NAH INI DIA: Mau Balik pada Suami Dibunuh Pemain Bianglala

PEMAIN bianglala (komedi putar) bernama Solikin, 20, ini benar-benar biang kerok. Penjual es sudah punya suami, Rosiah, 24, dipacari luar dalam. Begitu si cewek sadar dan mau balik ke keluarga, Solikin melarangnya. Saking kesalnya, Rosiah dicekik hingga tewas, dan Solikin menyusul mati gantung diri di hotel. Miskin harta itu menyedihkan, tapi miskin iman lebih menyedihkan lagi. Tambah super menyedihkan, jika miskin iman gara-gara mau memanjakan “si imin”. Banyak kejadian seperti ini. Demi “si imin”, enak saja ganggu bini orang. Giliran sudah ketagihan, tak mau melepaskan, padahal yang bersangkutan mau balik pada suami. Akhirnya, imannya benar-benar habis, sehingga tega membinasakan orang dan dirinya sendiri. Rosiah yang tinggal di Kecamatan Kota, Pamekasan (Madura), agaknya ditakdirkan jadi keluarga miskin. Penghasilan suami terlalu kecil, sehingga dia bantu-bantu jualan es di tempat bianglala. Eh, di sini dia kenal sama salah satu pemainnya, Solikin. Wajahnya asli ganteng, bukan karena suntikan silikon. Awalnya hubungan itu sekedar pedagang dan pembeli. Tapi gara-gara ada HP dan WA, mereka jadi nyambung terus, dan kemudian lengket. Lewat grup apalah namanya, keduanya selalu japri-japrian. Dari jagad media sosial, kemudian ditingkatkan ke media ranjang. Solikin pun terkagum-kagum, meski penjual es tapi dalam urusan ranjang Rosiah tidak dingin, menyala-nyala laksana api. Lama-lama Saprodin, 26, suami Rosiah tahu perselingkuhan istrinya, berdasarkan pelacakannya lewat HP. Sebagai suami yang santun, dia tak mau menunjukkan kemarahannya. Rosiah hanya diminta teken pernyataan setia pada suami, termasuk NKRI. Tapi ternyata kesediaan istrinya itu hanya setengah hati, terbukti Rosiah terus menjalin hubungan dengan Solikin. Saprodin sudah minta tolong mertua, untuk mengingatkan anaknya. Eh, malah dikira sang menantu main fitnah demi elektabilitas. Ya sudah, Saprodin setengah putus asa tinggalkan istri dan anak, dia pindah kerja di Surabaya. Meski belum cerai, keduanya sepertinya sudah putus hubungan. Bagi Rosiah, perginya suami ke Surabaya malah dianggap keberuntungan. Gaya pacarannya dengan Solikin makin dipertajam, ibarat mobil dipanteng pada kecepatan 80 Km/jam. Tapi kalau lewat depan kompleks militer tinggal 20 Km/jam. Tapi ternyata, makin lama Solikin jadi membosankan. Pemarah, gampang emosi dam baperan lagi. Sejak itu dia ingin balik ke keluarga, menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah. Saprodin dikontak, dan menyambut baik ajakan istrinya itu, rupiah pun ikut menguat. Sayangnya, Solikin tak bisa menerima niat baik Rosiah bagi keluarganya. Perempuan beranak satu itu dibujuk untuk mengadakan perundingan empat mata di hotel. Tak ada firasat buruk, Rosiah mau saja mengikuti. Padahal……. Di hotel kembali keduanya kencan, menuntaskan birahi. Habis itu baru ke topik persoalan. Intinya Solikin tak mau Rosiah kembali pada suami. Karena sama-sama ngotot, Solikin jadi emosi, Rosiah pun dicekik hingga tewas. Usia mengeksekusi kekasih gelapnya, dia takut akan sanksi hukum dari negara. Buru-buru ke toilet hotel dan ikutan gantung diri, setelah sebelumnya mengiris urat nadi. Padahal sanksi di sono-nya lebih berat, broo! (Gunarso TS)

PEMAIN bianglala (komedi putar) bernama Solikin, 20, ini benar-benar biang kerok. Penjual es sudah punya suami, Rosiah, 24, dipacari luar dalam. Begitu si cewek sadar dan mau balik ke keluarga, Solikin melarangnya. Saking kesalnya, Rosiah dicekik hingga tewas, dan Solikin menyusul mati gantung diri di hotel. Miskin harta itu menyedihkan, tapi miskin iman lebih menyedihkan lagi.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *