NAH INI DIA: Mati Lampu Curi Peluang Akhirnya Tewas Diclurit
SUDAH lama Saolan, 50, nginceng Sriyatun, 40, istri tetangga sendiri. Karena istri Sumadi, 40, ini memberi angin, Saolan jadi tambah berani. Pas mati lampu di rumah Sumadi, berani-beraninya dia mencium Sriyatun. Sumadi pun marah besar, Saolan langsung dikejar dan diclurit sampai wasalam di kebon. Lagi-lagi terbukti, rumput tetangga itu terasa lebih hijau ledung-ledung. Tentu saja ini sekedar kata kiasan. Kalau aslinya sih, rumput di halaman tetangga hijau atau gundul, emangnya gue pikirin? Tapi karena kata kiasan, di mana-mana banyak lelaki yang jadi suka bertaman, memperhatikan rumput hijau di halaman tetangga. Salah satunya adalah Saolan warga Bantaran, Kabupaten Probolinggo (Jatim). Dia sudah lama jadi pengagum Sriyatun, istri Sumadi yang putih bersih dengan betisnya yang mbunting padi itu. Asal melihat Sriyatun, ukuran celana Saolan langsung berubah, karena lalu membayangkan yang mboten-mboten. Setiap Sriyatun belanja ke warung di pagi hari, Saolan gemar sekali jadi “jumantik” dalam arti juru pemantau wanita cantik. Rupanya istri Sumadi ini juga tahu bila selalu menjadi pusat perhatian tetangganya. Terbukti gerak-geriknya semakin menggemaskan, sehingga Saolan makin salah tingkah dan ukuran celana berubah dengan cepat, sampai XL. “Kalau modelnya begini, saya rasa satu putaran juga kena,” kata batin Saolan. Merasa dapat lampu hijau, manakala suaminya tak di rumah dia diam-diam menyambangi rumah Sriyatun. Ngobrol ngalor ngidul sambil berhaha-hihi. Dan ketika situasinya makin mantap terkendali, Saolan bertambah agresip. Pada suatu malam benar-benar koalisi itu dilanjutkan dengan “eksekusi”. Kalau eksekusi hukuman mati, terpidana selalu berusaha PK agar bisa ditunda eksekusi tersebut. Tapi eksekusi dalam hal satu ini, baik yang dieksekusi maupun eksekutor sama-sama senang dan menikmati. Saolan sampai gemrobyos (berkeringat) sementara Sriyatun merem melek, sampai-sampai mata tinggal putihnya doang. Sejak itu Saolan serasa berbini dua tapi hemat biaya. Sebab Sriyatun tak butuh benggol, kecuali bonggol semata. Asal ada peluang, pasti dia menyempatkan diri ke rumah Sriyatun untuk memperkuat koalisi meski tak ada hubungannya dengan Pilpres 2019 mendatang. Beberapa malam lalu tiba-tiba lampu PLN mati, petttt! Sumadi pun cari ke kantor Kades untuk numpang telepon lapor PLN. Peluang ini ternyata segera dimanfaatkan oleh Saolan. Buru-buru dia ke rumah Sriyatun dan mengajak bermesraan seperti biasanya, Di ruang tamupun jadi, namanya juga sedang mati lampu. Tapi ternyata mereka salah perhitungan. Samidi yang rencananya mau ke kantor Kades, balik lagi karena ada sesuatu yang ketinggalan. Nah, di sinilah dia terkaget-kaget. Dalam kegelapan itu dia melihat istrinya sedang berciuman dengan hot bersama Saolan tetangganya. Langsung saja dia ambil clurit. Saolan yang hendak kabur langsung dikejar sampai keluar rumah. Saolan masuk kebon singkong meski bukan di Kemayoran, tapi dikejar terus. Begitu dia jatuh kesandung, clurit Sumadi langsung menyambutnya. Bet, bet, bet. Dan Saolan pun tewas di tempat. Sumadi kemudian menyerahkan diri ke polisi. Habis melepas syahwat langsung melepas nyawa. (BJ/Gunarso TS)
SUDAH lama Saolan, 50, nginceng Sriyatun, 40, istri tetangga sendiri. Karena istri Sumadi, 40, ini memberi angin, Saolan jadi tambah berani. Pas mati lampu di rumah Sumadi, berani-beraninya dia mencium Sriyatun. Sumadi pun marah besar, Saolan langsung dikejar dan diclurit sampai wasalam di kebon. Lagi-lagi terbukti, rumput tetangga itu terasa lebih hijau ledung-ledung. Tentu saja ini…
