NAH INI DIA: Jika Punya PIL Orang Dungu Disuruh Membunuh Mau Saja
BANDI 40, benar-benar lelaki dungu di kelasnya. Sebagai PIL Ny. Suranti, 38, kok mau-maunya disuruh membunuh Lim Ban Piet, 62, suaminya, agar cinta mereka mulus ke KUA. Tentu saja segera terungkap, bahkan Bandi bersama Suranti dijebloskan ke tahanan. Padahal belum “njeblosin” Ny. Suranti. Orang dungu tapi pinter ngomong kini laku keras untuk jadi nara sumber diskusi di TV swasta. Tapi nyatanya, banyak juga yang suka, karena kedunguannya berhasil untuk nyerang pemerintah. Tapi ada juga orang dungu tingkat dewa, sehingga mau diperalat kekasih. Disuruh apa saja mau, padahal tindakan itu justru akan membahayakan dirinya. Bandi warga Candiroto Temanggung, adalah salah satu lelaki dungu di kelasnya, hanya saja dia belum pernah dijadikan narasumber di TV swasta. Tapi meski dungu dia bisa membedakan mana perempuan cantik berduit, dan manapula perempuan cantik berkantong kering. Dan karena kedunguannya pula kemudian Bandi dibuat celaka oleh kelakuannya sendiri. Aslinya Bandi memang penganggur yang tak punya pegangan apa-apa. Tapi karena ada sedikit modal tampang, dia bisa berpacaran dengan Ny. Suranti warga Parakan di kota yang sama. Dia bini juragan pupuk lumayan kaya, Lim Ban Piet. Sebagi istri juragan, Suranti benar-benar dimanjakan. Pakaiannya serba mahal, gelang-kalung selalu menghias tangan dan lehernya. Kenapa Suranti bisa menerima pria miskin seperti Bandi? Sebab dia kelaki yang berbanding lurus antara tongkrongan dan tangkringan. Kepuasan batiniah yang tak pernah diperoleh dari suami, oleh Bandi diberikan lebih. Ibarat orang bertinju, dengan Liem Ban Piet baru dua ronde sudah KO, bersama Bandi 10 ronde belum apa-apa. Bahkan kadang ada partai tambahan. Sejak 2 tahun lalu Bandi-Suranti menjalin asmara, dan selama ini selalu aman-aman saja. Artinya, Lim Ban Piet sama sekali tak tahu bahwa dirinya jadi korban poliandri. Ibarat sawah sepetak, dia tak menyadari bahwa ada penggarap lain yang ikut memanen sawahnya. Tapi Bandi sendiri tak mau statusnya terus-terusan hanya jadi pekerja outsorching. Dia ingin diangkat jadi suami tetap dengan dokumen resmi dari KUA. Minta baik-baik pada Lim Ban Piet, mana mungkin dikasih. Satu-satunya cara, juragan pupuk itu harus didelet dari muka bumi. Tapi bagaimana caranya? “Kamu cari orang, nanti saya yang mbayari.” Kata Suranti pada sang PIL. Karena sudah saking kesengsem pada Suranti, Bandi nan dungu itu mau saja. Dia ajak temannya, Pawito, 34, untuk jadi eksekutor. Lantaran honornya Rp 20 juta tanpa dipotong pajak penghasilan, Pawito mau saja. Maka dengan pura-pura pesan pupuk, Lim Ban Piet berhasil dipancing keluar dari rumahnya. Pamitnya mau antar pupuk ke pelanggan, padahal itulah jalan menuju kematian. Di suatu tempat Bandi – Pawito sudah menunggu. Benar saja. Begitu Lim Ban Piet datang pakai mobil langsung dibawa ke tempat sepi dan dieksekusi. Mayatnya kemudian dibuang di hutan kawasan Dusun Bandarejo Desa Sidoharjo Kecamatan Candiroto. Seminggu kemudian baru ditemukan mayatnya dalam kondisi membusuk. Polisi bergerak cepat dan akhirnya bisa menangkap Bandi dan Suranti sebagai dalangnya. Begitu juga Pawito yang baru saja dapat “lotre” Rp 20 juta, ikut diamankan. Dasar dungu. Gagal nikah Bandu malah jadi narapidana. (Gunarso TS)
BANDI 40, benar-benar lelaki dungu di kelasnya. Sebagai PIL Ny. Suranti, 38, kok mau-maunya disuruh membunuh Lim Ban Piet, 62, suaminya, agar cinta mereka mulus ke KUA. Tentu saja segera terungkap, bahkan Bandi bersama Suranti dijebloskan ke tahanan. Padahal belum “njeblosin” Ny. Suranti. Orang dungu tapi pinter ngomong kini laku keras untuk jadi nara sumber diskusi…
