NAH INI DIA: Ketika Ustad Sudah `Berkoalisi` Dengan Setan
SETAN itu selalu berseberangan dengan ustadz. Tapi di Mesuji Sumsel, setan bisa berkoalisi dengan ustadz Hamidi, 52. Akibatnya, seorang santriwati bernama Fatimah, 18, hamil dibuatnya. Makin terkutuk si ustadz ini, saat hendak mencabuli si santri berani-beraninya mengatasnamakan Allah Swt segala. Lazimnya antara setan dan ustadz itu selalu menjadi lawan politik. Setan mengajak umat ke neraka, sedangkan ustadz jadi penganjur umat menuju surga. Tapi di era gombalisasi ini, ternyata banyak juga ustadz yang bisa diajak berkoalisi dengan setan untuk menuju “coblosan” non 9 April 2014. Yang kasihan tentu saja si santri yang menjadi obyek atau sasaran “koalisi” tidak bermartabat tersebut. Di kala usia masih demikian muda harus hamil dan kehilangan masa depannya. Di Desa Sumber Baru, Kecamatan Mesuji Raya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Hamidi dikenal sebagai tokoh masyarakat yang alim. Karena ilmu agamanya cukup, dia pun didaulat warga untuk menjadi guru ngaji bagi anak-anak dan remaja di kampung itu. Nama Hamidi pun biasa disebut ustadz Hamidi. Murid atau santrinya lumayan banyak, ada yang lelaki dan wanita. Dari yang wanita itu ada yang bernama Fatimah. Dibanding dengan yang lain, dia punya banyak kelebihan. Di samping cepat bisa saat diajari mengaji, wajah dan penampilannya juga cukup cantik. Di sinilah setan mulai ambil bagian, mengajak ustadz Hamidi untuk berkoalisi. “Kamu yang akan memperoleh kepuasan syahwat, saya ini sih hanya ingin menambah dukungan massa saja,” kata setan saat berkampanye pada Hamidi. Awalnya ustadz Hamidi selalu menepiskan bisikan-bisikan setan itu. Tapi ternyata setan pelobinya sudah sangat berpengalaman, sehingga lama-lama ustadz yang bukan lagi muda itu mulai terpedaya. Kini dia mulai suka memperhatikan Fatimah yang menawarkan sejuta gairah itu. Katanya kemudian, menaklukkan Fatimah rasanya tidak terlalu sukar, satu putaran pasti selesai. Dan inilah yang paling kurang ajar. Di kala ada kesempatan berdua saja dengan Fatimah, Hamidi mengajak muridnya tersebut untuk berhubungan intim bak suami istri. “Semoga Allah meridloi-Nya.” Kata Hamidi tanpa ada beban. Karena sang ustadz membawa-bawa nama Illahi, sebagai santriwati yang patuh dia melayani saja. Sekali bawa-bawa nama Allah, ke sononya nafsu ustadz Hamidi tanpa kendala sama sekali. Asal situasinya sangat kondusif dan dia mengajak, Fatimah pasti bersedia. Gadis ABG itu belum tahu sama sekali apa resikonya hubungan intim. Setan pun bertepuk tangan tanda kemenangan, karena tambah konstituen Partai Neraka Bersatu. Setan pun makin optimis, target suara 20 % bakal tercapai. Tahu-tahu kondisi perut Fatimah makin lama makin membesar, sampai pusernya lari dari garis ekuator. Sudah barang tentu orangtuanya panik, bagaimana mungkin anaknya belum bersuami kok sudah hamil. Saat ditanya siapa pelakunya, Fatimah pun mengaku saja, bla bla bla…….. Ustadz Hamidi pun dilaporkan ke Polsek Mesuji Raya dan ditangkap. Dalam pemeriksaan dia mengakui segala perbuatannya. Gara-gara keberanian dia berkoalisi dengan setan, dia terancam hukuman 14 tahun penjara. Kasihan Fatimahnya, bayi itu jadi tanggungjawab siapa? (TPC/Gunarso TS)
SETAN itu selalu berseberangan dengan ustadz. Tapi di Mesuji Sumsel, setan bisa berkoalisi dengan ustadz Hamidi, 52. Akibatnya, seorang santriwati bernama Fatimah, 18, hamil dibuatnya. Makin terkutuk si ustadz ini, saat hendak mencabuli si santri berani-beraninya mengatasnamakan Allah Swt segala. Lazimnya antara setan dan ustadz itu selalu menjadi lawan politik. Setan mengajak umat ke neraka,…
