NAH INI DIA: Sebuah Obeng di Sungai Musi Jadi Bukti Pembunuhan Istri
JIKA cinta dikhianati, suami bisa kalap. Seperti Awaludin, 35, dari Palembang ini contohnya. Dia naik pitam ketika tangkap basah istrinya, Rohani, 37, telepon-teleponan dengan PIL. Langsung saja dihajar pakai obeng sampai tewas. Sayangnya, obeng untuk barang bukti polisi, malah dibuang Awaludin di sungai Musi. Sebelum tahun 1970, lagu “Sebiduk di sungai Musi” yang dinyanyikan Alfian jadi kegemaran para ABG di masanya. Itu dulu! Sekarang, justru obeng di sungai Musi dicari-cari polisi untuk barang bukti. Tapi bagaimana cara mencarinya, sebab obeng itu dibuang setahun lalu saat seorang suami kalap membunuh istri. Apa masalahnya, hanya suami memergoki istrinya telpon-telponan dari kamar hotel dengan PIL-nya. Padahal sejam sebelumnya mereka baru saja menjalankan “sunah rosul”. Lelaki paling sadis di Palembang ini adalah Awaludin, warga Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (Sumsel), tetangga jauuuuuh Tantowi Yahya Dubes RI di Selandia Baru. Sejak beberapa bulan lalu rumahtangga mereka goyah, karena sering ribut. Bukan masalah ekonomi politik keuangan, tapi gara-gara asmara. Masalahnya diam-diam Rohani punya PIL. Sehari-hari tiada hari tanpa adu mulut, bukan adu bibir lho ya…… Entah siapa yang menjadi juru damainya, pasangan suami istri itu kembali menjadi akur, bahkan meneken pakta integritas untuk melupakan masa lalu. Mereka bertekad mengisi lembaran baru rumahtangganya. Untuk mbangun tresna sebagaimana kata orangJawa Palembangan, Awaludin-Rohani kemudian menginap di hotel berbintang di kota untuk menciptakan kenangan-kenangan indah sebagai suami istri. Dalam suasana baru, ditingkah dinginnya AC hotel, mereka kemudian menjalankan “sunah rosul” sebagai obat anget. Habis itu Awaludin-Rohani pun tidur pules, maklum habis menguras energi terbarukan. Tapi sekitar pukul 24.00 saat Awaludin terjaga, lho….kok mendengar istrinya sedang asyik telpon-telponan. Awalnya dia tak curiga. Tapi begitu suami bangun kok buru-buru telpon diputus, mulailah dia curiga. Saat istri ke kamar mandi, Awaludin mencoba membuka HP itu, ternyata istrinya baru saja telpon-telponan kembali dengan PIL-nya. Langsung saja dia jadi emosi. Ini perempuan memang tak bisa diajak ke jalan kebaikan. Sudah janji kapok, dan teken pakta integriras segala, eh kok kembali korupsi cinta untuk suami. Maka setelah Rohani keluar dari kamar mandi, kembali keduanya ribut. Karena Rohani ngeyel, melihat ada obeng kembang di laci hotel, langsung saja diambil dan ditusukkan ke tubuh istrinya berulang kali, dari lengan, pipi, leher sampai anggota badan yang lain. Awaludin baru berhenti ketika tubuh Rohani sudah diam seribu basa. Selesai mengeksekusi bini, Awaludin segera tinggalkan hotel, tak jelas sudah bayar rekehing apa belum. Yang jelas, kekejaman Awaludin ini bikin sibuk polisi. Sebab sejak kejadian itu dia langsung minggat entah ke mana. Sampai anak-anak sekampungnya suka mengolok-olok dengan lagu, “Udin yang kabur setelah bunuh istri, namanya Awaludiiiin….!” Lebih dari setahun, baru terdeteksi keberadaan Awaludin. Saat ditangkap dia pasrah saja tanpa perlawanan. Dalam pemeriksaan dia mengaku kalap karena istri kembali berhubungan dengan PIL- nya. Tapi obeng untuk mengeksekusi istri katanya sudah dibuang ke sungai Musi, untuk hilangkan barang bukti. Sekarang dia pasrah, mau dihukum berapa saja. Awaludin kini mau bertaubat, bermunajat pada Allah Swt. Bener-bener munajat lho ya, jangan dicampuri politik. (Gunarso TS)
JIKA cinta dikhianati, suami bisa kalap. Seperti Awaludin, 35, dari Palembang ini contohnya. Dia naik pitam ketika tangkap basah istrinya, Rohani, 37, telepon-teleponan dengan PIL. Langsung saja dihajar pakai obeng sampai tewas. Sayangnya, obeng untuk barang bukti polisi, malah dibuang Awaludin di sungai Musi. Sebelum tahun 1970, lagu “Sebiduk di sungai Musi” yang dinyanyikan Alfian jadi…
