapa gerangan pemilik sepeda motor tersebut. Melihat motor itu warga langsung memastikan itu milik Kades Bandrio. Tapi ngapain dia malam-malam bludusan ke rumah warga? Memangnya penyuluhan Corona sampai segitunya?
Pintu lalu didobrak, tapi Pak Kades sudah kabur lewat pintu belakang, sementara Dik Rina ditemukan di kama dalam kondisi pakaian acak-acaka, juga tak pakai masker pula. Tapi di luar terdengar suara orang teriak-teriak mengaku telah berhasil menangkap Pak Kades. Tak sekedar diomeli, tapi juga dihajar pula. Bagaimana tak jengkel, di Jakarta ada PSBB dia malah sibuk PSBO.
Untung tak semua warga tegaan. Jelek-jelek Bandrio kan pemimpin desanya. Maka dalam kondisi sedikit bonyok sebagai dampai “virus” Mbak Rina, dia diserahkan ke Polsek Karangtengah, untuk diproses lebih lanjut. Bagaimana urusannya soal Rina dan suaminya, itu urusan mereka-lah.
Paling-paling Mbak Rina dikarantina lokal. (SP/Gunarso TS/win)
Nah ini dia…….: SAAT WARGA PADA EKSODUS PAK KADES MALAH MBLUDUS – Saat Warga Pada Eksodus Pak Kades Malah Mbludus KELEWATAN betul Kades di Karangtengah Wonogiri (Jateng) ini. Saat warga Jakarta banyak yang eksodus takut Corona, dia malah mbludus masuk rumah dik Rina, warga sekaligus WIL-nya. Saat digerebek suami yang baru pulang dari Jakarta, Kades…
