NAH INI DIA: Nekad Loncat Dari Mobil Atau Sengaja Didorong Suami?
KISAH kematian Yulia, 30, menyisakan sejuta tanda tanya. Benarkah dia loncat dari mobil, atau sengaja didorong suami? Soalnya, sebelum “terjatuh” dari mobil diketahui Yulia baru saja berantem hebat dengan Rosa, 26, yang jadi WIL suaminya. Kini Heru, 35, pun jadi urusan polisi, karena dicurigai dia jadi otaknya. Soal dorong mendorong memang menjadikan korbannya merasa tak nyaman. Lihat saja Jokowi, didorong-dorong orang mau dijadikan Capres 2014 malah menjadi risih. Katanya, ”Saya ini pusing mikir banjir dan macet, kok didorong nyopras-nyapres!” Maka dari itu, dorong mendorong yang terasa nyaman hanyalah lagu ”Potong bebek”. Soalnya didorong ke kanan dan didorong ke kiri malah tralala la la la…….. Beda Jokowi di Jakarta, beda pula dengan Heru dari Kampung Bumi Permai, Batuaji, Batam. Dia kini pusing karena dituduh mendorong istri dari mobil hingga tewas. Padahal dia sudah bilang, Yulia memang terjatuh dadi mobil saat kendaraan itu berjalan kencang. Yang menjadikan Heru ini ngarang, sebelum kejadian ada saksi mata yang melihat Yulia berkelahi dengan perempuan yang selama ini jadi WIL Heru. Bahwa Heru punya WIL, ini memang sudah berapa lama dikeluhkan Yulia. Dia pernah curhat pada keluarga tentang kelakuan suaminya, yang sudah berani punya WIL segala. Tapi karena dia sangat sayang pada Heru, Yulia sempat ambil sikap, “Jika mimpi buruk itu harus terjadi, saya dijadikan istri kedua juga nggak apa-apa, demi anak.” Yang bikin Yulia pesimis, apakah mampu Heru berpoligami? Dilihat dari neraca ekonominya yang pas-pasan, dengan dua istri sudah barang tentu dia akan kedodoran. Soal onderdil mungkin Heru masih rosa-rosa macam Mbah Marijan, tapi materil? Ngempani satu istri dan satu anak saja Heru pas-pasan. Maksudnya, istri minta baju bagus, pas nggak punya duit. Istri minta gelang dan kalung, pas tak punya uang juga. Tapi itulah lagunya kaum lelaki. Meski ekonomi sungsang sumbel, ketika ketemu cewek mulus bebas dempul, lagaknya sok kaya, royal dan nyah-nyoh pada perempuan yang ditaksirnya. Padahal aslinya, itu sekedar pencintraan biar nantinya bisa blusukan masuk ke kamar dengan segala aktivitasnya. Itu pula yang dilakukan Heru, dan korban pertama tentu saja Yulia sebagai istri yang sah. Dia sudah menegur agar jangan berselingkuh, kalau serius nikahi saja. Tapi Heru tak menggubris. Dia terus saja bermain api, sehingga menjadikan Yulia tidak tahan lagi. Beberapa hari lalu dia nekad melabrak ke rumah Rosa di Nagoya. Benar kan, kala itu Heru memang ada di sana. Tak lagi mampu menahan emosi, dia pun berkelahi antara hidup dan mati melawan Rosa: cakar-cakaran bin jambak-jambakan. Malu ribut gara-gara urusan WIL, Heru segera “mengamankan” istrinya diajak pulang bersama dengan mobil. Tapi dalam perjalanan –menurut versi Heru– Yulia loncat dan meninggal seketika. Tentu saja keluarga Yulia segera melaporkan kecurigaan itu pada polisi. Apa lagi berdasarkan visum, ditemukan luka akibat benda tumpul. Kemungkinan besar, Yulia memang sengaja dilenyapkan agar praktek mesumnya tanpa kendala. Kini Heru masih dalam pemeriksaan Polisi Polsek Lubukbaja, dan terus kukuh dengan pengakuannya sedari awal. Karena statusnya masih saksi, dia masih diperbolehkan pulang. Lumayan dong, jadi saksi dapat honor Rp 100.000,- Husy, itu kan saksi partai di TPS Pemilu. (JPNN/Gunarso TS)
KISAH kematian Yulia, 30, menyisakan sejuta tanda tanya. Benarkah dia loncat dari mobil, atau sengaja didorong suami? Soalnya, sebelum “terjatuh” dari mobil diketahui Yulia baru saja berantem hebat dengan Rosa, 26, yang jadi WIL suaminya. Kini Heru, 35, pun jadi urusan polisi, karena dicurigai dia jadi otaknya. Soal dorong mendorong memang menjadikan korbannya merasa tak…
