NAH INI DIA: Penjual Berbakat, Istri pun Ikut Dijual
SIGIT, 28, agaknya merupakan tenaga penjual (salesman) penuh bakat. Dia tak hanya bisa menjual produk barang, bini pun dijualnya pada teman-teman, dengan tarif sekali kencan Rp 50.000,- Karena “bisnis” Sigit ini melanggar hukum, tak ayal lagi dia dilaporkan ke polisi dan akhirnya ditangkap Polres Pasuruan (Jatim).
Di masa-masa lalu hanya dikenal istilah jual mahal, jual tampang, jual diri. Dunia tambah maju, muncul istilah jual kecap dan jual pengaruh. Tapi makin ke sini anak manusia semakin nekad. Tak hanya jual nama orang, jual negara juga sudah terjadi. Dan dari Pasuruan diberitakan, ada seorang suami tega menjual istri untuk teman-temannya.
Di Desa Entah Berentah Kecamatan Rejoso, sebetulnya Sigit buruh tani biasa, bukan pula seorang tenaga salesman. Tapi meski bukan salesman, ternyata dia sangat ahli dalam hal menjual istri. Setiap teman yang ingin menggauli istrinya cukup bayar Rp50.000 tanpa tambahan PPN 10 persen. Total ada 5 orang yang pernah “memakai” Esti, 23, dengan tulus ikhlas dalam menyumbangkan tenaga kuda.
Awalnya Sigit tak ada niat menjual istri. Hanya istri pernah mengeluh, soal hubungan suami istri yang tak pernah puas belakangan ini. Soalnya meski usia suami baru seperempat, dia cepat loyo di percaturan ranjang. Kalah jauh rosa-rosa-nya dengan Mbah Marijan.
Untuk membeli obat kuat, keuangan Sigit sangat terbatas. Maka dia muncul ide, bagaimana jika urusan tugas suami ini dioutsorsingkan dengan teman-teman? Artinya, teman-temannya itulah yang menggauli bininya, demi kepuasan batiniahnya. Sigit memang punya banyak teman, karena memang pandai bergaul, tapi ironisnya menggauli bini sendiri cepat KO.
Teman pertama yang ditawari si Bambang, karena Esti sendiri memang cantik, meski malu-malu akhirnya mau juga. Maka pada suatu malam, Bambang pun datang ke rumah Sigit. Awalnya Esti menolak, tapi setelah dipukul dan diancam mau dicerai, akhirnya dia menyerah. Sebagai tanda terima kasih, Bambang pun memberinya uang Rp50.000.
Ternyata Bambang ini sepertinya sudah biasa masuk RM Padang, yang punya moto: jika enak beritahu teman, jika tak enak beritahu kami. Nah, kebetulan Esti ini cukup enak, sehingga dia cerita pula pada teman-temannya yang lain. Maka ada 4 teman lagi yang berminat untuk menggauli Esti. “Masuknya satu persatu, jangan keroyokan lho ya,” Pesan si Bambang.
Hari berikutnya atas info Bambang, Joko pun mendaftar. Sudah kepalang basah, diizinkan saja apa lagi ada imbalannya untuk Sigit Rp50.000. Akhirnya dalam sebulan ini ke lima teman Sigit rata-rata pernah menggauli Esti antara 3-5 kali. Nah dari jasa Rp50.000 sekali kencan ini Sigit bisa bayar utangnya yang Rp100.000.
Skandal jual isrtri itu jadi masalah ketika Sigit merekam adegan mesum itu di HP kemudian tayang di medsos. Tentu saja keluarga Istri marah dan tersinggung, sehingga Sigit dilaporkan ke Polsek Rejoso dan ditangkap.
Bersamaan dengan itu ke -5 temannya yang pernah memakai istrinya juga diperiksa. “Kami hanya sekedar menolong Sigit yang mulai lemah syahwat, Pak,” ujar mereka nyaris sama.
Kasihan Sigiti, sudah lemah syahwat, lemah ekonomi pula. (gunarso ts)
SIGIT, 28, agaknya merupakan tenaga penjual (salesman) penuh bakat. Dia tak hanya bisa menjual produk barang, bini pun dijualnya pada teman-teman, dengan tarif sekali kencan Rp 50.000,- Karena “bisnis” Sigit ini melanggar hukum, tak ayal lagi dia dilaporkan ke polisi dan akhirnya ditangkap Polres Pasuruan (Jatim). Di masa-masa lalu hanya dikenal istilah jual mahal, jual…
