NAH INI DIA: Main “Empat Kaki” di Hotel Meninggal di Atas Ranjang

NYOMAN Sumarta, 51, bukan politisi, tapi suka juga main “empat kaki”. Padahal di rumah ada dua istri. Tapi perangai buruk itu harus dibayar mahal. Saat kencani bidan Made Sudarti, 27, di hotel tiba-tiba serangan jantung di atas perut. Meski meninggal wajar, tak urung Made terseret jadi urusan polisi. Menjelang Pilpres ini ada partai yang main “dua kaki”. Mereka tak keberatan kader-kadernya sebagian dukung Jokowi, sebagian pula dukung Prabowo. Publik pun menduga, keduanya mau main aman saja, agar siapa pun yang jadi tetap diajak dalam pemerintahan. Bali terkenal sebagai kandang banteng, meski Nyoman Sumarta bukan bagian dari politisi banteng. Namun dalam hal main kaki, dia sudah mirip politisi juga. Bedanya, politisi main dua kaki, dia mah main “empat kaki” sekaligus. Mitra koalisinya bukan Capres No. 01 maupun No. 02, melainkan bidan Made Sudarti. Kok bisa, cewek usia belum kepala tiga, kok mau jadi WIL lelaki bangkotan oversek (di atas 50 tahun)? Pertimbangannya apa lagi jikalau bukan duit. Made memang berpikir praktis saja, “Aku servis bonggolnnya, tapi aku dapat benggolnya.” Nyoman Sumarta memang sangat memanjakan Made, sehingga sang bidan akhirnya milih keluar dari pekerjaannya. Maklum, ngurusi bayi baru lahir hasilnya tak segede mengurusi bayi kelahiran 51 tahun lalu. Bagaimana tidak disebut bayi, karena meski kumisan dia masih suka ngedot! Padahal di rumah Nyoman punya dua istri. Memang keduanya sudah emak-emak. Ibarat mobil, keduanya Kijang kapsul 2000, sedangkan Made Sudarti Kijang Innova 2015. Tapi begitulah lelaki penghamba selangkangan. Istri satu saja takkan habis dimakan rayap, masih nambah koleksi. Padahal istri itu seperti biskuit bentuk boleh macam-macam, tapi rasanya sama saja. Karena jenuh dengan kedua istrinya yang sudah emak-emak, Nyoman kemudian menggaet bidan Made yang muda dan cantik. Pada waktu-waktu tertentu keduanya nginap di vila maupun hotel, untuk bermain “empat kaki”. Maka bila di luar sana pada sibuk membangun koalisi keumatan, Nyoman Sumarta – Made Sudarti cukup membangun koalisi kenikmatan. Beberapa hari lalu membali Nyoman – Made bermain empat kaki di di salah satu hotel di Denpasar Selatan. Setelah mandi bersama keduanya masuk ke arena pertempuran. Tapi celaka tiga belas, ibarat bermain bola , di saat Nyoman menggiring bola ke gawang lawan, tahu-tahu terkena serangan jantung. Dia langsung terkulai di atas perut Made dan wasalam…… Dicoba dibangunkan berulang kali, tapi tak juga merespon. Made lalu menghubungi Satpam untuk diteruskan ke polisi. Meski bukan kasus pembunuhan, tak urung Made diperiksa polisi juga. Yang menarik, jenasah Nyoman Sumarta yang gugur di medan laga itu jadi rebutan istri muda dan istri tua. Semua merasa berhak merawat almarhum. Biar adil diundi macam arisan, Made jadi panitianya. (*/Gunarso TS)

NYOMAN Sumarta, 51, bukan politisi, tapi suka juga main “empat kaki”. Padahal di rumah ada dua istri. Tapi perangai buruk itu harus dibayar mahal. Saat kencani bidan Made Sudarti, 27, di hotel tiba-tiba serangan jantung di atas perut. Meski meninggal wajar, tak urung Made terseret jadi urusan polisi. Menjelang Pilpres ini ada partai yang main “dua…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

chancer casino