NAH INI DIA: Bapak Tiri Kelakuannnya Bak Ayam Cemani Parakan

ANDAIKAN ayam, Baidi, 30, ini jenis ayam cemani dari Parakan, Temanggung. Sudah item, doyan perempuan lagi. Bayangkan, anak tiri digauli berulang kali. Sedangkan Saliyem, 35, ibunya, adalah bekas istri teman yang dicerai juga karena ketahuan dikerjai Baidi. Jadi lelaki ini gelap orangnya gelap pula tabiatnya. Kata orang, lelaki berkulit hitam punya libido yang tinggi, sementara yang berkulit terang biasa-biasa saja dalam urusan ranjang. Ibarat kata, jika ada tersedia juga dimakan, jika tak ada yang tidak berusaha mencari. Sebaliknya yang berkulit hitam, maunya nambah terus. Meski di rumah sudah ada stok, masih juga mencari-cari ke tempat lain. Orang Jawa menyebutnya: nggragas! Sebenarnya warna kulit Baidi tidak hitam-hitam amat, karena belum seperti Negro di Afrika atau Kreol di Suriname (Amerika Selatan). Namun untuk ukuran Indonesia yang berkulit rata-rata sawo matang, warna kulit Baidi memang lumayan gelap. Maka jika di tempat gelap, sosok Baidi nyaris hilang. Dia baru kelihatan bilamana sedang tertawa: mak prenges! Tapi dengan modal itu, justru lumayan memikat bagi lawan jenisnya. Buktinya, meski Baidi sudah punya istri sendiri, saat menggoda istri teman, yang digoda mau saja. Dan perempuan geleman (mauan) itu adalah Saliyem, warga Tambak Asri, Surabaya. Dia awalnya istri Leman, 40, yang notabene teman Baidi sendiri. Tapi itulah lelaki haus asmara, demi urusan selangkangan bini kawan ditelateni juga. Secara umum penampilan Saliyem memang menggamit rasa merangsang pandang. Bodinya masih cukup seksi, sekel nan cemekel. Sedangkan istri Baidi di rumah, wajahnya sangat standar dan pasaran. Maka dibanding dengan milik Leman, jelas seperti bumi dan langit. Maka pikir Baidi kemudian, “Kalau bisa tukar tambah, nomboki berapapun saya mau.” Memangnya sepeda motor, mau ditukar tambah? Tapi begitulah,  hanya karena ingin memanjakan libidonya, Saliyem pun dipikat-pikat sehingga akhirnya kena juga. Sebetulnya Leman juga tidak terima atas kelakuan Baidi. Tapi karena yang digoda mau, akhirnya dia memilih melepaskan Saliyem. Pikir Leman, memangnya di Surabaya perempuan hanya Saliyem? Tenang saja, stok perempuan sampai Lebaran mendatang tetap aman. Demikianlah, Leman – Saliyem bercerai secara baik-baik. Selesai masa idah, janda STNK itu dioper garap oleh Baidi, dan anak bawaan Saliyem itu ikut ibunya pula. Tapi nggak masalah. Yang penting bagi Baidi, dia berhasil menebus rindu dendamnya atas perempuan yang berkulit putih dan betisnya mbunting padi itu. Namanya juga punya “kendaraan” baru, boleh dikata Saliyem dipacu terus tanpa sempat ganti olie. Dua tahun menikahi Saliyem, lama-lama Baidi bosen juga. Justru kini dia mulai melirik anak tirinya, Ratri, 14, yang sedang tumbuh sebagai gadis ABG. Seperti ibunya juga, dia dirayu-rayu dan akhirnya kena. Ironisnya, ketika si anak tiru mengadu pada ibunya, Saliyem tidak merespon. Dia menganggap anaknya sedang berceloteh saja. Tentu saja Baidi jadi semakin keenakan, asal ada peluang Ratri diserbunya. Lama-lama Ratri tak tahan, sehingga dia lalu mengadu pada ayahnya, Leman. Bisa ditebak, sang ayah mencak-mencak seperti Cakil ketemu Harjuna. Si item yang kelakuannya seperti ayam Kedu (cemani) ini dilaporkan ke kantor polisi Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Dalam pemeriksaan, enteng saja Baidi mengakui hal itu sebagai kekhilafan. “Tapi sebetulnya aku sayang sama dia.” Akunya sok alim. Sayang, sayang, akhirnya malah digoyang. (SP/Gunarso TS)

ANDAIKAN ayam, Baidi, 30, ini jenis ayam cemani dari Parakan, Temanggung. Sudah item, doyan perempuan lagi. Bayangkan, anak tiri digauli berulang kali. Sedangkan Saliyem, 35, ibunya, adalah bekas istri teman yang dicerai juga karena ketahuan dikerjai Baidi. Jadi lelaki ini gelap orangnya gelap pula tabiatnya. Kata orang, lelaki berkulit hitam punya libido yang tinggi, sementara…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *