NAH INI DIA: Warga pada ‘Rabun Ayam’ Pak Kades Sumbar Lapor Polisi

KORBAN kampanye hitam ternyata bukan saja Capres. Kades bernama Datuk 45, wali nagari di Sumatera Selatan terkena juga. Dia difitnah selingkuh dengan Halida, 30. Menganggap warga pemfitnah “rabun ayam”, dia melaporkan sejumlah warganya ke polisi. Ternyata persaingan Pilkades. Dalam politik rupanya main fitnah dan kampanye hitam dianggap sah-sah saja. Karena targetnya, lawan politiknya bisa jatuh lewat fitnah tersebut. Contohnya Capres Jokowi dalam Pilpres kemarin, di Aceh dia bisa kalah tebal gara-gara fitnah. Ternyata praktek kotor semacam itu juga ada turunannya di tingkat kelas bawah, pemilihan Kades. Agar pesaing petahana rontok ditinggal pemilih, dengan teganya memfitnah dengan cara-cara tingkat dewa. Wali Nagari atau Kepala Desa di Sumatera Barat mengalaminya. Datuk bersikap baik dengan Halida, salah satu warganya, dianggap sebagai perbuatan mengarah perselingkuhan. Selingkuh bagaimana, jalan bareng juga tidak pernah, apa lagi tidur bareng. Tapi faktanya, ada rekaman suara Halida yang menangis terisak-isak katanya habis dicabuli Walinagari. Gara-gara rekaman itu masuk medsos, warga jadi emosi. Mereka menyegel kantor Wali Nagari, dan minta Datuk diberhentikan dengan tidak hormat. Dan tidak boleh ikut Pilkades yang tak lama lagi akan digelar di desa itu. Mereka yang percaya kabar itu, matanya pada rabun ayam ngkali. Kapan dan di mana Datuk berbuat mesum dengan Halida. Karenanya sang Wali Nagari segera membentuk TGPF enteng-entengan sebagaimana istilah Amien Rais. Hasilnya ternyata, rekaman itu adalah hasil rekayasa yang dibuat paman Halida. Sedangkan sang paman adalah anggota Timses jago sebelah. Maka Datuk segera melapor ke polisi, agar para provokator diperiksa, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Jika tingkat nasional fitnah ini sudah termasuk TSM, karena terstruktur, sistimatis dan masif. Kalau fitnah medsos enteng-entengan kena pasal UU ITE nggak ya? (Gunarso TS)

KORBAN kampanye hitam ternyata bukan saja Capres. Kades bernama Datuk 45, wali nagari di Sumatera Selatan terkena juga. Dia difitnah selingkuh dengan Halida, 30. Menganggap warga pemfitnah “rabun ayam”, dia melaporkan sejumlah warganya ke polisi. Ternyata persaingan Pilkades. Dalam politik rupanya main fitnah dan kampanye hitam dianggap sah-sah saja. Karena targetnya, lawan politiknya bisa jatuh…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *