NAH INI DIA: Tiga Kali Buka-bukaan Bersama Si Kakek Ditangkap Polisi

BAGI kakek Basori, 56, dari Sekayu (Sumsel) bulan puasa bukan untuk banyak cari pahala, tapi malah sibuk urusan paha. Orang lain buka bersama, dia malah buka-bukaan bersama di kebon karet bersama ABG tetangga bernama Ri, 15. Saat ditangkap polisi, si kakek mengaku sudah tiga kali perkosa Ri. Bulan puasa adalah bulan penuh rahmat. Di sini Allah melipatgandakan pahala orang berpuasa, sampai-sampai tidur siang di bulan Ramadhan juga dinilai sebagai ibadah. Tapi banyak juga orang yang menyia-nyiakan kesucian bulan puasa itu. Boro-boro ikut puasa selama 29-30 hari, justru siang hari cari dosa dengan memperkosa ABG anak tetangga. Kelakuan bejad ini praktisinya abah Basori dari Sekayu, Musi Banyuasin, Sumsel. Beberapa hari lalu dia dilaporkan ke polisi oleh orangtua Ri, karena berdasarkan pengakuan putrinya, kakek Basori tega memperkosanya tiga kali. Yang terakhir di bulan puasa, sedangkan dua kali sebelumnya belum masuk bulan Ramadhan. “Maaf saya khilaf,” kata si kakek di depan polisi. Di rumahnya kakek Basori masih ada istri dan juga sudah punya cucu. Tapi meski ada cucu bukan berarti menjadi rem untuk mengumbar nafsu. Katanya, cucu kan sudah ada yang mengurus. Tapi nafsu saya, siapa yang mau ngurus? Di rumah memang ada istri, tapi sudah udzur sehingga tak bisa lagi mengimbangi gairah Basori yang ternyata masih rosa-rosa macam Mbah Marijan. Di rumah tetangganya, ada gadis ABG yang lumayan cantik dan bodinya nan seksi. Biar umur hampir kepala enam, tapi Basori masih sedep juga melihat kecantikan ABG yang lebih pantas jadi cucunya itu. Setan yang melihat minat dan bakat Basori, langsung nyamperi. “Kalau kamu mau, saya bantu Bleh.” Kata setan yang rupanya lepas dari belenggu bulan Ramadhan. Sebetulnya kedatangan setan itu sudah telat. Sebab sebelum puasa, justru Basori sudah berhasil dua kali menggagahi Ri, ABG anak tetangga. Bagaimana rasanya, wah…..seger sumyah! Hanya dengan modal uang Rp 2.000,- enam lembar dan sedikit ancaman dia sudah berhasil menggagahi si ABG. Ya memang begitulah kelakuan Basori, urusan begituan maju banget. Kali pertama menodai Ri di kebon karet belakang rumah korban, 30 Maret lalu. Karena diancam dan dikasih uang Rp 12.000,- diam, Basori jadi ketagihan untuk nambah lagi. Perkosaan yang kedua terjadi 27 April. Lagi-lagi Ri dikasih uang Rp 12.000,- “Soal beginian cukup Rp 12.000,- saja, kalau jadi pengarah P4 baru boleh Rp 112 juta.” Kata Basori sok tahu. Bulan Ramadhan 1439 H ini mestinya Basori menghentikan segala aktivitas durjananya. Tapi tidak, justru kembali dia menodai Ri 19 Mei lalu. Tapi baru saja ngasih uang Rp 12.000,- ada tetangga yang curiga, kenapa Basori sering ke rumah Ri yang sering kosong? ABG Ri pun diinterogasi dan mengaku bla bla bla….. Orangtuanya diberitahu kelakuan Basori tentu saja kaget dan marah. Maka kakek celamitan itu dilaporkan ke Polsek Sekayu dan ditangkap. Dalam pemeriksaan dia mengaku bahwa sudah tiga kali buka-bukaan bersama di kebon karet. “Maaf, saya sedang khilaf.” Katanya. Khilaf kok sampai tiga kali, itu sih hobi! (SP/Gunarso TS)

BAGI kakek Basori, 56, dari Sekayu (Sumsel) bulan puasa bukan untuk banyak cari pahala, tapi malah sibuk urusan paha. Orang lain buka bersama, dia malah buka-bukaan bersama di kebon karet bersama ABG tetangga bernama Ri, 15. Saat ditangkap polisi, si kakek mengaku sudah tiga kali perkosa Ri. Bulan puasa adalah bulan penuh rahmat. Di sini Allah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

chancer casino