NAH INI DIA: Cemburu Istri Dipacari Orang Langsung Bikin Bom Rakitan
HANYA karena cemburu bini dipacari orang, Samidi, 34, berani jadi “teroris”. Dia bikin sendiri bom rakitan, lalu dikirim ke Wahyu, 32. Bom berhasil meledak, meski tak sampai ada korban. Tapi giliran Samidi dikejar-kejar polisi sampai tertangkap di Malang. “Saya kasih pelajaran saja kok,” kata Samidi di depan polisi. Kadang memang membingungkan. Sudah punya istri sendiri, kenapa masih ganggu istri orang, istri tetangga. Padahal seperti sering dikatakan di sini, perempuan itu seperti roti Kong Guan. Bentuk boleh macem-macem, tapi rasanya sama saja. Makanya banyak juga praktisi selingkuh yang menyesal, enaknya nggak seberapa, sengsaranya di bawa sampai kapan-kapan. Wahyu warga Surabaya, mentang-mentang jadi karyawan bagian operasional, akhirnya suka beroperasi ke rumah bini tetangga. Terutama itu dilakukan mana kala suami tak ada di rumah. Tujuannya jelas, untuk mencuri aset nasional yang selama ini menjadi hak mutlak seorang suami. Tak jauh dari rumahnya di Kenjeran, dia punya tetangga yang cukup cantik, Rita, 28, namanya. Dibandingkan dengan bini di rumah, sebetulnya juga sama cantiknya. Bedanya adalah, yang di rumah karena stok lama sudah tak ada greget dan gairahnya. Beda dengan Ny. Rita ini, baru dengar suaranya saja Wahyu langsung theng…..bangkit selera dan nafsunya. Kebetulan Rita ini memberi angin, sehingga tanpa perlu banyak perjuangan Wahyu berhasil mengusai aset nasional tersebut. Di kala suami tak di rumah, Rita sering mempersilakan masuk kamarnya dan terjadilah hubungan layaknya suami istri itu. Namanya barang batil, lama-lama ketahuan juga. Tentu saja Samidi selaku Rita marah besar. Tapi mau bikin perhitungan dengan Wahyu tak ada keberanian. Dia itu orangnya tinggi besar, sehingga bila beradu pisik, sekali kempit bisa jadi tape. Maka untuk membalas sakit hatinya, dia mencoba melawan dengan cara teroris. Diam-diam Samidi belajar merakit bom lewat internet. Lama-lama berhasil juga. Niat untuk memberi pelajaran pengganggu istrihya semakin mantap. Bom rakitan itu kemudian dikirim lewat ojek online. Wahyu yang curiga akan isinya, tak membuka serta merta. Dengan hati-hati bungkusan kardus itu dibuka. Ternyata isi di dalamnya banyak benda aneh, berupa kabel segala. Buru-buru ditutupnya, tapi tak lama kemudian terdengar suara, bleng…… Karena daya ledaknya rendah, Wahyu tak sampai celaka. Dia segera mengusut kiriman bom itu lewat kepolisian. Beberapa hari kemudian diperoleh nama tentang Samidi. Wahyu pun lapor polisi dan Samidi ditangkap. Dalam pemeriksaan dia mengakui, bom itu rakitan, bikinan sendiri. Sudah mahir, mestinya ke Suriah saja. (JPNN/Gunarso TS)
HANYA karena cemburu bini dipacari orang, Samidi, 34, berani jadi “teroris”. Dia bikin sendiri bom rakitan, lalu dikirim ke Wahyu, 32. Bom berhasil meledak, meski tak sampai ada korban. Tapi giliran Samidi dikejar-kejar polisi sampai tertangkap di Malang. “Saya kasih pelajaran saja kok,” kata Samidi di depan polisi. Kadang memang membingungkan. Sudah punya istri sendiri, kenapa…
