NAH INI DIA: Kelabakan Digerebek Bini, Tewas Nyemplung Jurang (II)

TAPAI, yang namanya percintaan di bawah tangan, lama-lama terbongkar juga. Suatu malam Nafsiah melihat suaminya mengenda-endap ke luar rumah. Begitu dibuntuti, ternyata masuk ke rumah Maryani, dan tak keluar-keluar lagi. Curiga bahwa suaminya berbuat hil nan mustahal, Nafsiah langsung menggedor-gedor pintu rumah tetanggannya itu. Dulmanan yang sedang ketanggungan, panik mendengar suara istrinya di luar. Kelabakan mencari jalan keluar, setelah mengenakan baju dan celanannya, tak peduli sampai terbalik, langsung saja dia loncat dari jendela belakang rumah. Wush….., gubrakkkkk. Aman, kata Maryani tak kurang paniknya. Maryani keluar membuka pintu, gantian mengomeli Nafsiah. Ngapain tengah malam gedor-gedor rumah orang? Mencari suami kok ke sini, memangnya di sini terima penitipan suami? “Dari sore sampai sekarang, tak ada lelaki masuk ke rumahku, tahu. Memangnya saya perempuan apaan?” gertak Maryani. Nafsiah pun surut, pulang ke rumah dengan kecewa dan marah. Sampai beberapa hari Dulmanan tidak pulang, dikiranya dia kabur entah ke mana. Mungkin malu sama keluarga dan tetangga. “Ah, biarkan saja, nanti kan juga pulang sendiri……,” begitu Nafsiah menghibur diri. Tapi seminggu sejak penggerebekan itu, tiba-tiba di belakang rumah Maryani yang berujud jurang sedalam 5 meteran, tercium bau busuk yang menyengat. Begitu dicari sejumlah warga, ditemukan jenazah Dulmanan, yang seminggu lalu digerebek istri sendiri. Tentu saja Nafsiah ikut terkaget kaget dibuatnya. Dikiranya kabur, ternyata Dulmanan menunggu disiapkan liang kubur. Polisi segera datang mememeriksa jenasah. Rupanya dia tewas komplikasi. Ya takut digerebek istri, ya mendadak penyakit jantungnya kumat. Tambah-tambah dia tak menguasai medan. Dikiranya belakang rumah permukaan tanah biasa, ternyata jurang menganga. Dari jenasah Dulmanan ditemukan pula obat kuat. Rupanya Dulmanan pengin rosa-rosa macam Mbah Maridjan. (gunarso ts)

TAPAI, yang namanya percintaan di bawah tangan, lama-lama terbongkar juga. Suatu malam Nafsiah melihat suaminya mengenda-endap ke luar rumah. Begitu dibuntuti, ternyata masuk ke rumah Maryani, dan tak keluar-keluar lagi. Curiga bahwa suaminya berbuat hil nan mustahal, Nafsiah langsung menggedor-gedor pintu rumah tetanggannya itu. Dulmanan yang sedang ketanggungan, panik mendengar suara istrinya di luar. Kelabakan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

chancer casino