NAH INI DIA: Mesum Lintas Tetangga Desa Nyawa Menjadi Taruhannya

INI kisah klasik mesum berbasis perselingkuhan. Budi Candolo, 58, harus kelangan nyawa (kehilangan nyawa), gara-gara jadi praktisi mesum lintas tetangga desa. Malam ada tamu yang dikiranya bawa rejeki, eh….malah membabat lehernya pakai golok, ya matilah! Pelakunya, Sabiran, 60, menyerahkan disi setelah eksekusi. Mesum dengan selingkuh memang agak beda. Selingkuh itu mengkhianati keluarga, dan mesum itu keniscayaan di kala selingkuh. Sebab target selingkuh itu ya mesumnya tersebut. Selingkuh tanpa berbuat mesum, itu hanya ada pada lagunya komponis Ismail Marzuki (Aryati – Red). “Dosakah hamba mimpi berkasih dengan tuan, ujung jarimu kucium mesra tadi malam” Nah, anak jaman now apa mau hanya begitu, tanpa begituan? Candolo warga Kemuning Kecamatan Patrang, Jember, rupanya juga jadi praktisi selingkuh lintas tetangga desa. Agaknya dia punya prinsip, mendingan “macem-macem” dengan tetangga desa, ketimbang dengan warga desa sendiri. Sebab resikonya lebih berat,  karena cepat oh oh…..ketahuan! Dan bila itu sampai terjadi, itu kan sama saja “berak” di halaman rumah sendiri. Sudah beberapa waktu lamanya   Candolo punya cem-ceman warga Desa Patrang Tengah, dalam urusan seputar “poros tengah”. Namanya Wiwik, 40, bodinya weweg (seksi) meski usia sudah emak-emak. Wajahnya juga lumayan, penampilannya juga lumayan, sehingga  Candolo sampai pada kesimpilan: Wiwik memang enak dikeloni dan perlu! Celakanya, dia tak peduli pada fakta di lapangan bahwa WIL-nya ini punya suami. Kenapa nekad? Karena memang Wiwik memberi lampu hijau, sehingga dalam akal sehat Budi Candolo mengatakan, “Karena dia juga suka padaku, pasti takkan mengadu pada suaminya, mana kala aku berbuat tidak terukur dan asal syurrr.” Lebih menguatkan lagi keberaniannya, Sabiran suami Wiwik ini dalam usia baru kepala enam sudah tidak rosa-rosa macam Mbah Marijan. Karena beda umur 20 tahun, Sabiran selalu kepontal-pontal (kedodoran) mengimbang hasrat istrinya. Ibarat main bulutangkis, Wiwik mendambakan smash tajam menukik, Sabiran malah main back hand melulu, itupun “kock” sering nyangkut di net! Karena itulah Wiwik lebih lengket pada Candolo. Asal sama-sama suntuk lalu cari pelampiasan di hotel di kota Jember. Tapi rupanya keduanya kurang rapi dalam menejemen selingkuhnya, sehingga lama-lama Sabiran tahu bahwa  Candolo suka membangun koalisi kenikmatan bersama istrinya. Pepatah Jawa mengatakan, sadumuk bathuk sanyari bumi (urusan istri dan negarfa dibela sampai mati). Maka demi mendengar kabar buruk itu, Sabiran kehilangan kesabarannya. Malam-malam dia bawa golok maut ke rumah Budi Candolo. Katanya golok ini berasal dari ular. Jangan salah, bukan penjelmaan ular, melainkan Sabiran jual ular piton hasil tangkepan kemudian uangnya buat beli golok. Tamu itu kata orang bijak bawa rejeki, tapi kali ini benar-benar aksioma! Sebab begitu Budi Candolo muncul, langsung lehernya ditebas golok hingga somplak. Langsung dia tewas mandi darah. Sementara istrinya nangis histeris sambil berguling-guling, Sabiran menyerahkan diri ke polisi. KPPS meninggal karena demi coblosan, ini malah nyoblos bini orang. (Gunarso TS)

INI kisah klasik mesum berbasis perselingkuhan. Budi Candolo, 58, harus kelangan nyawa (kehilangan nyawa), gara-gara jadi praktisi mesum lintas tetangga desa. Malam ada tamu yang dikiranya bawa rejeki, eh….malah membabat lehernya pakai golok, ya matilah! Pelakunya, Sabiran, 60, menyerahkan disi setelah eksekusi. Mesum dengan selingkuh memang agak beda. Selingkuh itu mengkhianati keluarga, dan mesum itu keniscayaan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

chancer casino