NAH INI DIA: 20 Tahun Tak Punya Anak Ditinggal Suami Cari WIL
KASIHAN sungguh nasib Ny. Widarsih, 40, ini. Sudah 20 tahun dinikahi Gandar, 50, tapi tak punya momongan juga. Semua obat dicoba, tapi gagal selalu. Gandar yang sangat merindukan anak, akhirnya diam-diam mencari WIL. Berhasil dia punya anak, dan Widarsih pun mengalah, lebih baik menjadi janda saja. Anak memang menjadi dambaan setiap keluarga. Tapi Allah tak selalu memberi. Ada yang keluarga miskin, anak-anaknya seperti marmot saking banyaknya. Tapi sebaliknya yang kaya raya, banyak yang tak punya momongan. Kenapa bisa begitu? Logikanya sederhana saja. Yang miskin hiburannya hanya kelon sama bini, yang kaya raya banyak pilihan untuk menghibur diri. Pasangan Widarsih – Gandar dari Surabaya sebetulnya hanya keluarga biasa. Miskin tidak, tapi kaya raya juga tidak. Mereka memiliki rumah, kendaraan, perabotan yang bagus. Yang tidak dipunyai hanya satu, yakni anak. Dua puluh tahun di rumahnya tak pernah terdengar tangis bayi. Ada juga pernah suara bayi tengah malam, begitu dilongok, oo……kucing berantem! Sampai 5 tahun menikah, baru keduanya curiga, ada yang tidak beres. Dibawalah ke dokter kandungan. Ternyata ada tumbuh kista di organ tunggalnya, sehingga dioperasi. Habis operasi Gandar ngebut lagi, tapi hasilnya tetap nihil, perut Widarsih tetap rata tak pernah mlenthis (menggelembung) barang sedikit. “Mbok mas Gandar yang periksa,” kata Widarsih, sekali waktu. Tapi Gandar tidak mau, karena menjamin dirinya lelaki tokcer, rosa-rosa macam Mbah Marijan. (gunarso ts)
KASIHAN sungguh nasib Ny. Widarsih, 40, ini. Sudah 20 tahun dinikahi Gandar, 50, tapi tak punya momongan juga. Semua obat dicoba, tapi gagal selalu. Gandar yang sangat merindukan anak, akhirnya diam-diam mencari WIL. Berhasil dia punya anak, dan Widarsih pun mengalah, lebih baik menjadi janda saja. Anak memang menjadi dambaan setiap keluarga. Tapi Allah tak…
