NAH INI DIA: Bodi Sudah Tidak Aduhai Binipun Dipaksa Bercerai
BAGI Estuning, 40, kebahagiaan rumahtangga itu hanya fiksi. Sebab dua kali menikah dan 4 anak telah lahir, suaminya pindah ke pelukan wanita lain. Suami kedua, Alay, 30, paling kurang ajar. Mau menceraikan Tuning dengan alasan, bodi sudah ngglombyor (kendor) tidak seksi lagi. Ya sudah, cerai saja, kenapa takut? Wajah cantik bodi seksi, adalah menjadi idaman kebanyakan lelaki ketika mencari istri. Padahal menurut hadist Nabi, agama harus menjadi faktor utama. Sebab jika agamanya baik, akan baik kesemuanya. Jika memilih teman hidup sekedar berburu kecantikan dan kebodian, itu takkan lama. Ketika bini sudah peot, payudara melorot, di ranjang tak lagi hot, lalu mau diceraikan? Nasib Ny. Tuning seperti itu. Wajahnya yang cantik, bodinya yang seksi, menjadikan dirinya jadi rebutan cowok di kala muda. Ada lima cowok yang menaksir dirinya kala itu, dan semua menawarkan program rumahtangga yang menjanjikan. Tapi pada akhirnya dia memilih Jocky Gerong, yang ganteng pintar mainkan gamelan. Namanya jadi Jocky Gerong juga karena pintar nggerong (menyanyi) lewat suaranya yang bagus. Tapi usia perkawinan Jocky Gerong hanya 4 tahun, padahal tiga anak telah lahir dari kerjasasama s nirlaba itu. Tahu-tahu Tuning menemukan bukti, suaminya punya simpedes (simpanan perawan desa) non BRI. Tak mau disakiti lebih sehari-hari, Tuning mengajukan gugatan cerai. Semua anak ikut dirinya, biarkan bekas suaminya larut dalam pelukan wanita lain. Karena masih cantik dan seksi, dengan cepat Tuning dapat suami baru, namanya Alay. Kerjanya tidak jelas, tapi tongkrongan dan “tangkringan”-nya sangat menjanjikan, karena usianya memang 10 tahun lebih muda. Sebagai PNS profesi guru, dia tak pernah berharap dari gaji suami. Yang penting Alay rosa-rosa macam Mbah Marijan, rajin minum telur mentah dan madu. Satu anak lagi lahir dari perkawinan keduanya, sayang siapa namanya tak jelas. Sebut saja dia Anak Alay, nanti kalau sudah gede pasti suka main medsos. Kalau komentar selalu melawan arus, selalu ditambahi kata-kata “boss”. Misalnya, jika para komentator mendukung kecebong, Anak Alay pasti pro kampret. Kebahagiaan Tuning tidak terlalu lama, karena lagi-lagi mendapatkan suaminya punya WIL. Ketika ditanya, kenapa tega selingkuh? Jawabnya enteng saja, karena Tuning sudah ngglombyor, bodinya sudah tidak lagi aduhai. “Oo, terus kamu mau kawini wanita itu, silakan! Tapi saya ceraikan dulu,” kata Tuning. Benar-benar Alay menceraikan, tak peduli sudah punya Anak Alay. Tapi Tuning tak pernah takut hidup menjanda dengan ana empat, wong sudah punya penghasilan sendiri. Yang penting sekarang, nantinya jangan ketemu lagi suami yang hanya mengejar bodi, lalu melupakan budi pekerti. Alay memang bodo, punya istri Tuning kan bisa diputer-puter seperti tuning di radio. (*/Gunarso TS)
BAGI Estuning, 40, kebahagiaan rumahtangga itu hanya fiksi. Sebab dua kali menikah dan 4 anak telah lahir, suaminya pindah ke pelukan wanita lain. Suami kedua, Alay, 30, paling kurang ajar. Mau menceraikan Tuning dengan alasan, bodi sudah ngglombyor (kendor) tidak seksi lagi. Ya sudah, cerai saja, kenapa takut? Wajah cantik bodi seksi, adalah menjadi idaman kebanyakan…
