NAH INI DIA: Istri Sopir Angkot Digendak, Sabar jadi Arya Penangsang

SABAR, 37, tinggal di Jakarta. Tapi demi WIL di Cimanggu (Cilacap), dia mau saja datang ke TKP (Tempat Kejadian Perselingkuhan). Tapi sial, saat bermesraan dengan Martini, 32, eh kepergok suami. Langsung Sabar ditusuk pisau, hingga usus terburai. Untung segera ditolong, hampir saja Sabar jadi Aryo Penangsang. Belum lama ini MK dikecam MUI, karena lamban dalam menyikapi perzinaan dan LGBT. Bagi MUI mestinya MK bisa membuat norma hukum baru bahwa pelaku zina dan LGBT dihukum berat. Ternyata MK tidak mau, karena tak berhak. Penggugat justru diminta ke DPR saja, untu mengusulkan agar sejumlah pasal KUHP direvisi lagi. Nah dikala pasal perzinaan dibahas di DPR, Sabar – Martini terus berasyik-asyik jadi praktisi perzinaan. Di kala suami Martini mencari kerja di Jakarta, di rumahnya justru datang warga Jakarta yang lain untuk mengerjai Martini dengan segala improvisasinya. Bagi Sabar, vini vidi visi; aku datang, aku goyang, dan aku menang! Tak ada keterangan dan penjelasan, kenapa Sabar yang tinggal di Jakarta, kok bisa kenalan dengan Martini warga Cimanggu. Kemungkinan besar lewat WA, karena di kala suami bekerja di Jakarta sebagai sopir angkot, dia di rumah mengisi rasa sepinya dengan main WA-nan. Di sinilah dia nyangkut dengan Sabar, dan akhirnya nyangkut ke yang lain-lain. Secara periodik Sabar memang datang ke Cimanggu, ketemu Martini. Tentu saja waktunya diatur ketika suaminya pas tak di rumah. Peluangnya demikian banyak, sebab Hartono, 40, suami Martini selalu pulang setiap tanggal muda. Di tanggal tua yang mustinya lesu karena duit nyaris habis, Martini justru bergairah karena bisa dengan leluasa melayani Sabar selalu gendakannya. Warga tak ada yang tahu skandal asmara lintas privinsi itu. Sebab cara bermain sangat rapi. Di kala orang-orang pada tidur tengah malam, Sabar baru datang untuk meniduri Martini. Istirahat satu jam dua jam, lalu kembali lagi ke Jakarta. Pokoknya gerak cepat seperti gendruwo, yang kata dukun suka mengganggu bini orang, Tapi pepatah lama kan mengatakan, sepandai-pandai tupai selingkuh, sekali waktu ketahuan juga. Dan inilah yang terjadi. Tanggal muda masih lama, Hartono sudah pulang lebih cepat. Mungkin sudah kadung kangen sama istri, dia pulang lebih cepat dalam rangka setor benggol dan bonggol. Nah, setibanya di rumah Hartono kaget ketena melihat istrinya sedang bergilat amntara hidup dan mati bersama lelaki lain. Tak mau kecolongan, dia segera ambil pisay dapur dan diayunkan ke perut Sabar. Usus pun terburai, seperti kisah Aryo Penangsang berperang melawan Sutowiyaya dalam babad Mataram. Bedanya adalah, Aryo Penangsang naik kuda, sedangkan Sabar naik….bini orang. Untung kegaduhan politik di rumah Hartono ini terdengar tetangga, sehingga mereka terus berdatangan. Melihat ada orang dengan perut tertusuk pisau, segeta dilarikan ke RS Majenang, dan selamatlah nyawa Sabar. Yang sial adalah Hartono. Karena dituduh main hakim sendiri, dia ditangkap dengan pasal penganiayaan berat nyaris menghilangkan nyawa orang. Lha Hartono sudah kehilangan bini lho Mas. (SNC/Gunarso TS)

SABAR, 37, tinggal di Jakarta. Tapi demi WIL di Cimanggu (Cilacap), dia mau saja datang ke TKP (Tempat Kejadian Perselingkuhan). Tapi sial, saat bermesraan dengan Martini, 32, eh kepergok suami. Langsung Sabar ditusuk pisau, hingga usus terburai. Untung segera ditolong, hampir saja Sabar jadi Aryo Penangsang. Belum lama ini MK dikecam MUI, karena lamban dalam menyikapi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *