NAH INI DIA: Menantu Tak Tahu Diuntung Akhirnya Terkena Tundung

JADI menantu orang Betawi itu enak, sering dimanjakan mertua. Tapi Samijo, 35, memang benar-benar tak tahu diuntung. Ngojek saja dimodali mertua, eh malah dibuat gendakan sampai motornya digondol penipu cantik. Saking gondoknya Bang Asmawih, 57, Samijo pun diusir dan anaknya dipaksa cerai. Orang Betawi kebanyakan sangat sayang sama anak menantunya. Mereka siap nombok demi kebahagiaan anak-anaknya. Kalau dalam kisah perwayangan, itu sikap Begawan Bagaspati, rela mengorbankan nyawa sendiri asal Pujiwati putrinya dan Narasoma menantunya hidup bahagia. Bahkan ajian dan kesaktiannya diberikan pula pada sang menantu, karena saking sayangnya. Samijo yang berasal dari Sukoharjo (Surakarta) merantau ke Jakarta nyaris modal “burung” belaka. Tapi karena ijazahnya hanya SMA, kesempatan berkarier hanya dari satu pabrik ke pabrik lain, bagian produksi pula. Dengan gaji kecil sesuai UMP meski sudah rajin ikut demo, penghasilannya tak menjanjikan pula. Walhasil ketika sudah punya istrim dia terpaksa tinggal di kompleks Mertua Permai yang bebas cicilan. Mumun, 27, istrinya memang putri orang Betawi. Bang Asmawih selaku mertua sangat sayang pada menantunya ini. Di samping Samijo ini sangat santun dan seiman tentunya, juga mampu melayani segala makanan kegemaran Bang Asmawih. Malang tak bisa ditolak, untung tak bisa diraih; tahu-tahu Samijo terkena PHK dari pabrik tempatnya bekerja. Kasihan sekali Bang Asmawih. Pesangon yang tak seberapa itu ditambahi beberapa juta, sehingga bisa dibuat beli motor untuk ngojek. Lumayanlah, ketimbang di rumah jadi penganut aliran kebatinan, karena memberi nafkah batin melulu pada istrinya. Dengan profesi baru sebagai Opang (ojek pangkalan), Samijo bisa bawa pulang untuk mengasapi dapur di rumah. Belum lama ini malam-malam ada cewek cantik yang minta diantar ke Pasar Rebo. Setelah ongkos disepakati, cewek cantik itu ngetapel di boncengan motor Samijo. Di tempat yang lumayan sepi, mendadak si cewek minta berhenti katanya mau pipis sejenak. Samijo menunggu di gubuk kosong. Tahu-tahu urusannya hanya bukan pipis saja, bahkan si cewek cantik itu menawari untuk “kencing enak” di dalam gubuk. Sebagai anak muda normal di jaman milenial, ajakan itu langsung saja dilayani. Baru saja mereka bergelut antara hidup dan mati, tiba-tiba Samijo pingsan. Siuman sudah di pagi hari, sementara sepeda motornya sudah raib entah ke mana. Kepada para penolongnya dia cerita sambil malu-malu bahwa semalam kencan di gubuk ini. Tapi baru pemanasan dengan cara hendak minum “indomilk” syedap, tahu-tahu dia pingsan tak tahu lor-kidul. Rupanya Samijo terperangkap dan menjadi korban perempuan cantik tukang bius. Bang Asmawih demi mendengar cerita pengantar Samijo ke rumah, jadi kecewa berat. Soal motor yang hilang tak jadi masalah. Tapi pengkianatan cinta terhadap Mumun putri semata wayangnya, sungguh tak terampunkan.. Hari itu juga Samijo ditundung (diusir) dari rumah dan Mumun dipaksa cerai dengan si mantu yang tak tahu diuntung itu. Samijo ngebelangsak deh, terpaksa pulang kampung sambil kemulan sarung. (SR/Gunarso TS)

JADI menantu orang Betawi itu enak, sering dimanjakan mertua. Tapi Samijo, 35, memang benar-benar tak tahu diuntung. Ngojek saja dimodali mertua, eh malah dibuat gendakan sampai motornya digondol penipu cantik. Saking gondoknya Bang Asmawih, 57, Samijo pun diusir dan anaknya dipaksa cerai. Orang Betawi kebanyakan sangat sayang sama anak menantunya. Mereka siap nombok demi kebahagiaan anak-anaknya.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *