NAH INI DIA: Suami Pelit Beri Anggaran Terpaksa Terima Dana CSR
KODRI , 40, termasuk lelaki pelit. Masak, pada istri hanya kasih belanja Rp 500.000,- sebulan, lainnya buat foya-foya. Terpaksa Ny. Mimin, 35, menerima dana CSR dari pemuda tetangga, Arif Uyuhono, 31. Resikonya Mimin harus melayani syahwat sang pemuda. Begitu suami tahu, ngamuklah sampai berujung cerai! Dana CSR (Corporate Social Responsibility) adalah bantuan sosial dari perusahaan swasta. Karena itu sumbernya bukan dari APBD, apa lagi APBN, pertanggungjawabannya tak terlalu ketat. Tapi di era gombalisasi ini, banyak juga ibu rumahtangga yang suka terima dana CSR dari “swasta” alias PIL. Nah, suami cap apa yang sudi istri berperilaku seperti itu? Adalah Kodri seorang pekerja swasta di kota Surabaya. Gajinya lumayan, di atas Rp 10 juta sebulan. Tapi sayangnya, dia memberikan uang belanja untuk anak istrinya hanya Rp 500.000,- sebulan. Jaman sekarang yang “apem” artis laku Rp 80 juta, duit Rp 500.000,- bisa sampai di mana? Usut punya usut, Kodri ini lelaki yang suka hura-hura, suka pesta-pesta bersama teman. Uang gajinya kebanyakan habis untuk mentraktir teman-teman, makan enak bersama, wedang-wedangan dengan teman reuni. Karena dia tak punya pos lain, akhirnya gaji untuk istri yang jadi korban. Tega-teganya Kodri, sebulan hanya kasih uang Rp 500.000,- Memangnya setiap hari harus makan tempe setebal kartu ATM? Yang kasihan tentu saja Ny. Mimin, dia harus pandai-pandai mengatur anggaran. Anak balitanya yang seharunys diberi susu formula, terpaksa diberi susu kental manis. Untung saja si upik tidak sampai mencret, karena mungkin memahami penderitaan ibu. Tapi ya itu tadi, anak-anak Mimin lambat perkembangannya, nyaris kena penyakit gizi buruk. Kebetulan ada pemuda tetangga yang sangat memahami penderitaan Ny. Mimin. Dengar cerita bini Kodri, Arif Uyuhono jadi simpati. Untuk meringankan beban ekonomi, dia suka bantu keuangan, dari Rp 50.000,- sampai Rp 100.000,- Kebetulan Ny. Mimin ini meski menjelang emak-emak, penampilannya masih enak, menggamit rasa merangsang pandang. Bagaimana kalau sedang goyang? Setan terus memprovokatori Arif Uyuhono. Jadi penyandang dana CSR, masak gratis-gratisan saja tanpa pertanggunganjawab? Apalagi ini dana CSR kok masuk atas nama pribadi, seyogyanya juga harus dibayar dengan body. Gara-gara input dari setan itulah, Arif Uyohono kepengin pula menerima balas jasa. Bukankah jaman sekarang tak ada makan siang gratis? Rupanya Mimin menangkap juga aspirasi urusan bawah Arif. Karena sudah kebanyakan terima budi, lebih-lebih suami juga makin nyebeli, akhirnya dia pasrah saja ajakan Arif Uyuhono. Ternyata, meski lebih muda darinya, dia pintar juga membahagiakan perempuan. Dan sejak itu dana CSR makin mengalir ke dompet Mimin. Awalnya Kodri tak tahu permainan istrinya tersebut. Tapi begitu menunya tiap hari di rumah enak terus, jadi curiga. Mulailah dia menuduh istrinya jual diri. Mimin membantah, bukan jual diri tapi cuma selingkuh dengan kompensasi dana CSR. Apapun istilahnya, Kodri tidak terima, sehingga dia menggugat cerai ke Pengadilan Agama Surabaya. Mimin juga tak gentar, percuma punya suami jika hanya dipasok bonggol bukan benggol. Bonggol juga sudah kurang nendang, buat apa. (*/Gunarso TS)
KODRI , 40, termasuk lelaki pelit. Masak, pada istri hanya kasih belanja Rp 500.000,- sebulan, lainnya buat foya-foya. Terpaksa Ny. Mimin, 35, menerima dana CSR dari pemuda tetangga, Arif Uyuhono, 31. Resikonya Mimin harus melayani syahwat sang pemuda. Begitu suami tahu, ngamuklah sampai berujung cerai! Dana CSR (Corporate Social Responsibility) adalah bantuan sosial dari perusahaan swasta.…
