NAH INI DIA: Pelakor Baru Melahirkan Dihajar Emak-Emak Militan
STOK lelaki di Probolinggo tetap aman sampai Lebaran 1440 H, tapi Ny. Prapti, 30, tega rebut Wiyono, 40, dari istrinya. Maka istri pertama Wiyono sakit hati. Bersama emak-emak lainnya langsung menghajar Prapti meski baru saja melahirkan. Dalam kondisi babak belur dia mengadu ke Polres Probolinggo. Jika ada perempuan sampai jadi pelakor (perebut laki orang), sebetulnya kesalahan tidak mutlak di pihak wanita. Bisa saja si suami yang terlalu genit dan celamitan pada wanita. Asal ada barang baru pikirannya jadi macem-macem. Padahal tak semua wanita mampu menangkalnya. Begitu lihainya si lelaki, akhirnya banyak wanita yang kemudian terpaksa bertekuk lutut dan berbuka paha karenanya. Rupanya Prapti juga seperti itu. Dia tak kuasa menepiskan rayuan Wiyono, yang tutur bahasanya setengah dewa. Bukan setengah dewa, malah full dewa! Soalnya perilaku Wiyono ini nyaris seperti dewa Betara Surya dalam kisah perwayangan. Hanya diberi HP android yang bisa memonitor seluruh isi dunia, Dewi Kunti langsung menyerahkan kehormatannnya. Prapti sebetulnya tahu bahwa Wiyono sudah punya istri, tapi dia mampu meyakinkan bahwa dia akan berlaku adil pada kedua istrinya. Sana diberi rumah, sini juga diberi rumah. Kalau ada beda paling-paling, istri rumah tapak yang dibeli cash, untuk Prapti rumah susun dengan DP nol rupiah. Yang penting buat kelonan sama-sama angetnya. Begitulah, diam-diam Wiyono menikahi Prapti secara siri, yang berarti Si-dikit Ri-sikonya. Sampai bini kedua ini hamil dan melahirkan, istri pertama sama sekali tidak tahu. Tapi yang namanya menyimpan duren busuk, meski bukan dalam pesawat terbang bakal ketahuan juga. Dan itulah yang terjadi. Ny. Mimin, 38, belakangan tahu bahwa suaminya kawin lagi. Siapa yang memberi tahu, katanya “of the record”. Yang jelas bini Wiyono yang pertama ini sampai tahu di mana Prapti dibelikan rumah. Tentu saja dadanya jadi mengkap-mengkap. “Kurang ajar, seperti Probolinggo kekurangan lelaki, suami orang diembat juga.” Omel Ny. Mimin. Dia lalu curhat kepada keluarganya yang sama-sama emak-emak militan. Mereka jadi ikut emosi mendengat keluh kesah dan ratap tangis Mimin. Maka mereka bertiga segera mendatangi rumah Prapti yang kini bestatus jadi pelakor tersebut. “Hajar sampai gempor Bleh….” kata setan menyemangati. Benar saja. Tak peduli Prapti baru seminggu melahirkan, di sana-sini banyak jahitan, dia langsung dipersekusi. Awalnya ditanyakan di mana suaminya. Karena tak mampu menjawab, langsung saja dijambak dan ditendang oleh tiga emak-emak secara bergantian. Untung saja para tetangga segera melerainya. Dalam kondisi babak belur Ny. Prapti mengadukan tiga emak-emak itu ke polisi. Coba, emak-emak gabung jadi timses Prabowo-Jokowi, malah diterima dengan tangan terbuka. (*/Gunarso TS)
STOK lelaki di Probolinggo tetap aman sampai Lebaran 1440 H, tapi Ny. Prapti, 30, tega rebut Wiyono, 40, dari istrinya. Maka istri pertama Wiyono sakit hati. Bersama emak-emak lainnya langsung menghajar Prapti meski baru saja melahirkan. Dalam kondisi babak belur dia mengadu ke Polres Probolinggo. Jika ada perempuan sampai jadi pelakor (perebut laki orang), sebetulnya kesalahan…
