NAH INI DIA: Suami Kelas Ayam Sayur Lapor Polisi Digebuki Istri

Nah ini dia 17 Desember 2013 Nah ini dia……: Payah! Statusnya suami tapi Johan, 43, penakut benar sama istri. Asal berantem, dia pasti KO digebuki istrinya, Milah, 38. Suami kelas “ayam sayur” itu tanpa malu-malu ngadu ke kantor polisi, minta istrinya ditangkap karena ringan tangan. “Kalau nggak ingat anak, saya sudah ceraikan dari dulu,” ujarnya dengan muka sembab. Istri takut pada suami, sudah menjadi “doktrin” rumahtangga. Maka istri yang berani pada suami, akan dibenci mertua. Karenanya harus waspada mencari istri yang akan menemani selama hidup. Konon ciri wanita yang galak dan berani pada suami, bilamana giginya jarang dan “telake peteng” (rongga mulut gelap). Maka sebelum ke KUA, seyogyanya cek dulu struktur gigi si doi, termasuk kondisi rongga mulutnya. Apakah Milah istri Johan ini juga bergigi jarang, tak diketahui jelas. Yang pasti dia itu tak ada hormatnya sama sekali pada suami. Jika tindakan suami salah barang sedikit pasti ngomel-ngomel. Jangan coba-coba Johan membela diri, pasti bakal kena tempeleng. Padahal postur tubuh Milah ini menang keker. Ibarat wayang, potongan istri seperti Limbuk, sedangkan Johan mirip cantrik Janaloka. Bila Milah sudah kesetanan,  suaminya bagaikan ayam sayur saja. Johan tak berkutik dipojokkan di sudut tembok, lalu kepala suami dikaplok dengan tangan kanan dan kiri. Johan bisanya hanya menangkis dan melindungi mukanya dengan silangan tangan, persis petinju yang nyaris KO di atas ring. ”Jika aku mau niru Jokowi, sudah tak lelang kamu!” kata Milah bersungut-sungut. Mereka hanya kelihatan damai ketika menjalankan ”sunah rosul” sebagai suami istri. Buktinya, meski situasi rumahtangganya macam Korut-Korsel, tiga anak telah lahir. Ya karena itu pula yang membuat Johan mencoba bersabar. Dia tak mau bercerai, karena nantinya anak-anak yang tidak berdosa itu akan menjadi korban. Maka prinsip Johan, biar ayah menderita, yang penting anak-anak bahagia. Tapi rupanya Milah tak menyadari bahwa selama ini Johan hanya mengalah, karena demi anak dan pencitraan di mata tetangga. Dia terus saja mengumbar kekerasan dalam rumahtangga. Sepertinya tak ada yang benar bagi Johan. Begini salah, begitu salah. Puncaknya terjadi beberapa hari lalu. Kala itu Johan sedang memasang kelambu untuk si Upik yang sedang sakit. Ee, tiba-tiba istri marah. Kain kelambu itu direbut dan kemudian disobek-sobek. ”Salahku apa lagi?” protes Johan. Tapi Milah tak menjawab kecuali ambil sapu lidi dan berulangkali disabetkan ke tubuh suami. Lagi-lagi Johan hanya diam seribu basa. Tapi kali ini Johan mencoba berontak. Dia mau tunjukkan sebagai lelaki jantan, bukan sekedar jadi pejantan. Saat istri meleng dia langsung ke kantor polisi Polsek Percut Sei Tuan, Medan. Suami dari Jalan Pancasila, Gang Melati, Desa Tembung itu mengusung pasal KDRT, minta istrinya diproses. Pak polisi pun sempat terbengong-bengong, baru kali ini ada suami lapor KDRT, karena biasanya  para istri. ”Sudah habis kesabaran saya, Pak.” kata Johan memperkuat laporannya. Sudah habis, ya beli lagi. Gitu saja kok repot. (JPNN/Gunarso TS)

Nah ini dia 17 Desember 2013 Nah ini dia……: Payah! Statusnya suami tapi Johan, 43, penakut benar sama istri. Asal berantem, dia pasti KO digebuki istrinya, Milah, 38. Suami kelas “ayam sayur” itu tanpa malu-malu ngadu ke kantor polisi, minta istrinya ditangkap karena ringan tangan. “Kalau nggak ingat anak, saya sudah ceraikan dari dulu,” ujarnya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *