NAH INI DIA: Petani Kena Virus Subita Dihajar Bapak dan Anak

BAGI Karyanoto, 47, virus Corona dari RRC tak seberbahaya virus “subita” (suka bini tetangga) yang diidap tetangganya, Dalimin, 50. Sakit hati istrinya, Harti, 42, selalu digoda Dalimin, dengan mengajak anak ABG-nya Karyonoto menghajar Dalimin sampai babak belur. Tentu saja bapa sumbu pendek itu ditangkap.

Punya bini cantik itu sebuah kebanggaan sekaligus kenikmatan. Tapi celakanya, bini cantik bisa menyebabkan tetangga kena virus subita, yang lebih berbahaya dari virus Corona made ini  Wuhan, China. Korban virus Corona menyebabkan kematian, kalau virus subita bisa menyebabkan perceraian, bahkan bunuh-bunuhan. Lihat Mbah Google, berapa banyak orang tewas gara-gara mengganggu bini tetangga sendiri.

Dalimin petani dari Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ternyata terkena virus membahayakan itu. Dia sudah lama tertarik pada Harti, istri Karyonoto, yang memang cantik, bodi masih seksi, pantat kenthel. Heran juga memang Dalimin, si Harti ini sudah punya beberapa anak, tapi bodinya masih bagus saja.

Mengagumi bini tetangga itu tak melanggar UU, sepanjang hanya melirik, memelototi. Tapi jika tangan dan mulut mulai beraksi, barulah bisa terkena pasal KUHP. Nah, rupanya Dalimin tak peduli akan semua itu. Jika hanya memelototi Harti saat belanja ke warung, dia belum puas. Berkali-kali dia menggoda dengan kata-kata, bahkan berani pula main colek.

Jika Harti menanggapi gairah asmara Dalimin, pasti hanya akan diam. Tapi karena dia tak suka, akhirnya mengadu juga pada suami. Tentu saja Karyonoto tak terima. Bagaiamna mungkin asset pribadi mau diganggu tetangga, bukankah Dalimin juga sudah punya asset sendiri, yang bisa dinikmati 24 jam, kecuali hari Sabtu-Minggu dan libur nasional.

Sebagai lelaki sumbu pendek,  dia ingin mengadakan perhitungan dengan Dalimin. Tapi karena badannya keker dan rosa-rosa kayak Mbah Marijan, Karyonoto mengajak anak lelakinya yang masih 16 tahun. Dengan membawa pentungan potongan bamboo, keduanya mendatangi rumah Dalimin. Kebetulan yang dicari pas ada di rumah, sedang duduk santai.

“Sampeyan wis duwe bojo dhewe, kok isih ngganggu bojoku. Piye nalarmu? (Kamu sudah punya istri sendiri, kok masih ganggu biniku juga, maunya bagaimana),” ujar Karyonoto.

Tapi belum juga Dalimin menjawab, tahu-tahu kepalanya dipentung, berulangkali. Si anak juga membantu ikut menendang dan tempeleng. Sungguh Dalimin dibuat bulan-bulanan.

Untung tetangga melihat sehingga penganiayaan itu tak berlarut-larut. Dalimin dilarikan ke RSUD Tuban, sementara Karyonoto dan anaknya kabur. Tapi dalam waktu cepat karyonoto bisa ditangkap, sementara anaknya masih buron seperti politisi PDIP yang gagal jadi anggota DPR lewat PAW.

Kalau begitu namanya ditambahi saja, jadi Harun Masiku! (gunarso ts)

BAGI Karyanoto, 47, virus Corona dari RRC tak seberbahaya virus “subita” (suka bini tetangga) yang diidap tetangganya, Dalimin, 50. Sakit hati istrinya, Harti, 42, selalu digoda Dalimin, dengan mengajak anak ABG-nya Karyonoto menghajar Dalimin sampai babak belur. Tentu saja bapa sumbu pendek itu ditangkap. Punya bini cantik itu sebuah kebanggaan sekaligus kenikmatan. Tapi celakanya, bini cantik…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *