NAH INI DIA: Emak-Emak Pamit Melayat Malah di Hotel jadi Mayat

EMAK-EMAK dari Banyumas ini keterlaluan. Pamitnya mau melayat, tapi janda Wulan, 50, malah ke hotel membangun koalisi kenikmatan bersama Sukartam, 47. Tapi di situ malah jantungnya kumat dan tewas. Paling konyol Sukartam, gendakannya tewas bukan menolong malah kabur bawa harta “warisan”. Ada tiga emak-emak di Karawang diciduk polisi, gara-gara kampanye hitam lewat medsos. Ini emak-emak kurang kerjaan. Ketimbang main fitnah, sehingga merugikan kandidat Capres mending di rumah masak, atau cari kutu. Ini tak merugikan orang lain, sekaligus bisa membunuh waktu. Wulan adalah emak-emak made in Banyumas. Meski emak-emak dia bukan anggota Timses Capres. Sebab dia sadar, siapapun yang jadi Presiden nanti, takkan mengubah nasib dirinya, juga wong cilik pada umumnya. Yang biasa jualan ayam di pasar, tetap saja tiap pagi periksa anus ayam, sehat atau penyakitan. Kalaupun kampanye, justru kampanye diri sendiri bahwa jadi janda yang keren, punya uang dan perhiasan yang selalu dibawa-bawa dalam tasnya. Kampanye bebas pengawasan Bawaslu itu akhirnya nyangkut pada seorang lelaki, namanya Sukartam. Terbukti keduanya kemudian pacaran bak anak muda. Maksudnya, mereka membangun koalisi kenikmaran yang dilanjutkan dengan eksekusi. Kenapa Sukartam mau pacaran dengan wanita emak-emak yang tak begitu enak? Ya karena cari benggol dengan modal bonggol. Sebab Ny. Wulan ini royal dengan uang. Asal servis Kartam memuaskan, rosa-rosa macam Mbah Marijan, saat itu juga diberi bonus tambahan. Beberapa hari lalu kembali dia kencan dengan Kartam warga Karanglewas, Banyumas. Saat pamitan dengan keluarga, alasannya mau takziah orang meninggal. Tapi sesungguhnya dia malah kencan dengan Kartam ke hotel Pelita, Cilongok, Banyumas kulonan. Mungkin karena lama tak ketemu, gairahnya demikian menggebu. Janda Wulan jadi lupa akan riwayat penyakit jantungnya. Benar saja, ketika keduanya sedang bergulat antara hidup dan mati, mendadak jantungnya kumat dan Wulan tewas di tempat. Kontan Kartam pindah ke gigi satu secara manual karena perangkat miliknya belum matic. Anehnya, melihat lawan pertempuran meninggal dia tidak panik, justru mengemasi HP, perhiasan dan uang berjut-jut yang ada di tas Wulan. Habis itu barulah dia kabur. Tapi hanya sehari Kartam bisa ditangkap dan ditahan, dia kena pasal pencurian dan lalai pada seseorang yang sedang membutuhkan pertolongan. Mestinta, selamatkan dulu nyawa Wulan, bukan dompetnya. (*/Gunarso TS).

EMAK-EMAK dari Banyumas ini keterlaluan. Pamitnya mau melayat, tapi janda Wulan, 50, malah ke hotel membangun koalisi kenikmatan bersama Sukartam, 47. Tapi di situ malah jantungnya kumat dan tewas. Paling konyol Sukartam, gendakannya tewas bukan menolong malah kabur bawa harta “warisan”. Ada tiga emak-emak di Karawang diciduk polisi, gara-gara kampanye hitam lewat medsos. Ini emak-emak kurang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

chancer casino