NAH INI DIA: Bapak dan Anak Sama Bejatnya Dua Gadis Tetangga Dicabuli
INI benar-benar gila! Samingan, 47, sebagai ayah, dan Fajrun, 22, sebagai anaknya, bergantian mencabuli gadis tetangga, Ika, 18, dan Eki 16. Maka ketika digelandang ke Polres Surabaya, tetanggapun heran; kok ada ya bapak dan anak sama bejatnya. Semua jadi pejuang selangkangan! Pepatah lama mengatakan, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Maksudnya, perilaku baik atau buruk si anak, kebanyakan meniru kelakuan orangtuanya. Di sinilah apa artinya pendidikan. Jika ayah suka main perempuan, anaknya bakal ikutan pula jadi “Sastro Pandelepan” (pezina) kata orang Solo. Jika bapaknya koruptor, anaknya ada pula yang jadi koruptor. Jaman sekarang itu ombyokan. Di Surabaya, ada keluarga yang tinggal di rumah kontrakan. Ekonomi mereka tidak bagus, sehingga bertahun-tahun tinggal di rumah kontrakan. Tapi dalam hal keturunan, keluarga Samijo,53, lumayan mujur. Dua anak perempuannya masing-masing terlahir sebagai gadis cantik di kelasnya. Lelaki normal cap apapun, pasti tertarik akan kecantikan kedua putri Samijo ini. Tak dinyana tak diduga, bapak-anak yang tinggal di sekitar situ juga, ternyata juga punya perhatian yang sama. Sang ayah, Samingan, diam-diam tertarik pada si Ika yang seksi menggiurkan. Begitu pula anaknya, Fajrun, tanpa sepengetahun bapak juga suka memperhatikan kemolekan dua gadis anak Samijo ini. Meski punya selera yang sama, tapi Samingan dan Fajrun memang berjalan sendiri-sendiri, tak mau bergabung dalam koalisi kenikmatan. Karena tak ada kordinasi, kadang Fajrun sebagai anak justru mencuri start. Maksudnya, Ika gadis yang diincar bapak, sudah duluan disikat sang anak. Bapak dan anak ini memang pintar bicara, dan santun pula. Ini bakat alam yang menjadi modal utama untuk menundukkan makhluk lawan jenis yang dikejarnya. Tapi mungkin karena merasa sudah tua, Samingan mencoba bermain cantik, ngono ya ngono, ning ya aja ngono. Begitu ya begitu, tapi jangan begitu. Maka ketika mendekati Ika maupun Eki, Samingan sebatas meraba-raba organ tunggal keduanya. Untuk berbuat lebih jauh, dia masih mikir. Koalisi kenikmatan itu tak mungkin dideklarasikan di rumah, musti di hotel. Tapi dananya dari mana? Mau cari saweran, malu Samingan wong bukan Ketum parpol mau ikut Pilpres. Bagi Samingan, bisa mengobok-obok Ika, sudah merupakan kebahagiaan sekaligus kenikmatan. Tapi anaknya, tak cukup hanya itu. Mau koalisi kok hanya meraba-raba doang, cuma bikin gatel. Harus ada eksekusi yang nyata. Maka sekali waktu Fajrun berhasil menyetubuhi Ika yang cantik nan seksi itu. Di mana tempatnya, Fajrun tak mau mengaku. Bapak-anak sebagai predator rumahtangga itu baru terungkap beberapa hari lalu. Ceritanya Ika jika jalan tidak normal, ngegang seperti roda kadung rontok lakhernya. Pak Samijo segera menanyai apa yang telah terjadi. Setelah didesak-desak, mengakulah bla bla bla….. Tentu saja bapak dan ibunya terkaget-kaget. Samingan Fajrun pun ditangkap. Saat Samingan didatangi polisi, dia kaget karena anaknya juga jadi tawanan. Usut punya usut, ternyata anak lelakinya ini juga suka mencabuli. “Kok kamu bisa ikut-ikutan, bagaimana ceritanya. Bikin malu saja kamu!” kata Samingan, padahal dia sendiri yang bikin malu keluarga. Apa jawab Fajrun? Ternyata dia pernah memergoki diam-diam, ketika ayahnya sedang mencabuli Ika. Maka dia pun ikut berpartisipasi. Dan anak melangkah lebih cepat. Dia berhasil menodai Ika dalam kesempatan yang pertama. Karena kelakuannya, kini bapak dan anak itu ditahan di Polres Surabaya. Bapak sama anak kok sama-sama somplaknya. (BJ/Gunarso TS)
INI benar-benar gila! Samingan, 47, sebagai ayah, dan Fajrun, 22, sebagai anaknya, bergantian mencabuli gadis tetangga, Ika, 18, dan Eki 16. Maka ketika digelandang ke Polres Surabaya, tetanggapun heran; kok ada ya bapak dan anak sama bejatnya. Semua jadi pejuang selangkangan! Pepatah lama mengatakan, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Maksudnya, perilaku baik atau buruk si…
