NAH INI DIA: Uang Gusuran Rp300 Juta Menjadikan Cinta Membawa

MOTTO ”witing tresna merga atusan lima” ternyata bukan monopoli kaum hawa. Lelaki macam  Ngabdul, 31, begitu juga kelakuannya. Menikahi janda Marsiyah, 36, ternyata karena mengincar uang gusuran Rp 300 juta. Walhasil begitu uang gusuran itu keluar, Ngabdul pun minggat sambil gondol uang tersebut. Pepatah lama mengatakan, witing tresna merga kulina. Di era gombalisasi seperti sekarang ini, sudah dimodifikasi menjadi ”witing tresna merga atusan lima” (baca: cinta karena harta). Biasanya yang bertipe demikian kaum Hawa, yang dari dulu dikenal sebagai makhluk pemuja kebendaan. Lagi-lagi ada ungkapan lama: wong wedok kuwi nabine jarit Gusti Allahe dhuwit. Wanita tipe begini mau saja dinikahi kakek-kakek, karena jika suami wasalam langsung dapat warisan melimpah. Ngabdul dari Bekasi,  meski lelaki tulen ternyata juga penganut paham semacam itu. Dia mau menikahi janda beranak tiga yang usianya 5 tahun lebih tua darinya, ternyata karena pertimbangan ekonomi semata. Maka meski penampilan Marsiah yang sudah 3 kali turun mesin itu tak begitu menarik, dilakoni saja. Sebab dia punya target yang lebih besar. Ngabdul yang lelaki pengangguran, kenal dengan Marsiah lewat facebook.  Dari kenal lewat internet kemudian keduanya bertatap muka. Ternyata karyawati toko di Jalan Asemka, Jakarta Kota itu tertarik pada Ngabdul yang penampilannya oke punya. Dalam benak Marsiah, tongkrongannya saja begitu, apa lagi ”tangkringan”-nya. Begitu tertariknya pada Ngabdul, Marsiah mau saja curhat tentang dirinya, termasuk soal tanahnya di Pandeglang yang hendak dibebaskan pengembang. Dia cerita bahwa bakal dapat uang gusuran beratus-ratus juta. Mendengar berita itu, diam-diam Ngabdul menjadi semakin ekspansif menempel si janda beranak tiga itu. Cinta Ngabdul mendadak membara dan menyala-nyala. Karena Marsiah tak tahu jeroan kekasih barunya, dia mau saja menerima seranga-serangan asmara Ngabdul. Bahkan ketika dilamar mau dijadikan istri, langsung saja setuju. Perhelatan pun digelar di rumah keluarganya di Pandeglang. Marsiah berbahagia sekali, karena dapat suami yang lebih muda dan tampan. Dan seperti dugaannya, tongkrongan dan ”tangkringan”-nya ternyata klop, artinya teori maupun praktek sama. Dalam suasana pengantin baru tersebut kebahagiaan Marsiah bertambah karena uang gusuran Rp 300 juta sudah keluar. Seperti lazimnya istri yang percaya penuh pada suami, sebelum uang itu disimpan di bank, dia minta Ngabdul menjaga baik-baik uang tersebut. ”Uang ini untuk tambah-tambah beli rumah,” kata Marsiah. Ternyata Ngabdul tak bisa menjaga amanah. Begitu istrinya meleng, uang tersebut dibawa kabur. Tentu saja hati Marsiah hancur lebur, karena ternyata cinta Ngabdul pada dirinya tidak tulus. Dia segera melapor polisi. Seminggu kemudian baru terlacak, uang gusuran itu buat foya-foya Ngabdul di Bandung.Tak diketahui jelas, tinggal berapa uang colongan tersebut. Kini lelaki buaya itu digelandang ke Polres Bekasi. Waktu pacaran apa nggak nampak mata Ngabdul yang ijo? (JPNN/Gunarso TS)

MOTTO ”witing tresna merga atusan lima” ternyata bukan monopoli kaum hawa. Lelaki macam  Ngabdul, 31, begitu juga kelakuannya. Menikahi janda Marsiyah, 36, ternyata karena mengincar uang gusuran Rp 300 juta. Walhasil begitu uang gusuran itu keluar, Ngabdul pun minggat sambil gondol uang tersebut. Pepatah lama mengatakan, witing tresna merga kulina. Di era gombalisasi seperti sekarang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *