NAH INI DIA: Niru Kadir ‘Tak Bunuh Kamu’ Berujung ke Polisi (II)
Tiap hari selalu hidup kekurangan, dia kemudian minta cerai. Tapi Suwardi tidak mau, dengan alasan anak-anak akan jadi korban. “Sabar dong Ma, orang hidup itu seperti roda, kadang di atas, kadang di bawah. Jalani saja dengan ikhlas,” kata Suwardi. Dikhotbahi terus-terusan oleh suami, lama-lama kesal juga. Akhirnya Ngatimah mengeluarkan kata-kata kasar. Katanya, jadi suami tidak tanggungjawab, datang hanya modal tit …..eh burung belaka. Mending ceraikan saja, sehingga bebas mencari suami pengganti. Karena Ngatimah terus nerocos, Suwardi gebrak meja dengan membentak. “Diam! Apa pilih ini, tak bunuh kamu!” ancamnya sambil mengangkat pisau dapur. Melihat wajah suami yang beringas, Ngatimah segera keluar rumah. Dia terus ke Polsek untuk melaporkan KDRT yang dialami. Polisi pun segera bergerak, untuk menangkap Suwardi. Dia sungguh tak menyangka, ancamannya yang sekedar gertak sambal itu laku juga di kepolisian. Dia lupa bahwa ancamannya tak sekedar mulut, tapi juga bawa-bawa senjata tajam. Kalau mau niru Kadir silakan saja, tapi jangan sampai sambil bawa senjata tajam, meski hanya pisau dapur. Meski hanya pisau dapur, sekali jusss bisa bikin mampus. (gunarso ts)
Tiap hari selalu hidup kekurangan, dia kemudian minta cerai. Tapi Suwardi tidak mau, dengan alasan anak-anak akan jadi korban. “Sabar dong Ma, orang hidup itu seperti roda, kadang di atas, kadang di bawah. Jalani saja dengan ikhlas,” kata Suwardi. Dikhotbahi terus-terusan oleh suami, lama-lama kesal juga. Akhirnya Ngatimah mengeluarkan kata-kata kasar. Katanya, jadi suami tidak…