NAH INI DIA: Bini Tidak Mau Disiri Lagi Kok Ngamuk Bawa Clurit
MEMANGNYA enak dikawin siri? Purwani, 35, menyesal jadi bini siri Hermanu, 40. Hanya diambil onderdilnya, tapi tidak dijamin materilnya. Sialnya, ketika dia menyatakan batalkan perkawinan siri itu, Hermanu ngamuk. Dengan bawa clurit dia ngancam Purwani di rumah orangtua. Polisi pun turun tangan. Lelaki pelaku kawin siri itu sebetulnya tidak jantan, tapi sekedar punya alat kejantanan. Pada bini tua tak mau terus terang, tapi maunya terus terjamin dia punya barang. Mentang-mentang kawin siri itu sah secara agama, banyak yang menempuh cara ini. Padahal sesungguhnya kawin siri itu hanya enak bagi lelaki, tapi menderita bagi perempuan. Soalnya, kebanyakan habis manis sepah dibuang! Purwani warga Jenggawah, Jember, adalah wanita korban kawin siri yang kemudian menyesal di kemudian hari. Sedari awal dia sudah tahu bahwa Hermanu itu sudah punya istri, tapi karena lelaki ini OKeh NgOCeh setiap mendekati dirinya, lama-lama terlena juga. Yang makin membuat Purwani tak berkutik, Hermanu ini orangnya sangat santun dan seiman pula. Ya sudah, akhirnya dia mau saja dikawin siri. Katanya nanti akan dibuatkan rumah tapak yang luas, yang tak perlu DP nol persen. Jaminan hidup sebulan Rp 5 juta juga akan diberikan, plus ada kendaraan roda dua yang bisa dipakai Purwani ke mana saja. Pokoknya, sebagai istri Purwani ibarat kata tinggal mamah karo mlumah. Yang terjadi kemudian, semuanya jauh panggang dari api. Katanya rumah tapak yang luas, tapi ternyata Purwani hanya disuruh tinggal di rumah lapis (tingkat) tapi hanya ngontrak. Sepeda motor memang ada, tapi milik pengojek. Purwani memang bisa ke mana-mana, tapi harus bayar. Paling celaka, meski janji tak semua ditepati, Purwani harus siap melayani di ranjang manakala Hermanu gilir kepadanya. Lama-lama capek juga Purwani punya suami si raja kibul. Dia berulang kali menagih, tapi hanya dijanjikan dan dijanjikan. Paling ngeri bagi Purwani, dia dapat informasi dari teman-teman bahwa anak siri takkan dapat warisan dari ayah kandungnya. Sekolah juga susah, karena tak punya akte kelahiran. “Jadi mumpung belum terlalu dalem, mending kamu minta cerai saja.” Kata sahabat itu. Belum terlalu dalem bagaimana, wong setiap datang mesti didalemi. Untung saja belum ada momongan. Maka sebelum terlambat, buru-buru dia mengajak cerai suaminya. Tapi Hermanu tak menggubris. Dia baru ngeh ketika Purwani tinggalkan rumah kontrakan. Langsung amarahnya meledak. Bagaimana mungkin, pas sangat dibutuhkan kok tiba-tiba tak ada itu barang? Langsung saja dia bawa clurit ke rumah orangtuanya. Karena Hermanu bawa-bawa senjata tajam, Purwani tak mau keluar. Diam-diam keluarganya menghubungi polisi. Melihat petugas berpakaian seragam, Hermanu tak berkutik. Dia digelandang ke Polsek Jenggawah. Pasal yang dituduhkan bisa dua macam: perbuatan tidak menyenangkan, atau percobaan pembunuhan. Sebetulnya jika dari awal ketemu, itu kan perbuatan menyenangkan dana mengasyikkan. (JPNN/Gunarso TS)
MEMANGNYA enak dikawin siri? Purwani, 35, menyesal jadi bini siri Hermanu, 40. Hanya diambil onderdilnya, tapi tidak dijamin materilnya. Sialnya, ketika dia menyatakan batalkan perkawinan siri itu, Hermanu ngamuk. Dengan bawa clurit dia ngancam Purwani di rumah orangtua. Polisi pun turun tangan. Lelaki pelaku kawin siri itu sebetulnya tidak jantan, tapi sekedar punya alat kejantanan. Pada…
