NAH INI DIA: Anak Diberi Makan Tetangga Ibunya Babak Belur Dihajar

ADA orangtua yang melarang anak-anaknya makan di rumah tetangga. Salah satunya Sahib, 40, dari Jambi. Dapat laporan anak balitanya dikasih makan tetangga, dia marah pada istrinya. Langsung saja Ny. Winda, 31, dihajar sampai babak belur. Padahal akibarnya, Sahib sendiri jadi urusan polisi. Kita harus berbagi sama tetangga, baik dalam suka maupun duka. Jika punya makanan istimewa, tetangga harus dibagi pula, jangan hanya mencium baunya doang. Karena itu pula, banyak orang yang suka memberi makan anak tetangga, ketika bocah itu main bersama anaknya. Tapi sifat anak memang macam-macam. Ada yang mau, ada pula yang menolak dengan alasan dilarang oleh ibu. Di Merangin, Jambi, banyak pula ibu-ibu suka kasih makan anak tetangga. Kebetulan sisa makan sahur masih banyak, maka Ninok, 4, anak teman main anak lelakinya, diajak pula makan pagi bersama anak lelakinya, Didi, 5. Ninok makan dengan lahap. Agaknya di rumah belum sempat sarapan, karena ibu sibuk urusan lain. Kebetulan suami tetangga ini lalu cerita pada Sahib bahwa anaknya tadi makan di rumahnya. Rupanya Sahib jadi malu karena anak balitanya ikut makan di rumah tetangga. Malu takut dianggap tak bisa kasih makan anaknya, ngkali. Akhirnya Sahib marah pada istrinya, karena dianggap tak bisa mendidik anak. “Hajar saja Bleh…..”, kata setan memberi semangat pada Sahib. Lho, setan kok ada berkeliaran, bukankah selama bulan Ramadhan setan-setan di belenggu? Rupanya setan yang mampir ke hati Sahib bawa kunci duplikat, sehingga dia dengan mudah mempengaruhi cucu dan cicit Adam untuk berbuat sesat. Dan sesuai dengan misi setan, maka bulan Ramadhan yang harus banyak bersabar, dia malah mengajari orang marah menghajar istri. Begitulah, sesampainya di rumah Winda diomeli suaminya, kenapa membiarkan anak makan di rumah orang? Memangnya kita tak bisa ngasih makan? Tentu saja Winda tak terima datang-datang suami ngomel. “Ya biar saja kenapa bang, tetangga kasih makan anak kita kan berarti mereka sayang. Agama kan juga mengajarkan kita untuk berbagi pada tetangga.” Kata istrinya membela diri. Sahib makin gondok, dinasihati malah genti ceramah, seperti mubaligh yang telah terekomendasi Kemenag saja. Saking jengkelnya, lupa bulan puasa, tangan pun melayang, plakkk! Tidak cukup dengan itu, istri dibanting dan kemudian kepalanya dibenturkan ke ubin berulang kali. Babak belur dah. Untung tetangga segera melerai, sementara Sahib ngeloyor pergi. Keluarga Winda tentu saja tidak terima, sehingga Sahib dilaporkan ke polisi dengan pasal KDRT. Hari itu juga Sahib dicari dan ditangkap. Dalam pemeriksaan dia mengaku emosi, sehingga langsung hajar istrinya. Puasa kan nggak boleh marah, ini malah hajar istri. Koplak! (RC/Gunarso TS)

ADA orangtua yang melarang anak-anaknya makan di rumah tetangga. Salah satunya Sahib, 40, dari Jambi. Dapat laporan anak balitanya dikasih makan tetangga, dia marah pada istrinya. Langsung saja Ny. Winda, 31, dihajar sampai babak belur. Padahal akibarnya, Sahib sendiri jadi urusan polisi. Kita harus berbagi sama tetangga, baik dalam suka maupun duka. Jika punya makanan istimewa,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

chancer casino